x

Iklan

Annissa MiftahulJannah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 April 2021

Minggu, 16 Mei 2021 07:10 WIB

Kenapa Perlu Memahami Budaya Bangsa Lain?

Kita memahami budaya bangsa lain bukanlah berarti menghilangkan budaya bangsa sendiri. Cross Cultural Understanding merupakan konsep dalam memahami komunikasi antar budaya, sehingga tercapai tujuan pembelajaran tingkat tinggi. Dengan memahami karakter bangsa lain kita mampu menjadi pemimpin dalam ruang global.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Apa Cross cultural understanding (CCU) itu?

Biasannya orang orang yang baru mengenal CCU pasti akan bertanya seperti ini! Nah jadi CCU itu adalah Cross Culture Understanding yaitu sebuah studi yang mengkaji tentang dua budaya atau lebih dengan tujuan agar dapat memahami perbedaan tersebut.

Pendahuluan

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perbedaan budaya merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan manusia.
Pluralitas dan kondisi dinamis memungkinkan budaya manusia terus berkembang serta memiliki keberagaman yang semakin banyak.

Kepentingan individu seringkali berbenturan dengan budaya diluar komunitas atau lingkungan yang lebih luas. Hal ini memungkinkan terciptanya sebuah upaya pengenalan budaya-budaya baru yang merupakan hasil akulturasi maupun inkulturasi. Sebuah masyarakat trandisional dalam era global saat ini, tidak dapat terhindarkan untuk membuka diri dan bergelut dengan budaya baru yang membawa paradigma baru bagi perkembangan peradaban manusia. 

Era globalisasi juga memberikan tantangannya tersediri terhadap pluralitas budaya. Nilai-nilai universal yang melandaskan pada rasionalitas barat hadir dan diterima di era globalisasi.
Budaya dan peradaban manusia berbagai jenis bertemu dan berinteraksi di era globalisasi. Hal ini tidak dapat terhindarkan oleh setiap masyarakat dimuka bumi ini.

Melihat kondisi tersebut, maka pemahaman lintas budaya atau yang lebih dikenal dengan Cross Cultural Understanding (CCU) adalah salah satu kompetensi yang dibutuhkan oleh manusia abad ini. Aktivitas manusia merupakan produk dari budaya, dan produk ini akan saling berinteraksi dalam masyarakat plural tanpa batas. Hal positif dan negative berinteraksi dengan cara pandang yang baru.

Budaya kekeluargaan orang Asia dipertemukan dan diperkenalkan dengan budaya individualistisnya orang barat (Amerika & Eropa). Budaya ketertutupan orang timur diperhadapkan dengan budaya keterbukaan orang barat. Dan masih banyak lagi pertemuan budaya antar kutub, bangsa dan suku bangsa di saat ini. Hal ini memungkinkan manusia perlu memahami budaya orang lain, agar dapat berkomunikasi secara efektif dan efesien. Dengan mengenal perbedaan budaya, aktivitas, kebutuhan dan kebiasaan, maka seseorang dibekali untuk memahami berbagai bentuk budaya, berkomunikasi dengan cara yang tepat dan tidak mengalami benturan budaya/ geger budaya (shock culture).

Konsep Budaya 

Dalam budaya ada konsep tentang identitas dan etnisitas yang merupakan hasil konstruksi sosial. Dengan konstruksi sosial tersebut tercipta label atau identitas tertentu, yang menyimbolkan asal, budaya dan ciri khas kelompok tertentu. Pentingnya identitas ini bagi sebuah kelompok suku bangsa dan etnik, karena menjadi kesinambungan masa lalu dan masa depan. Oleh karena itu, hampir semua identitas kultural, dalam kaitan dengan identitas ikatan persaudaran, ras, ataupun etnik, dibangun dalam konteks yang berhadap-hadapan dengan yang lain. 
   
Teori relasional mendasarkan pada pandangan bahwa kelompok etnik merupakan penggabungan dua entitas atau lebih yang memiliki persamaan maupun perbedaan yang telah dibandingkan dalam menentukan pembentukan etnik dan pemeliharaan batas-batasnya. Kesamaan-kesamaan yang ada pada dua atau lebih entitas yang disatukan akan menjadi identitas etnik. Menurut perspektif relasional ini, etnik ada karena adanya hubungan antara entitas yang berbeda-beda. Etnik tergantung pada pengakuan entitas lain di luar kelompok etnik tersebut.
 
Apa itu budaya popular?

