x

Iklan

Thomas DP

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 Desember 2019

Jumat, 9 April 2021 20:12 WIB

Pandemi Covid-19 dan Dampaknya pada kegiatan Urban Tourism


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seperti yang kita ketahui pandemi yang terjadi dikarenakan oleh virus korona 2019 (Covid-19) telah membawa krisis kesehatan masyarakat yang telah mengubah dunia, dianggap sebagai bencana dunia sejak Perang Dunia Kedua. Pandemi mengakibatkan seluruh aktivitas manusia tidak berjalan seperti biasanya, telah banyak muncul kebijakan–kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah negara maupun dunia demi menghadapi dan memerangi pandemi ini. Hingga April 2021, terdapat lebih dari 133 juta total kasus COVID-19 yang menyerang dunia, (news.google/covid19).

Ketidakmampuan untuk berpergian dan bergerak bebas di seluruh dunia yang terjadi semenjak wabah pandemi ini berlangsung tentunya telah menjadikan sektor pariwisata yang merupakan salah satu industri ekonomi yang berpengaruh terhadap perekonomian di sebuah negara menjadi terhambat. Jumlah wisatawan internasional diperkirakan turun sebanyak 80% selama tahun 2020, (UNWTO,2020a).

Begitupun Urban Tourism, dampak-dampak yang terjadi akibat wabah pandemi ini sangat berpengaruh terhadap kota-kota yang biasanya menjadi tempat kunjungan wisatawan. Sebelum pandemi, Urban Tourism menyumbang hampir setengah dari parwisata internasional. Selama dekade terakhir, pertumbuhan pariwisata di destinasi perkotaan melebihi pertumbuhan di daerah non-perkotaan, ( World Travel dan Tourism Council, 2018).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelumnya, wisatawan yang datang ke kota-kota besar mereka memiliki keinginan untuk merasakan dan melihat keragaman yang ada di kota tersebut, baik itu dalam hal budaya, seni, musik, dan yang terutama adalah arsitktur megah dan desain urban (Karskl,1990 dalam UNWTO, Global Report on City Tourism)

Namun, saat ini tentunya wisatawan sudah tidak dapat lagi berpergian bebas antar negara maupun kota, hingga beberapa negara dan kota pun sampai menutup akses wisatawan yang berasal dari luar negara atau daerahnya. Seperti yang kita ketahui banyak wisatawan yang semakin berminat untuk berwisata urban khususnya generasi milenial. Menurut Global Destination Cities Index tahun 2013 ada beberapa Kota yang paling populer di dunia untuk dikunjungi seperti Bangkok, London, Paris, Singapura, New York, Istabul hingga Barcelona.

Sebuah kota tentunya identik dengan sebuah keramaian, dengan adanya pandemi covid-19 ini kita bersama-sama menerapkan beberapa protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO agar mematuhi kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing, mengapa demikian? Dengan kita menjaga jarak dan menjauhi kerumunan maka kita dapat mengurangi laju penyebaran virus covid-19 ini.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka tentunya banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk melakukan kegiatan wisata, khususnya pariwisata perkoataan. Pusat-pusat perbelanjaan banyak yang mengalami penurunan pendapatan ekonomi dan juga sepi pelanggan. Begitupun destinasi-destinasi wisata yang ada.

Seiring berjalannya waktu, munculah kebijakan Kenormalan Baru (New Normal), New Normal memberi sedikit kelonggaran bagi para orang-orang untuk berpergian, baik itu bekerja, mengadakan sebuah acara dengan tetap menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Hal ini tentunya menjadi harapan baru bagi setiap destinasi wisata untuk kembali memperbaiki kembali agar kembali seperti semula. Destinasi wisata pun juga wajib untuk menyediakan beberapa fasilitas yang mendukung program pemerintah setempat untuk melawan pandemi dunia ini, seperti menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer dan juga seluruh karyawan yang menggunakan alat pelindung diri seperti masker/sarung tangan. Seluruh dunia tentunya sangat berharap bahwa semua akan membaik dan kembali normal seperti biasanya.

 

Refrensi :

https://writing-contest.bisnis.com/read/20191201/557/1176012/urban-tourism-sebagai-upaya-memaksimalkan-potensi-pariwisata-kota-di-indonesia

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Thomas DP lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler