Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Amerika - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sekolah Finlandia

Dinasari Mahbengi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Desember 2019

Senin, 10 Mei 2021 07:29 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Amerika

    Sistem pendidikan di Indonesia dan Amerika sangat jauh beda, dimana ketika Indonesia lebih mementingkan nilai akhir dari pada sebuah proses pembelajarannya dan Amerika lebih mementingkan sebuah prosesnya, karena apabila prosesnya baik maka akan mendapatkan hasil yang baik juga.

    Dibaca : 361 kali

    Beberapa dari kita mungkin bingung apa bedanya sistem pendidikan yang ada di Indonesia dan Amerika. Apa sih bedanya? Disini saya akan membahas sedikit lebih rinci tentang perbedaan sistem pendidikan diantara keduanya.

    Indonesia dan Amerika memiliki perbedaan sistem pendidikan yang cukup mencolok. Perbedaan dantara keduanya yaitu jika di Amerika mereka lebih menekankan untuk belajar langsung praktik di lapangan berbeda dengan Indonesia yang lebih banyak menggunakan materi dalam setiap pembelajarannya. Jika kita ingat kembali dari sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas(SMA) kita selalu diajarkan lebih banyak menggunakan materi, materi tersebut juga terkadang melebihi kapasitas otak kita untuk mencernanya.

    Beda halnya dengan amerika, mengapa mereka mengggunakan tekhnik belajar dengan praktik (learning by practicing)? Karena pada dasarnya belajar dengan praktik langsung itu memudahkan kita untuk mengingatnya dan itu lebh efektif dibandingkan dengan menghafal teori saja. Di Indonesia masih membedakan antara jurusan IPA dan IPS yang mmbuat para siswanya hanya dapat memilih satu diatara keduanya, namun di amerika mereka bebas memilih mata pelaran apa saja yang ia minati. Cara yang dipakai oleh Negara amerika dapat membuat seorang siswamengenali dimana skill nya tersebut.

    Di Indonesia sering kita temui para siswa enggan untuk bertanya pada gurunya di jam pelajaran, karena mereka tidak mau di cap bodoh, dungu atau lamban oleh teman-temannya yang lain yang sudah mengerti. Mereka lebih memilih untuk bertanya apa yang ia tidak mengerti kepda gurunya di luar jam pelajaran. Beda halnya dengan amerika, di Negara tersebut selalu membuat sesi Tanya jawab pada jam pelaran setelah semua materi dijelaskan guna untuk membuat siswa lebih aktif, menambah komunikasi antar siswa dan guru dan untuik melatih rasa percaya diri siswa. Para siswa disana pun juga aktif dalam bertanya apa yang ia tidak ketahui, karena siswa di Negara tersebut mempunyai rasa ingin tahu yang besar.

    Di Amerika tidak terpaku dengan nilai yang ada pada rapor untuk melihat kepintarannya. Untuk meliht kepintaran disana mereka lebih melihat pada cara anak tersebut untuk menjelaskan dan mengeksplorisasi sesuatu, semua menitik beratkan pada prosesnya karenaapabila prosesnya berantakan maka hasilnya juga akan berantakan. Di Negara ini tidak di berlakukan Ujian Nasional (UN) untuk menjamin kelulusan. Namun di Indnesia Ujian Nasional(UN) justru menjadi patokan untuk kelulusannya. Di Indonesia juga melihat nilai rapor sebagai Patokan apaka anak tersebut pintar atau tidak yang memuat para siswastres dan depresi karena harus mencapai nilai minimal setara dengan standarisasi yang sesuai dengan yang ditentukan pemerintah.

    Selain hasil akhir, banyaknya jam pelajaran yang diikuti membuat seorang siswa tidak dapat mencerna dengan baik materi pelajaran yang disampaikan atau segala informasi yang di berikan karena otak sudah panas dan susah untuk mengingatnya dengan detail. Sedangkan di Amerika materi-materi yang diberikan hanya berupa poin-poin pentingnya saja dan akan menitikberatkan pada teori.

    Di Amerika guru yang datang lebih disiplin dari muridnya. Guru dating lebih awal, apabila guru tersebut tidak bisa hadir untuk mengajar maka pihak dari sekolah tersbut sudah mencari penggantinya untuk mengajar. Jadi tidak ada istilah jam kosonf pda pembelajaran. Beda halnya dengan Indonesia yang terkadang gurunya tidah berhadir dan pihak sekolah/guru yang bersangkutan tidak menyiapkan guru pengganti untuk mengajar, makanya di dnonesia ada istilah jam kosong.

    Di Amerika tidak ada yang namanya perbedaan kelas atau sistem pembagian kelas ang berisikan anak yang pintar dan yang biasa saja atau disebu dengan kelas unggulan dan kelas yangberisikan siswa yang kadar kepintarannya biasa saja. Sedangkan di Indonesia ada pembagian kelas unggulan dan kelas nonunggulan yang membuat secaratidak langsung membedakan tembok pembatas atara siswa pintar dan yang biasa saja. Memang cara tersebut tujuannya untuk membuat focus pada anak yang pintar tersebut, namun secara psikologis dari yang menempati kelas unguulan dan nonunggulan tercipta. Akan ada rasa canggung dan jengah dari siswa atau mahasiswa yang di tempatkan dalam dua jenis kelas tersebut.

    Di Amerika jam belajar untuk hal-hal yang berbau teori sangat terbatas karena lebih menerapkan ke praktik, seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Sedangka di Indonesia lebih banyak jam yang habis untuk menjelaskan sebuah materi.

    Masa orientasi siswa (MOS) menjadi sebuah pengenalan pada awal masuk sekolah atau sebuah universitas di Indonesia, aktifitas tersebut biasanya di dominasi untuk memperlalukan para siwa baru dengan cara misalnya mengenakan top atau tas dari bahan plastik, memakai baju yang berbeda warna, mereka mengatakan tujuannya tersebut yaitu untuk melatih agar kuat mental dan fisik sebelum masuk ke suatu sekolah atau universitas. Jika di Indonesia seperti itu pengenalannya, di luar amerika justru dilakukan dengan cara yang lebih positif, para siswa atau mahasiwa baru akan diajak berkeliling dan mengikuti beberapa seminar dan juga kajian aga mereka lebih mengenalkampus dan sekolah saja, ada pula pemberian informasi terkait segala hal yang di berikan.

    Tidak dipungkiri bahwa pendidikan yang ada di Amerika jauh lebih baik daripada di Indonesia. Di ndonesia kita mengenal wajib belajar SD dan SMP, di Amerika kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh warga sudah lama diberlakukan. Wajib belajar di AS mulai dari SD sampai SMA. Tapi pemerintah menggartiskan biaya sekolah sejak TK sampai SMA ntuk sekolah-sekolah negri. Untuk sekolah swasta, pemerintahan di pusat sampai lokal tidak memberikan anggaran apapun dan sebaliknyasekolah itupun tidak mewajibkan mengikuti seluruh kebijakan pemerintah dibidang pendidikan.

    Nah itulah beberapa perbedaan sistem pendidikan yang ada di Indonesia dan Amerika.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.