Reuni, CLBK yuk! - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Stevy umar

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Kamis, 2 Desember 2021 17:15 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Reuni, CLBK yuk!

    Reuni menciptakan banyak cerita. pertemuan dengan sahabat, teman sekolah, teman kampus bahkan mantan menghadirkan kesan tersendiri. Reuni awal dari terciptanya CLBK, dari jatuh cinta sampai patah hati bisa dialami semua orang yang terlibat dalam Reuni. Reuni bisa jadi awal dan akhir sebuah hubungan.

    Dibaca : 186 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Namaku Reuni Praditya Kusuma, nggak pakai Bangsa, dikiranya nanti Aku terlalu nasionalisme. Aku seorang guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama didaerah pelosok, mengabdi sebagai guru menyenangkan sekaligus menantang. Aku heran kenapa banyak rekanku menghalalkan segala cara untuk pindah dari tempat ini. kata orang tempat ini surganya dunia, alamnya begitu indah. tapi kok masih ada yaa...! orang yang nggak betah. terbiasa di kota sih.

    Kekota khan bisa saat liburan supaya ada suprisenya, dari kampung ke kota khan asyiik juga, jangan dikota terusss...sekali-kali main di kampung biar dapat tuh, pengalaman susah senangnya tinggal di pelosok desa yang susah air, susah jaringan itu sih sebagian kecil dukanya tinggal di pelosok tapi senangnya hati jadi tentram dan damai. dan yang paling aku banggakan, orang-orang desa lebih care dan menghormati kita yang pendatang. disambutnya seperti tamu istimewa , dimana di kota besar jarang kita temui. "so...masih mau pindah?."  itu sedikit cerita tentang tempat tugasku.

    Fenomena aneh sedang terjadi di negara kita, tiba-tiba tidak ada hujan , tidak ada badai hubungan harus kandas!, suami-istri bertengkar karena salah paham. Foto pasangan dibanting kelantai plakk…hancur lebur berserakan menyisahkan pecahan kaca halus yang menusuk, aduuuhh….maa…perihnya minta ampun. Umpatan dan cacian bagai peluru tajam menembus jantung, sakiiittt sekaliii… sampai berdarah-darah. Semuanya berujung pada “PERCERAIAN”.

    Pacar sengaja ditinggal ditengah jalan dan tiba-tiba terima chat “PUTUS” hanya karena ketemu lagi dengan mantan diacara ini.  Aduuhh….pusing, nggak! tapi ada juga yang hatinya berbunga-bunga karena hadir di acara ini. Penasaran khan?. Acara ini kebetulan kembaran namaku, tebak sendiri, ya..!

    “Wajahku tergolong Cantiikk…putih, mulus, tapi nggak pake suntik pemutih lho…Akunya baik, penyayang, suka menolong dan rajin menabung, hehehe….” Itu kelebihanku, kekuranganku adalah semua kelebihanku tidak bisa menutupi kekuranganku yakni belum menikah.

    Fisik sudah Ok!, Pekerjaan, apalagi!. Aku seorang guru dengan status PNS. Tidak bermaksud sombong, Akulah idaman semua pria yang butuh istri secara fisik sempurna dan secara ekonomi mapan,”apalagi yang kurang?. Tinggal disayang-sayang aja, udah cukup kok!.

    Hampir seribu purnama, aku mencari dan mencari tapi…pangeran yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang seperti pemancing yang lagi nunggu umpannya dimakan ikan tapi sia-sia karena dia mancing di kolam permandian…hahaha….

    Guru cari jodoh itu kok susah ternyata, kayak susah cari signal hp yang timbul tenggelam. Status PNSku ternyata nggak ngaruh sama sekali. Padahal aku jatuh bangun ikut tes CPNS supaya nanti dapat memikat hati pria dengan statusku ini, ternyata Aku sesat akhirnya dapat karmanya sendiri, sampai sekarang nggak nemu –nemu jodohnya.

    Aku teringat lagu anak-anak,”Libur telah tiba… ayo,ayo,ayo.” Asyiik nih, pulang kampung. Pekerjaan guru itu asyiik, anak sekolah libur, yaa otomatis gurunya juga libur tapi pekerjaan adminstrasi tetap jalan dong!, ngajar aja yang diliburkan. Liburan sekolah sih, buat Aku saat ini tidak  istimewa lagi, dulu pulang kampung aku pasti semangat 45 untuk bertemu ibu dan bapak, tapi mereka sudah tiada beberapa tahun yang lalu.

