Sudah Tepatkah Perubahan Libur dan Penghapus Cuti? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ferguso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 29 Juni 2021 13:09 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sudah Tepatkah Perubahan Libur dan Penghapus Cuti?


    Dibaca : 681 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pemerintah ubah libur dan hapus cuti bersama natal 2021 sudah tepat. Kenapa? Tentu masyarakat sudah tahu banyak informasi dan berita tentang lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

    Ini bukan mempersoalkan Idulfitri ya, namun masyarakat yang lalai akan menjaga protokol kesehatan.

    Ketika masyarakat menikmati hari libur yang panjang. Banyak masyarakat berlibur dan bergerak. Ke sana ke sini tanpa protokol kesehatan yang ketat.

    Ini justru berdampak lonjakan kasus Covid-19 sekarang ini. Banyak masyarakat yang terpapar. Apa lagi sekarang ini didominan usia produktif yang terpapar Covid-19.

    Penulis sangat setuju dengan kebijakan pemerintah mengubah libur nasional dan penghapusan cuti bersama pada Natal 2021.

    Sebab imbauan ini sudah tepat untuk menghentikan penularan COVID-19 di masyarakat.

    Lalu apa lagi yang masih perlu disokong oleh pemerintah? semua hal tersebut akan menjadi percuma, jika kita terus menghiraukannya.

    Wahai saudara setanah airku, yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran dari diri kita dalam bermasyarakat, dan kesabaran diri kita dalam menanggapi situasi yang ada, serta kemawasan diri untuk mengikuti kebijakan serta peraturan yang ada demi kepentingan bersama.

    Masyarakat dunia sudah setahun lebih memakai masker. Suara sirene ambulans dimana-mana, juga media dan media sosial yang diramaikan dengan pembatasan kegiatan serta angka pertambahan positif kasus covid-19 di Indonesia.

    Mau sampai kapan kita seperti ini ? Ayo kita ikuti apa yang sudah ditetapkan, jalankan setiap protokol yang telah ditentukan. Bersama kita bersatu padu memperbaiki dan melewati situasi saat ini. Bukan tentang dari siapa, oleh siapa, dan untuk siapa,karena kita adalah Indonesia. Bersama kita bisa.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, perubahan libur nasional dan penghapusan cuti bersama Natal 2021 merupakan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

    "Sesuai arahan Bapak Presiden untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait masalah merebaknya penularan dan penyebaran wabah Covid-19 yang sampai sekarang masih belum bisa dituntaskan secara baik," jelas Muhadjir.

    "Maka Bapak Presiden memberikan arahan agar ada peninjauan ulang terhadap masalah libur (nasional) dan cuti bersama," sambung.

    Adapun pemerintah menghapus cuti bersama Natal 2021 yang jatuh pada 24 Desember. Selain itu, pemerintah menggeser dua hari libur nasional keagamaan 2021.

    Pertama, libur tahun baru Islam 1143 Hijrih pada Selasa, 10 Agustus 2021 digeser menjadi Rabu, 11 Agustus 2021. Kedua, libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 19 Oktober 2021 diubah menjadi Rabu, 20 Oktober 2021.

    "Pemerintah memutuskan untuk mengubah 2 hari libur nasional dan meniadakan 1 hari libur cuti bersama," ucap Muhadjir.

    Keputusan ini disepakati oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. Lalu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

    Ikuti tulisan menarik Ferguso Kubangun lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 204 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro