Belajar Pada Hikayat Rusa - Analisis - www.indonesiana.id
x

Rurin Elfi Farida

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2021

Jumat, 19 November 2021 06:17 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Belajar Pada Hikayat Rusa

    Kisah inspiratif sebagai sumber motivasi bagi sesama dalam kehidupan dunia yang fana.

    Dibaca : 484 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Alkisah seekor rusa betina tengah hamil tua. Perut besarnya membuatnya tak leluasa berlari kencang seperti biasanya. Suatu hari, si Rusa pergi ke hutan rimba berniat hendak melahirkan anaknya di sana. Tapi apa hendak dikata, Rusa yang hamil tua terduduk kelelahan. Hutan yang hendak ditujunya terbakar karena musim kemarau yang tak kunjung reda. Betapa terkejutnya saat ia menoleh ke arah kanan, seekor harimau ganas siap memangsa dengan cakar ganasnya.  Ketika hendak berlari ke arah kiri, terlihat jelas seorang pemburu tengah mengarahkan anak panah ke arahnya. Rusa surut ke belakang, tapi ternyata di belakangnya air terjun dengan aliran sungai yang sangat deras. Sungguh malang si Rusa betina. Kelemahan yang bertambah-tambah semakin ia rasakan karena kehamilannya yang tinggal menunggu waktu saja.

    Akhirya, Rusa terduduk lemah dan pasrah. Ia hanya fokus pada bayi yang akan dilahirkannya. Hingga tiba-tiba,kilatan petir dan hujan deras datang tanpa disangka. Sang pemburu yang terkejut tanpa sengaja melesatkan anak panahnya yang langsung mengenai harimau sehingga mati seketika. Api besar yang membakar hutan pun padam seketika. Akhirnya bayi rusa yang jelita lahir dengan selamat ke dunia.

    Saudaraku, demikian pula kehidupan kita. Ada suatu masa dimana semua masalah terasa membebani kita. Tuntutan pekerjaan, masalah keuangan, lilitan hutang, berselisih dengan saudara, permasalahan anak dan masih banyak hal yang membuat kita merasa sebagai orang paling malang sedunia.  Seperti halnya induk rusa yang pasrah dan fokus pada kelahiran anaknya, maka berbuatlah seperti itu juga. Fokuslah pada apa yang bisa kita kerjakan dan pasrahkan segalanya kepada Tuhan Sang Pengatur segala urusan. Jangan pernah katakan bahwa masalahku yang paling besar, tapi katakanlah : Wahai masalah, aku punya Tuhan Yang Maha Besar yang akan menyelesaikan segalanya. Biarlah Tuhan menjadi penentu akhir jalan hidup dan kehidupan kita.

    Ikuti tulisan menarik Rurin Elfi Farida lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.