    Kalau pulang kampung hanya bertemu kakak dan kerabat lainnya itu juga mereka udah berkeluarga semua jadinya agak canggung sih, kalau pulang ngumpul dengan keluarga dan ditanyaiin berkali-kali dengan pertanyaan yang sama persis dari tahun ke tahun,“Kapan Menikah?. plus kata-kata bijak yang mengugah hati sampai air mata susah ditahan untuk tidak keluar, aduuhh…. Capeekk lahir batin, sumpahh…!”

     Ikhlas nggak ikhlas haruslah pulang kampung, bukannya aku tak rindu mereka tapi mereka yang rindu berat padaku, apalagi aku anak bungsu dan belum nikah lagi, kedatanganku tentunya sangat diimpikan, hehehe…coba yaa...! dikampung ada pangeran yang bisa buatku jatuh cinta?, tapi sayaanngg…stok pangerannya udah habis. Jadi nggak semangat nih, pulang kampung.

    Keesokan harinya Aku tiba dikampung halamanku, tanah kelahiranku yang aku rindukan, udaranya yang sejuk, bau khas kampungku buat hati jadi damai. Aku istirahat sejenak, sambil merebahkan diri diatas dipan empuk peninggalan ibuku.

    Kubuka WA group Alumni Kampusku ting…! Muncullah chat dari group Alumni Kampus, isi chatnya “Undangan Reuni. “ Pass banget nih! Tiba-tiba HPku berdering, nomor baru? Aku agak malas menjawab telepon apalagi nomor baru, tapi penasaran juga sih, lalu kuangkat, terdengar suara seorang pria ,“Halo…halo…”

    Aku penasaran juga sih kujawab teleponnnya “Halo, Assalamu alaikum, Siapa nih?.” Dijawabnya “Waalaikumsalam warahmatullahi Wabarakatuh, Uni, yaa?.” Aku terdiam sejenak “orang ini kenal aku?, dengan gugup kujawab “iya, saya Uni, dengan siapa nih.” Aku balik bertanya dan dijawab” Masih ingat, Aku Abisar!,

     Langsung deh aku tebak ini pasti Abisar, mantanku dulu waktu kuliah karena hanya satu nama Abisar yang Aku kenal mulai dari Aku SD sampai Aku kerja, cuma satu orang. Yaa…pasti itu dia. Singkat cerita obrolan pun berlanjut tanya ini dan itu, nyambunglah obrolannya.

    Serasa dunia milik berdua. Diujung perbincangan, dia ngajak aku REUNIAN…”Kebetulan nih, bertepatan dengan info digroup WA kampus ada undangan reunian.” “pasti seruu….nih, bakal ketemu dia lagi.”

    OK! Ajakkan Abisar, aku terima dengan lapang dada, tapi tunggu dulu…? Abisar khan udah menikah, kok dia tidak menyinggung soal keluarganya waktu kita telponan, kenapa, yaa! Kok jadi Kepo…sifat jahilkupun muncul “buka facebooknya, dong!.

    Buka…buka…cari…cari…dapat!. Aku terkejut sambil membelalakan mata, “Dia upload surat perceraiannya, dan disurat tersebut, dia sudah bercerai setahun yang lalu. Dia juga sudah punya anak dua, foto-foto kebersamaan dengan anaknya juga ada disitu dan yang menguatkan, foto bersama istri tidak kutemukan satupun.

    Jujur Abisar itu mantan terindahku, Dia adalah satu-satunya pria yang pernah buatku jatuh cinta, tak ada lagi setelah itu, nggak tahu nanti!. Hehehe…. Tapi Aku kecewa berat dengan dia, saat sayang-sayangnya dia meninggalkan Aku.

     Walau hubungan kita baru jalan 3 bulan tapi dia sudah buat Aku mencintainya selamanya. Dia dijodohkan oleh orang tuanya dengan keluarganya sendiri. Karena saat itu aku masih kuliah jadi prioritas utamaku otomatis masalah percintaan tidak buat Aku jadi hancur.

