A Man with the Movie Camera(1929) - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi alat film. Pixabay.com

Risti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Minggu, 14 November 2021 05:23 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • A Man with the Movie Camera(1929)

    Setia pada fakta dan data, jadi prinsipnya film dokumenter maupun berita dibuat berdasarkan fakta dan tuntutan untuk setia kepada fakta tersebut. Dalam film dokumenter subjektifitas meruapkan elemen yang tak terhindarkan, sedangkan objektifitas adalah hal yang semu, sederhananya pembuatan film dokumenter adalah kegiatan yang meliputi serangan pilihan signifikan mengenai apa yang akan direkam.

    Dibaca : 275 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

     

     MENGAMATI

    A Man with the Movie Camera(1929)

     

     

     

     

    Oleh :

     

      Risti Yuliana                           

     

     

    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    • Latar Belakang

     Ada banyak cara yang dilakukan oleh para pembuat film dokumenter dalam mendefinisikan apakah sesungguhnya yang mereka kerjakan film dokumenter mengungkap kejadian menggunakan fakta dan tata. Setia pada fakta dan data, jadi prinsipnya film dokumenter maupun berita dibuat berdasarkan fakta dan tuntutan untuk setia kepada fakta tersebut. Dalam film dokumenter subjektifitas meruapkan elemen yang tak terhindarkan, sedangkan objektifitas adalah hal yang semu, sederhananya pembuatan film dokumenter adalah kegiatan yang meliputi serangan pilihan signifikan mengenai apa yang akan direkam. Salah seorang bapak film dokumenter yaitu John Griersen menyatakan bahwa film dokumenter adalah penggunaan cara-cara kreatif dalam upaya menampilkan kejadian atau realita. Bentuk dokumenter ini menampilkan pesan kepada penonton secara langsung. Setiap film dokumenter berangkat dari ide. Umumnya film dokumenter berdurasi panjng dan diputar dibioskop atau pada festival.  Sebagaimana dinyataka diatas film dkumenter merupakan karya film berdasarkan ralita atau fakta perihal pengalaman hidup seseorang atau peristiwa. Tema film dokumentertidak sepeneuhnya mengacu pada peristiwa aktual, terkadang tema dokumenter justru bermula dari peristiwa yang tidak aktual- yang kemudian menjadi aktual justru setelah direpresentasikan melalui film dokumenter. Film dokumenter memiliki beberapa karakter teknis yang khas memiliki tujuan utama unteuk mendapatkan kemudahan,kecepatan, fleksibilitas, efektifitas serta otentitas peristiwa yang akan direkam.

     

    • Identifikasi Topik
      • Esay atau pandangan dari sudut film yang berjudul The Man with the Movie Camera(1929) .
      • Logika penalaran dalam film A Man with the Movie Camera(1929) .

     

     

     

     

    • Tujuan Penulisan
      • Akan bertambahnya ilmu tentang film dokumenter.
      • Dengan adanya tugas ini diharapkan lebih memahami tentang film dokumenter dalam negeri maupun luar negeri.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    BAB II

     A MAN WITH THE MOVIE CAMERA (1929) 

    2.1 Paparan Topik

     Paparan topik yang ada dalam film A Man with the Movie Camera(1929). Tentang kehidupan Uni Soviet  yang masih asli dan sesuai dengan film dokumenter pada umumnya dalam film dokumenter ini tentang kehidupan kota Uni Soviet dari seorang warga yang biasa sampai kegiatan warga yang kegiatanya cukup padat. Dari kegiatan di jalan sampai kegiatan yang berada di pabrik. Dan dalam kegiatan warga diceritak detail dan harus jelih dalam melihat film dokumenter ini. Dimana sang pembuat juga ikut ambil bagian dalam mengerjakan film dokumenternya. Kehiduapn warga Uni Soviet dengan keterampilannya dan realita pada tahun 1929 masih belum mengenal yang namanya etika dan tata krama. Tetapi itu bukan dalam negeri jadi sah-sah saja jika realita pada tahun 1929 di negara tersebut.

    2.2 Sudut Pandang                     

     Sudut pandang dalam film A Man with the Movie Camera(1929) , dalam film tersebut menggunakan musik orkestra yang dipadukan dalam film tersebut membuat film tersebut menjadi lebih dramatisir dan dengan bantuan backsound tersebut membuat film dokumenter tersebut menjadi menarik pada tahun 1929 karena pada tahun tersebut masih jarang yang menggunkan multi kamera sehingga film tersebut layak menjadi acuan referensi film dokumenter baik. Dalam film dokumenter ini teknik editting juga sudah mempergunakan mungkin masih dengan software linear tetapi sudah lebih baik dan tidak rancu.

