Independent Learner: Waspadai Sikap Selingkuh Belajar - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Pembelajaran diera moderen tidak akan luput dengan penggunaan Gadget dan internet. Ibarat paketan, maka ada gadget ada internet. Namun jika siswa selingkuh Belajar, apakah guru tergerak untuk mengatasinya?. Wallahu alam

Bahar Sungkowo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Kamis, 25 November 2021 11:53 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Independent Learner: Waspadai Sikap Selingkuh Belajar

    Berbicara independent Learner atau pemerdeka belajar adalah figur yang diberikan kebebasan dan kemerdekaan dalam belajar. Makna bebas merdeka dalam belajar adalah tidak lepas kontrol dan dibiarkan begitu saja, namun perlu pengawasan melekat yang bumanis agar tidaka ada perselingkuhan dalam belajar. Bagaimana guru mensikapi perselingkuhan belajar dalam program Independent Learning dalam kegiatan belajar mengajar?. hal ini akan dibahas dalam tulisan ini.

    Dibaca : 146 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mas Mentri Nadiem Makarim adalah sosok mentri yang berpikir lugas dan lentur akan peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia. Sebut saja Rencana Pelaksanaan Pendidikan (RPP) satu halaman jelas penikiran dan terobosan baru yang memudahkan guru dalam persiapan pembelajaran. Konsep RPP yang berhalaman-halaman, dipangkas hanya satu halaman saja. Begitupun proses siswa mencari bahan belajar, informasi belajar dan penunjang pembelajaran lainnya. Penggunaaan perangkat moderen seperti HP, Tablet, dan Laptop dengan internet yang cepat dan kuat, menjadikan suatu kemudahan dalam belajar.

    Merdeka belajar adalah jargon yang menjelaskan bahwa guru dan peserta didik memiliki kebebasan dan kemerdekaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Sebagai guru, merdeka dalam mengakses informasi, berkreasi dalam merencanakan pembelajaran serta evaluasi pembelajaran. Disisi peserta didik, memiliki kebebasan dalam mengakses informasi melalui internet dan non internet, serta aktif berkarya dengan produk pembelajaran yang baik. Penggunaan laptop atau Handpone dengan akses internet, memudahkan siswa dalam belajar berkonsep merdeka belajar atau independent learning. Ada hal positif , dan ada hal yang negatif dalam pelaksanaan independent learning atau merdeka belajar dalam pembelajaran PJJ atau PTM terbatas. Dampak positif wajib ditingkatkan dan dipertahankan, sedangkan dampak negatif ini yang harus disikapi dengan sigap dan cepat.

    Sebagai seorang pengajar di sekolah bonafid di bilangan Kabupaten Sukabumi, sekolah boarding school berbasis Islam yang menerapkan konsep Independent Learning dimana siswa menggunakan laptop (One Student One Laptop) dengan pembelajaran tatap muka dengan level SMP, merasakan kendala-kendala yang mungkin juga dirasakan oleh rekan-rekan guru. Kendala terberat adalah saat pembelajaran jarak jauh dengan daring menggunakan LMS Google Classroom dimana peserta didik tidak mengacuhkan pembelajaran dengan beraninya menonaktifkan kamera saat guru sedang menjelaskan materi. Guru hanya memperingatkan dan mengultimatum atas kelakuan peserta didik tersebut. Suasana learning loss sangat dirasakan dan penurunan capaian pembelajaran sangat dirasakan penulis dan guru. Lalu bagaimana setelah pembelajaran tatap muka ini?

    Dalam pembelajaran tatap muka di sekolah, penulis merasakan kendala seperti PJJ masih ditemukan, hanya saja bentuknya lebih halus. Dalam pembelajaran yang wajib diterapkan di sekolah dengan independent learning, guru dan peserta didik berproses dalam pembelajaran sinkron dengan laptop dan internet. Guru sudah mewanti-wanti untuk berlaku integritas dalam penggunaan internet tapi, ada saja yang masih selingkuh belajar.

    Apa itu selingkuh belajar?. Selingkuh belajar adalah berpaling dari materi pembelajaran dengan mengakses situs lainnya. Peserta didik melakukan curi-curi waktu dalam belajar dengan membuka game online, sosial media, youtube, dan situs belanja online. Perbuatan ini adalah perbuatan selingkuh belajar yang disengaja oleh peserta didik. Bagaimana guru mensikapi selingkuh belajar dalam pembelajaran tatap muka dengan laptop dan internet?. Masing-masing guru ada tips dan trik nya dalam mengatasi selingkuh belajar ini. Penulis akan memaparkan kiat dan cara penulis untuk mengantisipasi selingkuh belajar sebagai berikut :

    A. Berikan doktrinasi dan Brain Washing.

    Caranya adalah dengan menerapkan langkah BASUA. Apa itu langkah Basua?. berikut penjelasannya :

    1. B = Bangun Komitmen dengan kontrak kerja diawal semester.

    2. A = Adakah doktrinasi dan Brain Storming dengan menyusun pakta integritas dan mantra yang berbunyi :"kami bukan pelaku learning loss dalam belajar" diucapkan dalam perenungan mendalam. Pakta integritas berisikan ikrar untuk fokus, tidak selingkuh dan anti learning loss

    3. S= Sadari konsekwensi selingkuh belajar. Jika kedapatan melakukan hal Sembel satu kali diperingatkan, kedpatan dua kali diberikan kartu kuning, kedapatan ketiga kali, laptop disimpan selama seminggu. Itu harus disadari oleh peserta didik.

    4.  U= Unjuk belajar pro aktif. Peserta didik wajib menunjukkan belajar proaktif, sehingga komitmen dan integritas serta ikrar terjaga.

    5.   A = Aktif berkarya. Peserta didik diperbanyak dengan berkarya dan berkarya, hal ini adalah untuk menghindari selingkuh belajar dan cegah learning loss.

    Disamping BASUA, hal yang menjadi tindakan preventif dalam cegah selingkuh belajar dan learning loss adalah :

    a. Berkoordinasi dengan staff IT sekolah untuk menutup konten-konten sosmed dan Youtube, jika seizin guru bisa diakses dan dibuka. Penggunaan internal LMS dengan Moodle diupayakan agar siswa lebih fokus dalam belajar.

    b. Setiap awal semester seluruh laptop peserta didik diperiksa dan dibersihkan dari konten-konten yang tidak sesuai dengan pembelajaran. Juga setiap kepulangan siswa, seluruh laptop dibersihkan dan diamankan dari konten-konten baik file, folder dan link akses, semua dihapus dan dibersihkan.

    c. Pelanggaran tegas, dengan laptop dipulangkan dan tidak diperbolehkan untuk digunakan.

    d. Adanya penyuluhan dan nasehat agar jangan jadikan Laptop sebagai berhala hawa nafsu, menjadikan laptop sekedar hiburan dan upaya tindakan penyelewengan kepercayaan orang tua kepada peserta didik dengan menyia-nyiakan biaya dan waktu yang didukung oleh orangtua. 

    d. Mengadakan Qiyamullail dan tausiah untuk meningkatkan hapalan dari pada perbuatan Lagwi dengan laptop dan internet.

    Demikian beberapa kiat dan upaya mencegah peserta didik selingkuh belajar di masa pembelajaran tatap muka. Bagaimana dengan rekan-rekan. Ditunggu inspirasinya yaa. Wallahu alam...

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.