    “Positif thinking aja lah!. Akhirnya dia menikah dan Aku meneruskan perjuanganku untuk meraih gelar sarjana, walaupun awalnya sedikit terluka tapi lambat laun luka itu sembuh sendiri karena masih luka ringan, hehehe…

    Setelah ditinggal menikah, Aku tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria lain. Aku fokus pada kuliahku sampai aku jadi sarjana, kemudian jadi guru tetap masih saja setia dengan perasaanku yang dulu. “Apa karena itu aku susah dekat dengan pria lain?”. Aku pinjam kata-kata kaum milenial, “susah Move On”.

    Hari yang dinanti tiba, reuni kampus ramai sekali, disela-sela keramaian, Aku memandang sosok didepanku yang berjalan mendekatiku…, wajahnya familiar walaupun sudah bertahun-tahun tak bertemu. itu Abisar. Dia menyapaku “apakah kabar, uni?”.”Alhamdulillah, baik” jawabku dengan senyum sedikit menggoda.

     Obrolan pun berlanjut. Aku lah orang yang paling bahagia hari itu, entah apa yang merasukiku, perasaanku yang dulu sedikit demi sedikit kambuh lagi, eehh…sorry tumbuh lagi.” Gimana nih”. Abisar masih seperti dulu, nggak berubah sedikitpun sifat dan kelakuannya, Dia orangnya pendiam, kalau berbicara sopan sekali, menghormati wanita, pokoknya 99 % tak ada yang berubah hanya usianya yang pastinya bertambah.

    Sedang asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba plak…plak…terdengar suara keributan dari arah depan ruang reuni,”ada apa, ya? “. Tanyaku pada orang yang berdiri disamping kami.”itu, ada yang bertengkar.” Jawabnya. Penyakit Kepoku kambuh lagi…Kutarik tangan Abisar dan bergegas kearah keributan yang terjadi, sampai disana.

     Aku melihat seorang wanita dengan perawakan pendek dan gemuk menjerit-jerit histeris sambil memaki-maki seorang pria berbaju merah dan wanita berambut panjang berbaju pink yang ada didepannya. Wanita itu mengumpat sambil bergerak maju ingin memukul wanita yang ada didepan itu.  

    Tapi sang pria yang berdiri disamping wanita itu menghalanginya. Dari caci-maki wanita itu, jelas bahwa wanita yang mengamuk itu adalah istri pria berbaju merah itu. Dan wanita yang bersamanya adalah mantan pacarnya dulu…eeits…sama dong sama Aku, hmmhmm….Cemburu itulah pemicunya.

    Aku terkejut, Wanita berbaju pink itu, Lidya teman seangkatanku di fakultas Keguruan tapi kami berbeda kelas. "ada apa". tanyaku dalam hati. Akupun refleks mendekati lidya dan menenangkannya, "Lidya, ada apa sih, kenapa kamu terlibat cekcok dengan ibu itu?. tanyaku sambil memeluknya. Lidya menyandarkan kepalanya di dadaku sambil menangis, "Aku bodoh, uni. ternyata Mas Dirga sudah punya istri." sambil terus terisak. aku memcoba menenangkannya dan membawanya menjauh dari tempat itu. "ayo, lebih baik kita duduk disana!." kamipun mulai membahasa masalah tersebut, sedangkan laki-laki yang dipanggil mas Dirga oleh Lidya sudah pergi sambil menarik tangan istrinya keluar dari ruang reuni. 

    Ternyata mas Dirga itu mantan Lidya waktu masih kuliah dulu, dan mereka bertemu lagi di Reuni dan tanpa disengaja istri mas Dirga sudah hadir karena sudah curiga kalau mas Dirga pasti akan ketemu lagi dengan mantannya. dan ceritanyapun berakhir seperti ini.

    Ternyata acara Reuni bukan hanya ajang silaturahmi antar teman yang lama tak bersua, tapi juga sebagai wadah membangkitkan lagi kisah masa lalu, yaitu CLBK (Cinta Lama Bersemi kembali atau Cinta Lama Belum Kelar). Akhirnya bisa bermacam-macam, ada yang bersatu tapi ada juga yang berpisah. Kalau Aku sih ditawari CLBK.

