Proyek Ekstraksi Aspal Buton, Proyek Strategis Prioritas Nasional? - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Aspal. Ilustrasi Pembangunan Jalan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Rabu, 1 September 2021 15:45 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Proyek Ekstraksi Aspal Buton, Proyek Strategis Prioritas Nasional?

    Aspal Buton adalah harta karun aset bangsa Indonesia yang sudah hampir 1 abad lamanya terpendam. Dan mirisnya sampai saat ini harta karun aspal Buton yang sangat berharga ini masih dibiarkan saja tetap terpendam sia-sia. Dimanakah akal sehat kita? Selama ini pemerintah fokus membangun infrastruktur jalan-jalan Tol di seluruh Indonesia menggunakan aspal minyak impor. Sebenarnya untuk siapakah jalan-jalan Tol ini dibangun?

    Dibaca : 1.338 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Aspal Buton adalah harta karun aset bangsa Indonesia yang sudah hampir 1 abad lamanya terpendam. Dan mirisnya sampai saat ini harta karun aspal Buton yang sangat berharga ini masih dibiarkan saja tetap terpendam sia-sia. Dimanakah akal sehat kita? Khususnya dimana Indonesia pada saat ini sedang mengalami krisis ekonomi yang paling parah. Baik itu krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Maupun krisis ekonomi akibat hutang-hutang pemerintah yang sudah menggunung, yang harus dibayar oleh anak-anak dan cucu-cucu kita kelak.

    Mengapa harta karun aspal Buton yang sangat berharga ini tidak kita berdayakan? Adakah yang bisa menjawab kegundahan hati ini?

    Selama ini pemerintah tetap fokus membangun infrastruktur jalan-jalan Tol di seluruh Indonesia dengan menggunakan aspal minyak impor. Sebenarnya untuk siapakah jalan-jalan Tol ini dibangun? Akal sehat kita mengatakan bahwa mengapa pemerintah tidak sejak dulu membangun Industri aspal Buton? Sehingga sekarang produk-produk aspal Buton ini sudah dapat kita manfaatkan untuk membangun infrastruktur jalan-jalan di seluruh Indonesia. Pemikiran akal sehat kita adalah sangat jelas bahwa yang pasti akan paling diuntungkan adalah rakyat Indonesia. Tetapi mengapa hal ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah? Adakah yang bisa menjawab kegundahan hati ini?

    Mengutip berita dari Tribunnewssultra.com tanggal 19 Juni 2021, dengan judul Kunker ke Buton, Ketua DPD RI La Nyalla Mataliti Bahas Aspal, Diberi Gelar Kehormatan, Ziarah Makam. Bapak La Nyala menyuarakan agar pemerintah membangun Pabrik Ekstraksi Aspal Buton sehingga kebutuhan aspal nasional bisa dipenuhi dari dalam negeri. Dengan demikian pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor aspal minyak.

    Adakah pemerintah mendengarkan suara dari Bapak La Nyalla ini? Kelihatannya tidak. Karena sampai saat ini masih belum terbaca ada berita di media yang menanggapi pernyataan Ketua DPD RI ini. Apa artinya ini? Ini berarti bahwa harta karun aspal Buton yang sangat berharga itu akan tetap dibiarkan saja terpendam selamanya. Toh tanpa adanya aspal Buton pun selama ini pembangunan infrastuktur jalan-jalan Tol tetap dapat terlaksana dengan mulus tanpa hambatan. Untuk apa peduli dengan aspal Buton? Untuk apa kita repot-repot memikirkan nasib harta karun aspal Buton yang masih terpendam? Biarkanlah saja aspal Buton itu damai berada di dalam bumi selamanya. Adakah yang bisa menjawab kegundahan hati ini?

    Aspal Buton adalah karunia Allah SWT yang maha besar untuk rakyat Indonesia. Akal sehat kita mengatakan bahwa sumber daya alam Indonesia yang lainnya, seperti minyak & gas bumi, batubara, nikel, timah, emas, tembaga, bauksit, dll. sudah sejak lama dieksploitasi untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Tetapi mengapa aspal Buton kok belum? Akal sehat kita tidak mampu memahami fenomena apa yang sekarang sedang terjadi dengan aspal Buton ini. Karena semua faktor pendukung untuk membangun Industri Aspal Buton sudah lengkap dan ada semuanya. Yang kurang hanyalah satu; yaitu kemauan politik dari pemerintah untuk dengan sangat bersungguh-sungguh memberdayakan harta karun aspal Buton yang sudah hampir 1 abad lamanya terpndam untuk mengubstitusi aspal minyak impor. Adakah yang bisa menjawab kegundahan hati ini?