    2.3 Fakta Yang Ada

    Fakta yang ada dalam scene pada waktu 5 menit pertama sudah menampilkan gambar tentang kehidupan masyarakat pada scene tersebut mengambil suasana kota dan itu tanpa settingan atau disekenario, banyak kejadian tentang kegiatan di kota maupun yang ada di dalam rumah, dalam kegiatan bangun tidur smapai cuci muka. Dari kegiatan yang berada di pabrik serta kegiatan yang berada di rumah sakit ketika ada yang melahirkan. Dan ada yang kecelakaan, serta sang kameramen pun juga ikut terjun dalam mengambil gambar secara mainstrem. Itu menandakan bahwa film dokumenter yang dibuat sangatlah totalitas pada tahun 1929 itu sudah mampu membuat film dokumenter dengan totalitas.

     

    2.4 Logika Penalaran

    Dalam logika penalaran dalam tahun 1929 sudah mampu membuat film dokumenter yang cukup maistrem dangan kata lain cara pengambilam gambar yang tidak tanggung-tanggu banyak scene yang menunjukan dalam film A Man with the Movie Camera(1929)  tersebut. Serta kehidupan warga Uni Soviet yang berbanding terbalik jika pada generasi sekarang pada tahun tersebut benar-benar sangat real dalam mengambil gambar banyak scene yang secara tidak langsung untuk di konsumsi pada generasi yang sekarang. Kegiata mandi, dipantai berjemur, berlulur lumpur dan bukan maksud dengan kata tidak sopan ada adegan yang setengah telanjang serta kegiatan orang saat melahirkan. Untuk adegan tersebut sudalah dilarang pada saat ini. Tetapi dalam film ini sungguh menggunakan totalitas.

    Dan saat film tersebut jadi banyak dengan jelas di lihat teknik editting yang pada tahun tersebut sebenarnya masih sulit untuk di lakukan karena editting menggunakan multi kamera dan teknik editting dengan cut on beat yang di padukan dengan musik klasik ala Uni Soviet. Serta teknik editting dengan cara contiunity yang berkesinambungan dengan kegiatan olah raga yang berbeda-beda membantu film dokumenter tersebut menjadi lebih asik untuk ditonto. Film dokumenter garapan Dziga Vertov menjadi ispirasi.

     

    2.5 Prosentase 

    Prosentasi dari film Dziga Vertov yang berjudul film A Man with the Movie Camera(1929) . untuk tahun 1929 sekitar 90% dari 100% yang dipahami karena masih ada yang dilakukan kesalahan saat pengambilan. Serta teknik editing yang pada tahun tersebut sudah sangant baik dengan teknik editting den cerita yang dibuat dengan benar-benar nyata tanpa ada campur tangan sekenario.

     

     

     

     

     

    BAB III

    KESIMPULAN

     

    3.1 Penjelasan Ide Yang Telah dibahas

    Ide yang dibuat kreatif dengan cara menceritakan kehidupan yang nyata dan apa adanya membuat film tersebut memiliki banyak bobot menjadi referensi film dokumenter yang patut ditonton dengan ide yang cermelang menandakan film dokumenter yang dibuat dengan totalitas. Serta ide dalam editting yang diselingi dengan adanya stop motion mebuat film  A Man with the Movie Camera(1929),  Menjadi rekomendasi untuk ditonton. 

    3.2 Ringkasan Isi

    Paparan topik yang ada dalam film A Man with the Movie Camera(1929). Tentang kehidupan Uni Soviet  yang masih asli dan sesuai dengan film dokumenter pada umumnya dalam film dokumenter ini tentang kehidupan kota Uni Soviet dari seorang warga yang biasa sampai kegiatan warga yang kegiatanya cukup padat. Dari kegiatan di jalan sampai kegiatan yang berada di pabrik. Dan kegiatan nyata dan tidak ada yang di sensor membuat film ini menjadi dokumenter realistis.

    3.3 Saran

    Untuk lebih giat dalam mencari informasi tentang film dokumenter dari seluruh dunia untuk menjadi inspirasi dalam merancang film dokumenter nantinya. Sering mencari sumber film dokumenter terbaik di youtube atau Universitas lain yang berbasik perfilman.

    3.4 Solusi

    Dengan membuat film dokumenter diharapkan mampu menambah ilmu pengetahuan serta banyak menyediakan buku-buku tentang dokumenter di perpustakaan. 

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ayawaila Gerzon.2008 Dokumenter dari ide sampai produksi Jakarta:FFTV-IKJ Press

    Tanzil Candra. Dkk 2010 Pemula dalam film dokumenter gampang-gampang susah Jakarta: IN-DOCS Jakarta Pusat

    https://en.wikipedia.org/wiki/Man_with_a_Movie_Camera/18/09/2015/11.50

    www.youtube.com/ 18/09/2015/11.50

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.