Distro Kang Santri: Menyampaikan Pesan Damai Lewat Kaos - Humaniora - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Rabu, 20 Oktober 2021 11:44 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Distro Kang Santri: Menyampaikan Pesan Damai Lewat Kaos

    "Sholatullah salamullah, Ala Thoha Rasulillah, Sholatullah Salamullah, Ala Yasiin Habibillah", lantunan salawat menjadi rangkaian kalimat yang rutin dilafalkan setiap pagi dan menjelang malam. Setiap Subuh, Abdul Wahab kader muda NU terjaga dari tidur untuk menunaikan kewajiban. Meski dingin menusuk hingga tulang rusuk, dua rakaat Subuh tak pernah ditinggalkan.

    Dibaca : 471 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tak lupa, usai menunaikan kewajiban, Abdul Wahab selalu menyempatkan diri untuk membaca Kalam Ilahi, ada yang kurang rasanya jika melewatkan waktu 'mengobrol' dengan Tuhan. Pagi menyingsing, matahari mulai menunjukan jati dirinya. Memberikan kehangatan kepada setiap mahluk yang ada dibawahnya. 

    Abdul Wahab mulai beraktifitas, dirinya sibuk dengan dakwah di Tanah Papua. Iya, tempat Wahab menyampaikan amanat Nabi Muhammad SAW. Wahab yang cerdas melakukan berbagai metode dalam berdakwah. Selain cara konvensional dengan mengajarkan agama dari majlis ke majlis, pintu ke pintu, dirinya juga mendirikan "Distro Kang Santri". Betul, kaos yang paling banyak orang gunakan dalam aktivitas sehari - hari itu, disisipi dengan kalimat-kalimat dakwah yang sederhana dan mudah dipahami. 

    "Distro Kang Santri" ini pula lah yang membawa Abdul Wahab menjadi salah satu penerima penghargaan Santripreneur Award (SPA) pada 2018 lalu di Balai Kartini, Jakarta pada kategori kreatif. Abdul Wahab, pemuda asal Tegal, Jawa Tengah dan merupakan kader Lembaga Dakwah (LD) PBNU ini menjadi juara kategori kreatif melalui bisnis onlinenya, "Distro Kang Santri", keren. Tak tanggung - tanggung lho, Wahab berhasil menjadi yang terbaik dari 1000 lebih peserta yang mendaftarkan diri. 

    Salah satu yang membuat unik dari bisnisnya ini adalah terdapat pesan-pesan moral di setiap produknya. Di Distro Kang Santri ini, Wahab mencetak berbagai kaos yang mana di kaos inilah dirinya  dibantu teman-teman santri mencoba menorehkan pesan-pesan yang mengandung nilai perdamaian, kasih sayang, dan dakwah untuk jihad kami sebagai agen perdamaian. 

    Salah satu prinsip yang selalu Abdul Wahab pegang hingga beberapa kali mendapatkan juara adalah dia selalu berpikir bahwa keterbatasan akan menjadi kekuatan besar jika kita selalu husnudzon (berbaik sangka)  kepada Tuhan. Secara pendidikan, Wahab mengakui SMP saja tidak lulus, tapi bagi dirinya keterbatasan bisa menjadi kekuatan besar ketika mau optimis, belajar dan selalu mengedepankn husnudzon kepada Tuhan,

     Santripreneur Award merupakan ajang bergengsi yang digelar setiap tahun. Santripreneur Indonesia (SI) setiap tahunnya membuka kesempatan bagi pelaku usaha di bidang kreatif, perdagangan, jasa, serta boga.  Dari ribuan pendaftar yang berkompetisi untuk meraih perhargaan Santripreneur Award (SPA) 2018, hanya 3 pemenang yang  dipilih dari masing-masing kategori. Tidak hanya untuk santri atau alumni pesantren yang mempunyai usaha, acara ini juga terbuka untuk umum yaitu pengusaha Muslim yang baru atau pun sudah lama mendirikan usaha. Seleksi di ajang ini sangat ketat dan harus melalui beberapa tahapan untuk mendapatkan gelar juara. (*)

     

    Penulis : Maulana Yusuf

     

    h



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Suyatna, S.Pd

    1 hari lalu

    Surat dari Ibu

    Dibaca : 27 kali












    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.