    Pada saat ini yang masih menjadi Proyek-proyek unggulan, strategis, dan prioritas pemerintah adalah tetap pembangunan infrastruktur jalan-jalan tol di seluruh Indonesia. Padahal kalau kita mau berpikir dengan menggunakan akal sehat, membangun pabrik ekstraksi aspal Buton itu tujuan yang sebenarnya adalah untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan-jalan tol yang merupakan Proyek-proyek unggulan, strategis, dan prioritas pemerintah tersebut. Tetapi mengapa Proyek Ekstraksi Aspal Buton ini tidak dikategorikan sebagai Proyek Strategis dan Prioritas Nasional ?

    Apakah masukan dari Ketua DPD RI Bapak La Nyalla sudah didengar oleh pemerintah? Kalau sudah didengar, apa tindaklanjutnya? Kalau sudah didengar, tetapi tidak ada tindaklanjutnya, mengapa? Dan kalau tidak didengar, mungkin suara Bapak La Nyalla harus lebih keras lagi agar suaranya dapat terdengar jelas oleh pemerintah. Mungkin dengan membuat sebuah Petisi yang didukung oleh semua Provinsi-Provinsi di seluruh Indonesia sebagai tanda solidaritas kepada potensi sumber daya alam unggulan Provinsi Sulawesi Tenggara adalah usulan yang perlu menjadi pertimbangan yang seksama. Adakah yang bisa menjawab kegundahan hati ini?

    Perlu diingat bahwa 3 tahun lagi usia harta karun aspal Buton akan genap 100 tahun atau 1 abad di tahun 2024. Bapak La Nyalla harus mampu memanfaatkan momentum bersejarah ini dengan sebaik mungkin. Karena apabila Bapak La Nyalla sudah tidak menjabat lagi sebagai Ketua DPD RI, maka sekeras apapun Bapak bersuara tidak akan ada orang yang mau mendengarkan. Oleh karena itu, sekarang inilah waktu yang paling tepat. Mumpung Bapak masih dipercaya oleh rakyat untuk menjabat sebagai Ketua DPD RI, maka mohon suarakanlah hati nurani rakyat yang paling dalam ini. Yang paling penting dan utama adalah suara keras Bapak akan dapat didengar oleh pemerintah dengan baik dan jelas. Dan masalah apakah akan ada tindaklanjut atau tidak, itu bukan masalah Bapak lagi. Kewajiban Bapak sudah Bapak tuntas laksanakan dengan bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia. Dan rakyat Indonesia pun akan berterima kasih dan sangat menghargai upaya Bapak sebagai pejabat negara yang berani menyuarakan dan memperjuangkan harta karun aspal Buton. Adakah yang bisa menjawab kegundahan hati ini?

    Satu-satunya upaya yang dapat rakyat Indonesia lakukan sekarang ini adalah hanya berharap dan berdoa agar proyek ekstraksi aspal Buton dan proyek pembangunan infrastruktur jalan-jalan tol akan dapat bersinergi. Berjalan seiring dan setujuan. Sama-sama dapat menjadi Proyek Strategis Prioritas Nasional. Karena sebenarnya tidak ada yang sulit dalam hidup ini apabila kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia selalu ditempatkan di posisi yang paling depan. Masalahnya adalah karena mungkin ada kepentingan-kepentingan lain, selain untuk kepentingan rakyat Indonesia yang masih menjadi bahan pertimbangan. Tetapi seharusnya sudah tidak boleh ada pemikiran-pemikiran lain lagi, kecuali pemikiran bahwa semua upaya-upaya pemerintah hanyalah bertujuan untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia semata.

    Adapun pemerintah masih dapat berkuasa sekarang ini adalah karena telah diberi mandat oleh rakyat Indonesia. Oleh karena itu usulan Ketua DPD RI Bapak La Nyalla kepada pemerintah untuk membangun pabrik ekstraksi aspal Buton ini merupakan sebuah kasus yang paling fenomenal sebagai ajang pembuktian yang menantang. Apakah pemerintah masih sudi mau mendengarkan suara hati nurani rakyat Indonesia? Dan apakah pemerintah akan menindaklanjuti usulan ini untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia? Atau?

    Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.