Budaya populer adalah budaya sub standar yang mengakomodasi praktek budaya yang tidak memenuhi persyaratan budaya tinggi. Budaya populer merupakan budaya massa, yaitu budaya yang diproduksi oleh massa untuk dikonsumsi massa.

Budaya populer berasal dari pemikiran postmodernisme. Hal ini berarti pemikiran tersebut tidak lagi mengakui adanya perbedaan antara budaya tinggi dan budaya populer dan menegaskan bahwa semua budaya adalah budaya komersial.

Budaya memiliki peranan penting dalam era globalisasi saat ini, akan tetapi budaya memiliki hambatan yang dapat mempersulit dalam negosiasi dan berkomunikasi antar budaya.


Pentingnya Pemahaman Antar Budaya

Pemahaman antar budaya merupakan jembatan emas dalam menuju kesepahaman dalam perbedaan. Demi mencapai tujuan dalam berkomunikasi antar budaya, penting sekali untuk memahami budaya dari berbagai negara, daerah dan kelompok etnik. Pemahaman lintas budaya yang luas akan membantu para negosiator dan komunikator dalam melakukan dialog antar budaya. Pemahaman lintas budaya sebelum melakukan komunikasi lintas budaya akan meningkatkan peluang keberhasilan dari tujuan komunikasi tersebut. Pemahaman lintas budaya yang baik akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam negosiasi.

Selain dari memudahkan komunikasi lintas budaya, dengan memahami antar budaya, akan memudahkan seseorang membuat stratetgi untuk survive dalam lingkungan yang plural. Seseorang yang bertahan dalam berbagai situasi adalah mereka yang mau belajar dan menerima budaya orang lain. Dengan penerimaan seperti ini, tiap orang akan dimudahkan dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kemampuan adaptasi mampu menjadi strategi cerdas dalam mencapai sebuah tujuan kehidupan di lingkungan yang plural. 


Cara Berkomunikasi Antar Budaya

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia.
Upaya memahami Bahasa orang lain, merupakan bentuk dari komunikasi antar budaya. Komunikasi bertujuan untuk menyampaikan ide, gagasan, dan perasaan. Dalam komunikasi terdapat pesan-pesan atau informasi-informasi yang disampaikan. Dalam melakukan komunikasi antar budaya, ada menggunakan pendekatan dua jenis budaya dalam berkomunikasi, yaitu high culture context dan low culture context.

A. High Context Culture (budaya dengan konteks tinggi).
Budaya ini sangat bergantung pada isyarat non-verbal dan halus dalam komunikasi. Apa yang disampaikan belum tentu maknanya seperti yang terungkapkan. Dalam budaya Jawa, hal yang seperti ini sangat sering digunakan. Orang berkomunikasi dengan sanepa, isyarat mata, bahasa tubuh, dan lain-lain. 

B. Low Context Culture (budaya dengan konteks rendah).
Budaya yang ini sangat bergantung pada kata-kata untuk menyampaikan makna dalam komunikasi. Apa yang disampaikan, maknanya dengan dengan ucapan verbal. Oleh karena itu, biasanya orang dengan budaya seperti ini akan betul-betul memperhatikan apa yang dibicarakan oleh lawan bicaranya. 

    Selanjutnya, yang perlu diperhatikan juga adalah sikap dalam berkomunikasi. Yang dimaksud disini adalah bagaimana cara menghormati sikap berkomunikasi antar budaya, misalnya memperhatikan cara menyela pembicaraan, durasi dalam berbicara, apakah etis jika semua berbicara secara bersama-sama.
Dengan memperhatikan sikap-sikap ini, maka kita berupaya melakukan perbandingan budaya kita dengan budaya lain yang menjadi partner komunikasi kita. 


Penutup

Yang harus kita pahami adalah ketika kita memahami budaya bangsa lain bukanlah berarti menghilangkan budaya bangsa sendiri. Cross Cultural Understanding merupakan konsep dalam memahami komunikasi antar budaya, sehingga tercapai tujuan pembelajaran tingkat tinggi. Pada saat ini, pemahaman akan budaya dan karakter bangsa lain adalah sangat penting. Dengan memahami karakter bangsa lain, kita mampu menjadi pemimpin dalam ruang global.

Karena pemimpin mensyaratkan komunikasi yang dipahami oleh semua orang yang dipimpinnya. Cross Cultural Understanding menempatkan nilai kemanusiaan melampaui batas-batas etnik, negara dan suku-suku bangsa. Oleh sebab itu mari kita pelajari cross cultural understanding dengan baik!.

Ikuti tulisan menarik Annissa MiftahulJannah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler