Pentingnya Pengendalian Internal atas Piutang - Analisis - www.indonesiana.id
x

Perusahaan Harus Memiliki Website.

Alfina Finky Ramadhani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 April 2021

Sabtu, 10 April 2021 06:58 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pentingnya Pengendalian Internal atas Piutang

    Artikel ini berisi tentang pentingnya pengendalian internal atas piutang bagi perusahaan, yang mana pengendalian internal yang baik akan membawa perusahaan mencapai keberhasilan.

    Dibaca : 611 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

     

    Pesatnya pertumbuhan perekonomian dunia menyebabkan adanya peningkatan perkembangan dunia usaha. Banyak perusahaan mengembangkan inovasinya dan meningkatkan kinerjanya agar tetap bertahan dan semakin berkembang. Pada umumnya perusahaan mempunyai tujuan yang sama yaitu meningkatkan laba, untuk mencapai tujuan perusahaan tercapai maka perusahaan harus dapat bersaing secara kompetitif. Perusahaan harus mempunyai keunggulan dalam melakukan persaingan agar dapat beroperasi lebih efektif dan efisien sehingga perusahaan dapat menjaga kelangsungan usahanya dimasa mendatang.

    Sistem pengendalian internal piutang yang benar merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh perusahaan. Apabila perusahaan memiliki sistem pengendalian internal piutang yang baik maka akan mempengaruhi juga keberhasilan perusahaan dalam menjalankan penjualan secara kredit. Begitu pula sebaliknya, jika dalam sistem pengendalian internal piutang terdapat kelalaian maka bisa berakibat fatal bagi perusahaan, misalkan menumpuknya piutang yang tak tertagih. Timbulnya piutang usaha ini memiliki resiko dalam pelunasannya, diantaranya adalah piutang usaha tertagih dan piutang usaha tidak tertagih.

    Piutang usaha tak tertagih merupakan salah satu resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan, sehingga tujuan awal perusahaan untuk memperoleh pendapatan sebesar-besarnya akan berbalik menjadi kerugian apabila tidak ada pengawasan yang ketat atas penjualan yang berhubungan dengan kredit. Oleh karena itu perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit memerlukan suatu sistem pengendalian internal yang handal untuk mencegah adanya kerugian piutang yang tak tertagih, hal ini juga mencegah adanya fraud yang kemungkinan terjadi dalam pelunasan piutang.

    Sistem Pengendalian Internal atas Piutang

    Pada prinsipnya sistem pengendalian harus meminimalkan dan mendeteksi serta memperbaiki kesalahan ketika terjadi. Pelaksanaan sistem pengendalian intern untuk piutang harus menghasilkan suatu kepastian bahwa semua transaksi piutang telah dibukukan dan dapat dipertanggung jawabkan. Pengendalian intern terhadap piutang dimulai dari penerimaan order penjualan terus ke persetujuan atas order, persetujuan pemberian kredit, pengiriman barang, pembuatan faktur, verifikasi faktur, pembukuan piutang, penagihan piutang, yang akhirnya akan mempengaruhi saldo kas atau bank.

    Dalam hal ini harus diperhatikan pula retur penjualan secara periodik harus dibuat perincian piutang menurut golongan usianya untuk menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan dan menilai apakah bagian kredit dan bagian inkaso telah bekerja dengan efisien.

    Tujuan Sistem Pengendalian Internal atas Piutang

    Pemberian piutang dimaksudkan untuk meningkatkan volume penjualan bagi sebuah perusahaan. Diharapkan dengan meningkatnya volume pejualan, maka sebuah perusahaan dapat memperoleh keuntungan. Namun ada beberapa resiko atas keberadaan piutang itu sendiri yang dapat merugikan perusahaan. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian terhadap piutang tersebut. Untuk mengendalikan piutang, sebuah perusahaan perlu menetapkan kebijakan kreditnya. Kebijakan ini kemudian berfungsi sebagai standar. Apabila kemudian dalam pelaksanaan penjualan kredit dan pengumpulan piutang tidak dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, maka perusahaan perlu melakukan perbaikan.

    Dalam melakukan pengendalian internal atas piutang usaha, maka yang harus menjadi pusat perhatian adalah bagaimana pengamanan yang akan efisien dan efektif dilakukan atas piutang usaha, baik dari segi pengamanan yang akan efisien dan efektif dilakukan atas piutang usaha, baik dari segi pengamanan atas perolehan fisik kas, pemisahan tugas, sampai pada tersediannya data catatan akutansi yang akurat. Penerapan pengendalian internal memang tidak terlepas dari biaya-biaya tambahan yang harus dikorbankan perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan pada dasarnya harus mempertimbangkan atau membandingkan antara besarnya biaya tambahan yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh.