    Entah alasan apa yang mendasari Abisar mengajak aku untuk kembali menjalin hubungan, walau tidak kupungkiri rasaku tetap ada untuknya tapi…aku juga ragu, dia sudah pernah menikah dan punya anak dua, sanggup nggak aku jalani hidup jadi ibu sambung?.” Dan gimana tanggapan keluargaku?” nunggu lama, ujung-ujungnya menikah dengan duda beranak dua, aduuhh…kebayang nggak!.

    Aku minta waktu untuk berpikir sebulan, dua bulan bahkan sekarang sudah hampir setahun…tapi…belum juga bisa kuputuskan. Terlalu banyak hal yang harus aku pertimbangkan.

    Menyatukan dua kepala dalam satu ikatan mungkin tidak jadi masalah, tapi ini ada bonus 2 kepala lagi yang mau dipikirkan, bisa tidak mereka menerima aku atau sebaliknya.

    Tibalah Liburan sekolah tahun ini, kuberanikan diri meneleponnya dan mengajak ketemuan di sebuah Mall di kota. Aku menunggunya disebuah food court. 30 menit berselang dia pun muncul dengan senyum manis dibibirnya, sambil menyapa, “ lama menunggu ya…! Sambil menarik kursi dan duduk dihadapanku.” "Tidak kok, aku juga baru tiba."

    Kami pun memesan makanan dan minuman ringan, obrolan pun semakin seruu…karena setahun berlalu bisa ketemu lagi. Ditengah perbincangan ini, aku lalu berkata, “Abi, ada hal serius yang ingin aku bicarakan, sekarang!.” Dia, Menatapku dengan tatapan sedikit mengoda.”Apaan tuuhh....Sayang.” Aku merasa geli mendengar dia memanggilku “Sayang”.

    “Aku tidak menolak permintaan kamu untuk kita bersatu kembali, kita sama-sama tidak terikat hubungan dengan orang lain, tapi…..” Aku berhenti sejenak sambil mengarahkan pandanganku padanya. “Aku hanya tidak siap untuk menjadi ibu sambung bagi kedua anakmu, Abi.” Dia pun mengusap wajahnya dan berkata, “begitu, yaa..! coba dulu lah mengenal mereka berdua, mereka anak yang baik kok.”

    Aku terdiam sejenak, kutarik nafas panjang sambil berkata “Maaf aku tetap tidak bisa”. “please, tolong ngertiin aku kali ini.” lalu dia berdiri dari kursinya dengan wajah kecewa “ Kamu malu menikah dengan duda yang punya anak?.” Kujawab “ tidak, bukan itu alasannya, tapi aku tidak siap dan takut tidak bisa menjadi ibu yang baik buat mereka.” Hanya itu, Abi!.” Sambil kusuruh dia duduk kembali.

    Sejenak dia berpikir kemudian dia angkat suara,” Ok! Aku tidak bisa memaksamu, bila itu memang keputusanmu, aku bisa apa!.” tapi aku tetap menantikan jawabanmu, kapanpun kamu siap." "mau setahun, lima tahun bahkan selamanya, aku akan menunggumu!.' itu pernyataan yang dilontarkan kepadaku dan membuat aku terdiam tak bisa berkata-kata lagi. Dan obrolan itupun berakhir dengan keputusan dia akan tetap menungguku sampai aku siap untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.

    "Egois sih," tapi aku juga kasihan padanya, dia menaruh harapan besar padaku. "yaaa...nantilah biarkan waktu yang akan menjawabnya." serahkan saja kepada Tuhan, kalau jodoh pasti takkan kemana!." 

    Berteman baik adalah keputusan yang paling baik untukku dan dia saat ini, tapi tidak menutup kemungkinan kita akan bersatu lagi karena perasaan manusia bisa berubah-ubah, intinya jalani saja dulu. kalau tiba saatnya pasti Allah akan tunjukkan jalanNya.

    Reuni mengukir banyak cerita, pertemuan yang tak disangka-sangka bisa berbuah manis juga pahit. Reuni menyatukan dan memisahkan sebuah pertemuan. Rasa rindu, sayang, cinta, benci bisa muncul tiba-tiba di acara reuni. tapi jangan takut dan trauma kalau bisa tahun depan kita reuni lagi yuk….!.

     

     

     

     

     

     

    Ikuti tulisan menarik Stevy umar lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.