Santri Siap Siaga Hentikan Pandemi Covid-19 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

sangpemikir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Oktober 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 11:30 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Santri Siap Siaga Hentikan Pandemi Covid-19

    PANDEMI Virus Covid-19 telah menyebabkan ribuan warga terpapar, bahkan sampai meninggal dunia. Di antara mereka adalah para kiai dan santri.

    Dibaca : 323 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Penyebaran virus ini menyebar melalui banyak klaster, termasuk  pondok pesantren. Menghadapi masalah tersebut, semua pihak dari pimpinan tertinggi negeri ini hingga tingkat terbawah turut memberi perhatian besar terhadap kesehatan para kiai dan santri.

    Tak kecuali Presiden Joko Widodo ikut turun tangan langsung meninjau pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid 19 di pesantren.

    Presiden berkeliling ke berbagai pesantren untuk memastikan program vaksinasi berjalan lancar.

    "Kita ingin melindungi mereka semuanya, memproteksi mereka, semuanya agar tidak terkena COVID yaitu dengan vaksinasi,” ujar Presiden saat meninjau proses vaksinasi di Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’Arrif, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/09/2021).

    Selain Kabupaten Aceh Besar, enam pondok pesantren di kabupaten/kota di Indonesia juga secara bersamaan melakukan kegiatan vaksinasi pada hari yang sama.

    Perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al Rifa’ie 2, Mustika dari Ambon, Maluku mengucapkan  terima kasih kepada Presiden karena dengan adanya vaksinasi, ia dapat berkumpul dengan teman-temannya.

    “Insyaallah kalau ada liburan nanti, beta pengin pulang ke Ambon. Beta su kangen baku dapa Mama, Bapa, dan ba saudara semua yang ada di sana. Satu kata untuk Bapak Jokowi, tabea Bapak,” ujar Mustika.

    Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Abdul Haris Nurdin, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas terlaksananya vaksinasi bagi santri ini. “Kami ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas terlaksananya vaksinasi massal untuk santri demi menggapai Indonesia sehat, Indonesia hebat,” ucap Abdul Haris.

     

    Momentum Hari Santri

    Pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan di pesantren hingga sekarang dan seterusnya. Dalam rangka memperingati Hari Santri  22 Oktober 2021, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) memberikan 20 ribu masker kepada Panitia Bakti Hari Santri.

    Terkait proses pembelajaran, Menko PMK Muhadjir Effendy meminta kepada pemerintah daerah untuk memprioritaskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

    "Saya mohon betul di sekolah-sekolah khususnya di Pondok Pesantren yang bisa melakukan sekolah tatap muka. Kalau daerah bisa memanfaatkan, ini peluang untuk mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan," kata Muhadjir saat  meninjau Pondok Pesantren Tri Bhakti Al-Falah Yukum Jaya dan SMP Muhammadiyah Boarding School Poncowati, di Kabupaten Lampung Tengah, beberapa waktu lalu.

     

    Protokol Pembelajaran di Pesantren

    Kementerian Agama juga mengeluarkan Surat Edaran Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Madrasah, Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam pada masa PPKM Covid-19 pada tanggal 30 Agustus 2021.

    Pesantren diharapkan menerapkan protokol kesehatan baik dalam penyiapan fasilitas, sarana prasarana pembelajaran, proses kedatangan santri, pola ibadah, pola pikir, pola interaksi dan pola belajar santri.

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik program vaksinasi di pesantren. Menteri Agama mengajak tokoh agama dan kelembagaan agama untuk bersama -sama ikut mensukseskan program tersebut.

    “Saya mengajak kiai, santri, pesantren serta tokoh agama, lembaga keagamaan dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menyukseskan vaksinasi,” ucap Yaqut dikutip dari laman Kemenag.

    Yaqut juga meminta agar tokoh agama tersebut ikut memberikan penjelasan mengenai maksud, tujuan dan pentingnya vaksinasi agar tidak ada lagi masyarakat yang menolak vaksin dengan berbagai alasan. "Para tokoh agama diharapkan memberikan pencerahan," lanjut Yaqut.

     

    Langkah Bijak Pesantren

    Banyak pesantren yang sudah melaksanakan protokol kesehatan.

    Sebut saja, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Jawa Timur, telah membiasakan para santri untuk menaati protokol kesehatan ketat. Antara lain, santri membiasakan mencuci tangan dengan benar, memakai masker, istirahat cukup dan membuka jendela kamar setiap hari agar terjadi terjadi pertukaran udara.

    Pesantren ini juga melarang kunjungan tamu dan keluarga santri. Paket kiriman untuk santri  harus disemprot disinfektan. Pesantren  menyediakan tempat cuci tangan setiap 200 meter. Santri bisa membaca poster cara mencuci tangan yang benar. Santri juga diminta  selalu menjaga jarak.

    Tak hanya menaati protokol kesehatan yang berlaku, pesantren Gontor juga menggelar vaksinasi. Bahkan Gontor telah meresmikan rumah sakit baru milik mereka, yakni Rumah Sakit Yasyfin untuk mendukung kesehatan santri dan warga sekitar.

    Sedangkan Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Sukoharjo, Jawa Tengah menyediakan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran tatap muka terbatas. Antara lain, pesantren menggelar vaksinasi, menyediakan cadangan masker, tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermo gun serta suplemen dan nutrisi tambahan.

    Pesantren pun melakukan tes screening kesehatan di Assalaam Medicare (AMC) untuk santri yang baru kembali ke asrama.

    Selain untuk kepentingan santri, Pondok Pesantren Assalaam ini juga  membagikan 600 paket nasi box, vitamin, masker, serta 200 paket sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

    Lain lagi dengan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, Jawa Barat yang membantu pembangunan fasilitas cuci tangan dan antiseptic chamber di berbagai daerah. Para santri juga membantu penyemprotan disinfektan untuk  ratusan masjid dan fasilitas umum milik masyarakat.

     

    Robot Karya Santri 

    Pandemi Covid-19 ini menginspirasi dua santri pondok pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur untuk menciptakan robot pendeteksi dini penyebaran virus corona.

    Syahrozad Zalfa Nadia dan Muhammad Qaushar Fathin  menciptakan robot  dengan nama Amanatul Ummah Corona Detected atau ‘Amanum Cordet’. 

    Amanum Cordet menggunakan tiga buah sensor infra merah. Satu sensor untuk mengukur suhu tubuh, dan dua lainnya untuk mendeteksi masuk dan keluarnya warga pesantren.

    Robot ini juga dilengkapi sanitizer otomatis dan dapat merekam mobilitas. Selain itu robot bisa mengukur kapasitas untuk mengetahui kuota yang tersedia.

    Apabila suhu pengunjung terdeteksi di atas 37,5 derajat celcius, maka ia tidak diperkenankan masuk dan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    “Apabila suhu pengunjung terdeteksi di bawah 37,5̊C dan kapasitas pengunjung masih tersedia, pintu akan otomatis terbuka dengan terlebih dahulu hand sanitizer menyemprot secara otomatis,” kata Syahrozad Zalfa Nadia, dikutip dari laman Kemenag.

    Berbagai inovasi diharapkan akan terus bermunculan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

    Pada prinsipnya,  pencegahan penyebaran Covid-19 di pesantren membutuhkan upaya bersama secara berkesinambungan. Upaya ini

    melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, serta peran aktif pesantren itu sendiri. ****

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.080 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.