    Kebijakan Piutang

    Kebijakan piutang yang baik adalah kebijakan yang dapat mengoptimalkan manajemen piutang dengan mempertimbangkan keuntungan dari piutang tersebut. Untuk itu diperlukan manajemen piutang guna mengatur piutang dalam suatu perusahaan. Manajemen piutang perusahaan meliputi mulai dari penjualan kredit sampai pada pelunasan. Hal itu ditujukan agar semua proses tersebut berjalan lancar sehingga tidak menyebabkan penumpukan modal yang berakibat pada operasional perusahaan.

    Manajemen piutang harus dimulai dari membuat perencanaan yang matang terhadap pemberian pinjaman atau aktivitas penjualan kredit pada perusahaan, pengendalian terhadap pengumpulan piutang berdasarkan jatuh temponya serta melihat kembali akan kebijakan yang sudah diterapkan.

    Piutang timbul karena adanya penjualan barang atau jasa yang dilakukan berdasarkan kredit. Dengan kata lain, piutang merupakan utang dari pihak lain berupa akibat dari pembelian jasa atau produk yang mereka lakukan secara kredit. Dari segi bidang akuntansi, piutang merupakan tuntutan perusahaan kepada pihak eksternal yang diharapkan akan diselesaikan dengan cara penerimaan jumlah uang tunai yang sesuai. Merupakan hal yang biasa jika sebuah perusahaan memiliki piutang karena pada kenyataannya banyak pelaku usaha yang menerapkan kebijakan pembayaran kredit. Meskipun sebenarnya lebih baik untuk melakukan penjualan secara tunai, tetapi piutang ternyata juga dapat meningkatkan keuntungan bisnis.

    Alasan menerapkan kebijakan piutang pun sangat banyak, salah satunya karena daya beli konsumen yang terbatas. Dengan adanya piutang diharapkan konsumen masih tetap membeli atau mengkonsumsi produk atau jasa yang Anda tawarkan, sehingga penjualan akan tetap berjalan. Namun, dalam praktiknya tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Sering kali terjadi piutang yang macet atau tidak tertagih dimana hal tersebut akan memberikan efek yang buruk bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat dan melakukan prosedur-prosedur yang baik dan benar terkait dengan piutangnya demi kemajuan perusahaan.

    Salah satu cara untuk mencegah piutang yang macet atau tidak tertagih yaitu dengan mengelola piutang dengan baik dan efektif. Pengelolaan dan pengendalian piutang yang baik dan efektif adalah melalui cara sebagai berikut:

    1. Menyaring pelanggan mana yang dapat memperoleh piutang.
    2. Menentukan risiko kredit.
    3. Menentukan return atau potongan kredit.
    4. Menetapkan ketentuan untuk menghadapi resiko piutang yang menunggak.

    Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengambil kebijakan dalam pengelolaan piutang adalah:

    1. Memberikan Kebijakan Kredit

    Dalam memberikan kebijakan kredit, hendaknya terlebih dahulu menentukan jumlah yang diterima, periode kredit, persyaratan khusus, dan tingkat pengeluaran untuk pengumpulan utang.

    1. Membuat Standar Kredit

    Biasanya standar suatu kredit merupakan kualitas kelayakan kredit seseorang untuk melakukan permohonan kredit dan ditentukan oleh perusahaan. Penetapan standar kredit memerlukan pengukuran kualitas yaitu probabilitas terjadinya penunggakan oleh pelanggan.

    1. Menentukan Syarat Kredit

    Syarat kredit biasanya akan menetapkan suatu periode kredit yang diberikan dan potongan secara tunai untuk pelanggan yang hendak melakukan pembayaran lebih awal.

    1. Penagihan Secara Rutin

    Ketika sudah memberikan kredit terhadap pelanggan, maka yang harus dilakukan adalah melakukan penagihan secara rutin.

     ----

    Nama                         : Alfina Finky Ramadhani

    No.Absen                    : 11

    Kelas                          : Pengauditan II A4E1

    Dosen Pengampu        : Sri Dewi Wahyundaru

    Mahasiswi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang

     

    Referensi

    https://www.paper.id/blog/finansial-umkm/manajemen-piutang/

    https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jab/article/view/21122/20833

    https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/measurement/article/view/1306/1004

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.