Kasih Sayang Guru Tak Tergantikan Teknologi - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Guru Berjuang Masa Depan Siswa Gemilang

Endang Sriningsih

Endang Sriningsih
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Minggu, 5 Desember 2021 08:44 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Kasih Sayang Guru Tak Tergantikan Teknologi

    Pendidikan maju masa depan gemilang. Guru sebagai ujung tombak pendidikan wajib menjadi guru pemelajar dan pembelajar, agar ilmu yang diperoleh berimbas kepada siswa demi kemajuan Bangsa.

    Dibaca : 197 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kasih Sayang Guru Tak Tergantikan Teknologi

    Endang Sriningsih

     

    Sebelum Covid-19 menyerang dunia, tidak terbayang bahwa kita akan mengalami masa pandemi. Ketika di awal masa pandemi, kondisi di lingkungan pendidikan khususnya guru dan siswa bingung terkait teknik pembelajaran dan proses evaluasinya. Pasalnya. tidak semua guru menguasai teknologi informasi secara mumpuni dan tidak semua siswa memiliki fasilitas penunjang pendidikan. Seiring waktu berjalan, sambil menjalankan tugas mengajar secara daring, saya terus-menerus membekali diri dengan cara belajar sebagai modal mengajar dengan teknik yang lebih kreatif dan inovatif.

    Pada mulanya komunikasi antara saya sebagai guru dengan para siswa hanya menggunakan WhatsApp dan google classroom. Untuk menghindari agar siswa tidak bosan belajar, saya membekali diri mengikuti pelatihan yang menunjang profesi saya sebagai guru. Ketika saya sudah memiliki cukup modal untuk mengajar dengan gaya sajian materi pembelajaran yang baru baik melalui: google classroom, zoom meeting, video pembelajaran, aplikasi Smart Apps Creator, komik, quizizz, Canfa for education, LKPD digital, dan lain sebagainya, dalam pelaksanaan pembelajaran tidak mulus sesuai harapan. Kondisi tersebut terjadi karena terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki Handphone. Siswa kelas IX tahun ajaran 2021/2022 berjumlah 320 orang, 15% diantaranya tidak memiliki Handphone.  Padahal komunikasi antara guru dengan siswa terkait materi dan evaluasi pembelajaran selama daring selalu menggunakan Handphone.

    Bagi siswa yang memiliki Handphone dan kuota internet, tidak ada masalah ketika mempelajari berbagai materi yang saya ajarkan. Siswa-siswa tersebut saya bebaskan untuk mencari materi tambahan selain yang saya berikan demi mendalami konsep dan menguatkan kompetensi yang mereka miliki. Semua siswa juga saya bebaskan untuk bertanya terkait materi pembelajaran, kapan pun waktunya tanpa saya batasi. Hal ini saya lakukan, karena terdapat siswa yang dalam satu keluarga hanya memiliki satu Handphone dan Handphone tersebut digunakan secara bergantian antara orang tua, siswa saya, dan saudara-saudaranya. Bagi siswa yang di keluarganya tidak memiliki Handphone, apabila pinjam ke teman atau saudara waktunya tergantung pada orang yang meminjamkan Handphone. Maka dari itu, jika saya membatasi waktu untuk tanya jawab terkait materi pembelajaran, dikhawatirkan menambah beban bagi mereka. Sedangkan solusi bagi siswa yang tidak memiliki dan tidak bisa pinjam Handphone ketika pembelajaran daring, siswa atau orang tua siswa mengambil printout materi pembelajaran, kemudian di hari berikutnya menyerahkan hasil pekerjaan sambil mengambil materi pembelajaran yang baru. Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Covid-19 memang telah melumpuhkan berbagai aspek kehidupan. Baik aspek perekonomian, pendidikan, sosial budaya dan kemasyarakatan, keagamaan, dan sebagainya, namun hikmah yang bisa kita peroleh cukup banyak antara lain: 1. Kita menjadi lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan kesehatan dari pada sebelumnya; 2. Para guru semakin kreatif dan inovatif dalam penyajian pembelajaran sehingga berimbas ke para siswa; 3. Pengenalan dan pemanfaatan teknologi informasi guru dan siswa meningkat drastis.

    Alhamdulillah ketika Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan menggunakan Liquid Crystal Display (LCD) proyektor saya dapat mengulang kembali materi yang sudah pernah saya sampaikan secara daring, sehingga para siswa menjadi lebih paham dan siswa yang tidak memiliki Handphone menjadi tahu bahwa materi dan berbagai soal yang diberikan secara daring lebih menarik dari pada disajikan berupa printout/ hardcopy. Sajian materi pembelajaran dan variasi soal yang menarik ditambah dengan penjelasan saya secara langsung terbukti meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.

    Apresiasi saya sebagai guru terhadap siswa secara langsung sangat dibutuhkan. Baik secara verbal maupun simbolis. Para siswa membutuhkan kasih saying dan perhatian dari guru. Ketika siswa benar dalam menjawab soal maaupun mengerjakan tugas kemudian diberi nilai dan saya mengatakan: “ya bagus atau iya benar atau sip atau keren atau teladan atau mantap”, bahkan cukup memberi acungan ibu jari atau tepuk tangan saja wajah siswa tampak berseri-seri. Kebahagiaan seperti itu sangat dibutuhkan siswa dan kasih sayang guru meskipun tampak sepele seperti itu tidak tergantikan oleh tekologi. Pengakuan dari saya dan teman sebaya di kelas atas usaha dan motivasinya dalam meningkatkan minat belajar sangat dibutuhkan oleh para siswa. Demikianlah pengalaman dan usaha saya sebagai guru dalam membantu program pemerintah terkait strategi merdeka belajar yang berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa.

    Ikuti tulisan menarik Endang Sriningsih lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.