x

Iklan

Rezi Rahmat

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 1 Desember 2021

Minggu, 5 Desember 2021 12:21 WIB

Tantangan dan Peluang Guru Memulihkan Pendidikan

Dua tahun sudah pandemi melanda. Kini setiap aspek kehidupan sudah mulai longgar dan cenderung normal. Termasuk dunia pendidikan. Pendidikan sudah bisa dilaksanakan secara tatap muka, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. pembelajaran tatap muka menjadi kabar gembira, sekaligus pekerjaan besar bagi guru. Sebab selama pandemi siswa banyak mengalami learning loss. Maka saat ini guru ditantang untuk mengatasi leaning loss dan memulihkan pendidikan. Guru sejati adalah guru yang bisa mengubah tantangan menjadi peluang. Tantangan yang ada bisa dijadikan peluang bagi guru untuk mengembangkan diri. Meningkatkan kompetetensi dengan melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Dengan inovasi guru memiliki peluang menjadi pembicara atau narasumber untuk menyampaikan ide-ide kreatifnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dua tahun pandemi melanda, membawa banyak perubahan dalam segala bidang, termasuk di bidang pendidikan. Biasanya pendidikan dilakukan secara tatap muka, selama pandemi pendidikan mesti dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh. Dimana siswa belajar dari rumah secara daring atau luring. Guru pun dituntut untuk memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa. Tidak hanya itu guru juga mesti menguasai teknologi dalam pendidikan. Namun Pembelajaran jarak jauh yang sudah dilakukan, baik itu moda daring atau luring menyisakan beberapa efek negatif seperti adanya learning loss, putus sekolah, dan lain sebagainya.

Disamping itu, dalam PJJ guru lebih banyak melakukan evaluasi pembelajaran untuk ranah kognitif. Karena dalam PJJ guru tidak bisa menilai keterampilan dan sikap siswa secara maksimal, sebab siswa belajar dari rumah masing-masing. Akibatnya aspek evaluasi pembelajaran tidak seimbang antara kognitif, afektif dan psikomotor.

Sekarang pembelajaran tatap muka sudah bisa dilaksanakan. Walaupun dalam kondisi terbatas, tapi ini merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan bagi guru, siswa dan dunia pendidikan secara keseluruhan. Kerinduan siswa dengan pembelajaran di kelas, bertemu dengan guru dan bertemu teman-temannya untuk berdiskusi dengan berbagi pengalaman, terobati dengan dibolehkannya pembelajaran tatap muka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tantangan Memulihkan Pendidikan

Guru sebagai ujung tombak pendidikan memilki tugas berat untuk memulihkan pendidikan di Indonesia. Sebab, genap dua tahun dunia pendidikan berjalan dalam situasi pandemi. Situasi yang serba terbatas, satu sisi mesti memberikan hak pendidikan terhadap siswa, disisi lain harus menjaga diri agar tidak terpapar virus covid-19. Tentu pembelajaran dalam situasi ini tidak bisa dilaksanakan secara maksimal.

Tantangan bagi guru untuk bisa memulihkan pendidikan. Guru ditantang untuk mengatasi learning loss atau kehilangan pengetahuan dan keterampilan dampak dari PJJ. Kenapa dikatakan dampak dari PJJ? Karena siswa terlalu siswa belajar dari rumah, tidak efektifnya metode pembelajaran, kehilangan motivasi belajar dan lain sebagainya.

Sesuai dengan tema HGN tahun ini “Bergerak dengan hati pulihkan pendidikan”, seorang guru sejati mesti mampu menghadapi tantangan yang ada dan bekerja sepenuh hati. Bekerja tanpa mengharapkan pamrih. Sebab, memulihkan pendidikan adalah tugas dan tanggung jawab yang melekat pada guru. Guru sejati juga bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan pendidikan, baik itu mengatasi learning loss, meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa.

Guru harus keluar dari zona nyaman. Dalam memulihkan pendidikan, tentu diperlukan pengetahuan dan keterampilan untuk menjawab tantangan itu. Oleh sebab itu, guru mesti menambah dan meng-update kemampuannya. Tidak hanya senang dan nyaman dengan apa yang ada. Selama pandemi pemerintah banyak memberikan bimtek, pelatihan-pelatihan, workshop dan webinar selama masa pandemi. Hal ini bisa dimanfaatkan guru untuk mencari jalan alternatif memulihkan pendidikan.

Mengubah Tantangan Jadi Peluang

Mengubah tantangan menjadi peluang. Guru mesti mampu mengubah tantangan menjadi peluang dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Seseorang akan berhasil ketika mampu mengahadapi dan menakhlukkan tantangan. Menantang dirinya untuk bergerak dan berinovasi. Meski pada awalnya terasa berat bagi guru dalam mencari solusi permasalahan pendidikan, namun pada akhirnya pengetahuan yang didapatkan bisa menjadi peluang. Hal ini terutama dalam bidang teknologi. Sebab hari ini sedang gencar-gencarnya transformasi digital bidang pendidikan dan selama pandemi kita sudah terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

Selama pandemi guru sudah terbiasa berkutat dengan teknologi. Tiada hari tanpa laptop atau handphone untuk membuat materi, tugas dan evaluasi pembelajaran. Maka pada pembelajaran tatap muka ini guru diharapkan bisa mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan secara maksimal.

Mengembangkan ide-ide segar untuk kemajuan pendidikan. Guru memiliki peluang untuk menularkan ide-idenya kepada guru yang lain. Guru juga bisa berbagi praktik terbaik yang pernah dilakukan dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Pemerintah melalui Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyediakan wadah untuk guru berbagi melalui websites resmi komunitas guru berbagi (https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id).

Guru yang punya kompetensi mendapatkan apresiasi. Tidak tertutup kemungkinan guru yang memiliki kompetensi dan ide yang solutif untuk pendidikan mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Apresiasi tersebut bisa berupa perhargaan sebagai guru berprestasi atau mendapatkan kenaikan pangkat. Seperti halnya setiap peringatan HGN pemerintah memberikan perhargaan kepada guru berprestasi yang telah memberikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan.

Guru juga berpeluang menjadi pembicara dalam berbagai pertemuan ilmiah. Peluang menjadi pembicara dalam seminar atau pelatihan tingkat provinsi maupun nasional bukanlah hal yang mustahil, jika seorang guru memiliki kompetensi dan inovasi yang mumpuni. Dengan menjadi pembicara atau narasumber dalam pertemuan ilmiah, guru bisa menularkan ide-ide kreatif kepada orang banyak. Disamping untuk mengembangkan kompetensi yang dimilkinya, guru juga mendapatkan penghasilan tambahan atas ilmu yang ia miliki..

Itulah beberapa tantangan yang bisa diubah menjadi peluang bagi seorang guru dalam memulihkan pendidikan. Semoga pendidikan di Indonesia cepat pulih dan menjadi lebih baik. Wallahu Musta’an.

Ikuti tulisan menarik Rezi Rahmat lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu