Meningkatkan Profesionalitas Guru Guna Mengatasi Learning Loss Di Masa Pandemi Covid-19

Jumat, 26 November 2021 08:29 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Artikel ini mencoba menggambarkan kinerja yang dihasilkan Penulis dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk mengatasi learning loss di masa pandemi Covid-19. Dengan harapan dapat lebih memotivasi dan meningkatkan profesionalitas guru melaksanakan profesi kependidikannya untuk mengadapi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan era adapatasi kebiasaan baru sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

SMPN 1 Buntulia adalah salah satu satuan pendidikan jenjang SMP berada di Desa Taluduyunu Utara, Kec. Buntulia, Kab. Pohuwato, Gorontalo. Pada masa pandemi Covid-19, SMPN 1 Buntulia sempat mengalami keterbatasan pelayanan pendidikan ke peserta didiknya, termasuk pada mata pelajaran matematika. Hal ini disebabkan adanya kebijakan penutupan layanan pendidikan di sekolah sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 oleh pemerintah setempat.

Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242 /2021, Nomor 440-717 Tahun  2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, diputuskan untuk mendorong satuan pendidikan melakukan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi learning loss selama masa pandemi Covid-19 melanda. Berdasarkan kebijakan tersebut maka SMPN 1 Buntulia juga melakukan proses layanan PTMT dengan memadukan pembelajaran baik secara daring maupun luring.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Diawal pelaksanaan PTMT terdapat beberapa kendala dalam proses transfer knowledge, termasuk sedikitnya waktu belajar peserta didik saat PTMT. Harus diakui peserta didik lebih banyak aktivitasnya di rumah selama layanan PTMT dilakukan. Maka dari itu diperlukan sebuah terobosan agar proses layanan PTMT tetap berjalan maksimal khususnya pada mata pelajaran matematika sehingga peserta didik tidak kehilangan kesempatan belajar secara efektif. Adapun terobosan yang dilakukan adalah:

  1. Membuat kelas maya dengan memanfaatkan google classroom.
  2. Mengajak sesama rekan pendidik di lingkungan SMPN 1 Butulia untuk sama-sama memanfaatkan google classroom secara masif.
  3. Membuat tutorial dalam bentuk playlist tentang penggunaan google classroom baik bagi peserta didik maupun untuk sesama pendidik di lingkungan SMPN 1 Buntulia yang dapat diakses di channel youtube Teras Berbagi.
  4. Membuat materi pembelajaran dalam bentuk video yang kemudian diunggah ke channel youtube Teras Berbagi untuk kemudian dibagikan ke peserta didik melalui google classroom.
  5. Membantu rekan-rekan sesama pendidik yang mengalami kendala dalam mengakses materi khususnya dari internet untuk dibagikan ke peserta didik melalui google classroom.

Selama pelaksanaan PTMT dijalankan, terdapat beberapa hal yang perlu dievaluasi, di antaranya adalah:

  1. Terdapat beberapa peserta didik yang tidak memiliki
  2. Adanya sebagian besar peserta didik yang memiliki smartphone tapi tidak memiliki pulsa data.

Adapun langkah yang ditempuh untuk mengatasi hal di atas adalah:

  1. Mengondisikan peserta didik yang belum memiliki smartphone untuk bergabung ke rekannya yang memiliki smartphone atau meminjam ke sanak keluarga terdekat.
  2. Mengajukan permohonan ke pihak sekolah agar dialokasikan dana guna pengadaan pulsa data bagi peserta didik tertentu melalui dana BOS. Alhamdulillah untuk saat ini pulsa data tidak perlu lagi dianggarkan melalui dana BOS, karena sudah teratasi dengan adanya bantuan kuota data internet langsung dari

Harus disadari bahwa optimalisasi penggunaan TIK dalam pembelajaran sangat diperlukan, terutama pada masa pandemi saat ini. Oleh sebab itu, sebagai pendidik, dalam rangka memberikan layanan terbaik dalam proses pembelajaran, saya berupaya meningkatkan kompetensi dalam hal optimalisasi TIK dimaksud salah satunya dengan mengikuti pelatihan Google Workspace for Education oleh Google Master Trainer bersama GTK Kemdikbud yang diselenggarakan secara online dari tanggal  7 s.d. 10 April 2021 dengan durasi 32 JP. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari peningkatan pelayanan PTMT di SMPN 1 Buntulia juga pelatihan-pelatihan serupa yang telah diikuti sebelumnya, di antaranya:

  1. Pembelajaran Daring dengan Media Daring Digital Sekolah oleh LPMP Gorontalo, pada 30 Maret s.d. 2 April 2020 secara Daring dengan durasi 32 JP.
  2. Diklat Daring Google Classroom dan Quizizz #2 oleh Perkumpulan Matematika Nusantara, pada 30 Maret s. 5 April 2020 dengan durasi 44 JP.
  3. Workshop Nasional Online Membuat E-Learning Sekolah Menggunakan Moodle Tahap 6 oleh IGI Gresik, pada 27 April s.d. 3 Mei 2020 dengan durasi 32 JP.
  4. Pelatihan Daring Menjadi Pendidik Digital di Masa Covid-19 Oleh Komunitas Koordinator Virtual Indonesia didukung oleh Ditjen PSMK Kemendikbud RI, pada 20 s.d. 30 April 2020 secara online dengan durasi 32 JP.
  5. Webinar Pendidikan oleh UPT SMAN 2 Enrekang, bekerjasama dengan Negeri Cerdas secara online, pada 4 s.d. 7 Juni 2020 dengan durasi 32 JP.
  6. Kegiatan Workshop Pembuatan Video Animasi Pembelajaran oleh Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Luwu Utara, pada 3 s.d. 10 Juni 2020 dengan durasi 32 JP.
  7. Program Sertifikasi Hafecs 32 JP dengan topik Higher Order Thingking Skills (HOTS) oleh Hafecs secara Online, pada 16 s.d. 19 Juni 2020.
  8. Bimbingan Teknis Mengelola Pembelajaran bagi Guru, Dosen, dan Tenaga Kependidikan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Enrekang, pada 1 s.d. 4 Juli 2020 dengan durasi 36 JP.
  9. Pelatihan Pemanfaat Microsoft Office 365 dalam Pembelajaran yang diselenggarakan oleh PT Microsoft Indonesia dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), pada 5 s.d. 10 Juli 2020 dengan durasi 32 JP.
  10. Pelatihan E-Pensa (Penalaran Spasial) Guru Matematika SMP oleh P4TK Matematika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 17 s.d. 29 Juli 2020 dengan durasi 36 JP.

Semua hal di atas hanya merupakan usaha kecil penulis dengan harapan dapat lebih  memotivasi dan  meningkatkan profesionalitas guru melaksanakan profesi kependidikannya untuk mengadapi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dan era adapatasi kebiasaan baru sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.. Semoga bermanfaat.

 

“Pendidikan Unggul untuk Indonesia Maju, mari Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Rinto Bouti

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler