Kembali Bangun RS Modular Covid-19, Pertamina Antisipasi Lonjakan Kasus Baru - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

Minggu, 18 Juli 2021 06:06 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Kembali Bangun RS Modular Covid-19, Pertamina Antisipasi Lonjakan Kasus Baru

    Pembangunan RS Modular Covid-19 Tanjung Duren berlangsung sejak tanggal 9 Jjuli dan ditargetkan rampung Agustus 2021. Proses pembangunan dilakukan oleh anak usaha Pertamina, PT Patra Jasa. Dari 300 kapasitas tempat tidur yang disediakan, sebanyak 128 tempat tidur untuk ruang perawatan. Lalu, 70 unit ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan IGD ICU, serta 104 unit khusus untuk di Gedung ICU.

    Dibaca : 636 kali

    Kondisi lonjakan penderita Covid-19 belum mengalami penurunan. Oleh sebab itu, segenap pihak terkait harus terus melakukan antisipasi. Hal paling penting dalam kondisi itu adalah menyediakan tempat isolasi bagi penderita Covid-19. Sebab sebelumnya, di banyak wilayah, jumlah ruang isolasi penderita Covid-19 sempat penuh.

    Upaya yang sama sedang dilakukan oleh Pertamina. Guna mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19, Pertamina Group kembali membangun Rumah Sakit (RS) Modular Darurat Covid-19 dengan kapasitas 300 unit tempat tidur. Fasilitas kesehatan itu berdiri di atas lahan seluas 4,2 hektare (ha) milik Pertamina yang berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

    Pertamina sebelumnya telah membangun dua RS Modular Darurat Covid-19 di halaman Hotel Patra Comfort Cempaka Putih dan Simprug, Jakarta.

    Pembangunan RS Modular Covid-19 Tanjung Duren berlangsung sejak Jumat (9/7/2021) dan ditargetkan rampung Agustus 2021. Proses pembangunannya dilakukan oleh anak usaha Pertamina, PT Patra Jasa. Dari 300 kapasitas tempat tidur yang disediakan, RS Modular Covid-19 Tanjung Duren akan mengalokasikan 128 tempat tidur untuk ruang perawatan. Lalu, 70 unit di ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan IGD ICU, serta 104 unit khusus untuk di Gedung ICU.

    Nantinya, RS Modular Covid-19 Tanjung Duren juga akan menjadi ekstensi dari RS Pelni yang merupakan anak usaha dari Pertamina Bina Medika (Pertamedika). Untuk memastikan pembangunan berjalan baik, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Sufmi Dasco melakukan pemantauan secara langsung ke lokasi. Ia didampingi oleh Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Dedi Sunardi.

    Selain itu, Direktur Utama Pertamedika Dr dr Fathema Djan Rachmat dan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Patra Jasa Litta Ariesca turut hadir dalam kesempatan tersebut. Saat kunjungan itu, Sufmi mengapresiasi peran Pertamina Group atas pembangunan RS Modular Covid-19 Tanjung Duren yang akan selesai dalam waktu singkat.

    "Kami apresiasi atas cepatnya pembangunan tersebut. Dalam waktu dekat, saya pikir fasilitas RS Modular Tanjung Duren sudah bisa dimanfaatkan secara bertahap. Kami lihat dari desain sudah baik. Selain itu, progres laporan harian juga tertata dengan baik," ujar Sufmi Dasco, Jumat 16 Juli 2021.

    Pertamina berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19. Dukungan tersebut dinyatakan dalam bentuk penambahan ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19.

    "Pada pembangunan ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik negara untuk melakukan sinergi antara Pertamina Group dan BUMN lainnya. Diharapkan dalam dua minggu ke depan, pembangunan ini dapat selesai secara bertahap," kata Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Dedi Sunardi.

    Selain RS Modular Covid-19 Tanjung Duren, Pertamedika juga mengelola RS darurat Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede. Saat ini Pertamina juga sedang mengkaji beberapa lokasi di Kota Bandung, Jawa Barat untuk pembangunan fasilitas darurat Covid-19.

    "Kami akan bersinergi dengan beberapa BUMN lain, seperti Kimia Farma, Telkom, dan Pindad untuk menyediakan fasilitas perawatan Covid-19," tutur Direktur Utama Pertamedika Dr dr Fathema Djan Rachmat.

    RS Modular Darurat Covid-19 Tanjung Duren akan dilengkapi negative pressure dan filter high efficiency particulate air (HEPA) agar udara yang keluar dari RS tetap aman untuk lingkungan. RS tersebut juga akan dilengkapi dengan ruang operasi, ruang laboratorium, radiologi (CT scan dan x-ray), instalasi farmasi, instalasi gizi, ruang sentral sterilisasi, ruang binatu, dan ruang pemulasaraan jenazah.

    Seperti pada RS Modular Simprug, RS Modular Tanjung Duren juga akan dilengkapi instalasi hemodialisis (terapi cuci darah) untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan cuci darah, serta ruang bersalin bagi ibu hamil positif Covid-19.

    RS Modular Tanjung Duren dibangun dengan memaksimalkan potensi lahan, sehingga ke depannya punya potensi untuk diperluas dan dikembangkan. Selain itu, sistem modular dipilih dengan menggunakan konsep pembangunan dengan prafabrikasi, yaitu diproduksi secara massal, lalu dikirim ke site dan dipasang sehingga dapat membantu percepatan pembangunan.

    Persiapan semacam ini harus terus dilakukan. Sebab kita tidak pernah tahu jika terjadi lonjakan berikutnya di masa mendatang. Langkah Pertamina merupakan salah satu contoh yang baik dalam menghadapi masa-masa berat yang entah sampai kapan akan terus menghantui ini. Namun dengan keyakinan dan upaya bersama, bangsa ini akan sanggup melaluinya.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.