Pemetaan Bakat dan Minat Siswa SMK agar Tidak Salah Masuk Jurusan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Pemetaan bakat dan minat siswa SMK agar tidak salah masuk jurusan dan salah dalam meniti karier

Soli Chudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Selasa, 21 Desember 2021 16:43 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Pemetaan Bakat dan Minat Siswa SMK agar Tidak Salah Masuk Jurusan

    Pemetaan Bakat dan Minat siswa SMK agar tidak salah masuk jurusan di perguruan tinggi dan salah dalam meniti karier

    Dibaca : 942 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Salah satu periode dari pekembangan manusia adalah masa remaja. Perkembangan pada masa remaja ini berupa perubahan fisik, psikis, dan sosial. Tanda awal keremajaan yang dahulu disebut pubertas, sekarang tidak lagi digunakan sebagai batasan dalam menggolongkan remaja.

    Pencarian jati diri identik dengan masa remaja. Proses pencarian jati diri merupakan faktor penentu kesuksesan remaja dimasa depan. Penggalian potensi pada diri remaja saat pencarian jati diri perlu dikembangkan secara optimal. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menumbuh kembangkan bakat dan minat remaja dalam aspek kognisi, emosional, dan sosial. Karena potensi adalah segala yang dimiliki remaja untuk tumbuh dan berkembang sesuai harapan.

    Setiap remaja pada dasarnya mempunyai potensi bawaan masing-masing, karena setiap remaja dilahirkan membawa fitrah yang baik. Fitrah yang baik ini akan menghasilkan sebuah potensi bawaan yang berkembang seiring dengan perkembangan seorang remaja selama masa hidupnya. Potensi bawaan seorang remaja bisa berupa bakat, minat dan kemampuan yang berbeda, satu dengan lainnya.

    Saat remaja menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK), tentunya sudah memiliki potensi yang beragam dibidang akademik maupun non akademik. Potensi ini akan berkembang dengan baik bila remaja menyadari akan potensi yang dimiliki serta semangat untuk mengembangkan diri dengan usaha yang gigih, serius, dan selalu di asah secara terus menerus, sehingga menjadi potensi yang unggul. Bakat, minat, dan kemampuan merupakan tiga hal yang berpengaruh dalam meraih kesuksesan, khususnya dibidang pendidikan. Lulusan SMK akan menjadi sukses kedepannya jika didukung oleh tiga hal tersebut.

    Penentuan masa depan siswa SMK setelah lulus nantinya, tentu tidak lepas dari faktor orang tua, teman, dan lingkungan sekitarnya termasuk lingkungan sekolah. Pengaruh dari tiga hal tersebut banyak memicu perdebatan, apakah bakat dan minat termasuk faktor genetik (turunan) atau diajarkan oleh lingkungan?.

    Potensi yang ada dalam diri seorang siswa yang dibawa sejak lahir disebut dengan bakat. Kemampuan ini terbentuk dari struktur otak yang secara genetis ditentukan oleh caranya berinteraksi dengan lingkungan. Bakat juga diartikan sebagai potential ability (kemampuan bawaan) yang perlu dilatih dan dikembangkan.

    Menurut penelitian, bakat akan muncul bila “diciptakan” atau “dilatih”, dan bukan dilahirkan. Bakat menurut para ahli merupakan kecakapan pembawaan yang melahirkan potensi tertentu, dalam hal ini potensi siswa untuk mencapai prestasi ke tingkat tertentu sesuai kemampuan masing-masing (Ericsson, Hoffman, Kozbelt, & Williams, 2018).

    Selain potensi bakat, dorongan minat juga sangat diperlukan bagi peserta didik, khususnya siswa SMK dalam menggali potensi diri. Minat merupakan dorongan dari dalam diri siswa yang menimbulkan ketertarikan dan mendatangkan kepuasan dari dalam dirinya

    Aktifitas siswa yang menumbuhkan rasa ingin tahu, rasa penasaran, dan rasa perhatian terhadap bidang ilmu yang dipelajari juga merupakan arti dari minat. Minat dapat menjadi indikator seorang siswa agar termotivasi untuk mempelajari bidang ilmu tertentu saat belajar disekolah, karena minat seorang siswa pada bidang ilmu tertentu akan dapat merangsang siswa untuk mengembangkan bakat yang dimiliki  (O’Shea, 1926).

    Penggabungan bakat dan minat akan menghasilkan karakter yang khas pada siswa SMK jika dilatih dan di kembangkan. Pengembangan bakat siswa yang bersifat turunan tanpa pola pengasuhan dan ketersediaan lingkungan di sekolah yang mendukung, akan menghasilkan potensi yang tidak pernah terealisasi.

    Jika seorang siswa menekuni sebuah ilmu yang di minati dan di dukung oleh minat serta bakat yang sesuai, akan menghasilkan potensi dan prestasi yang tinggi. Namun, seringkali siswa banyak yang asal dalam memilih suatu jurusan di sekolah dengan tidak memahami dan mempelajarinya terlebih dahulu. Sehingga kedepannya, saat lulus dari bangku SMK, siswa akan kebingungan dalam memilih karier dan terkesan tidak siap karena merasa tidak mempunya skill yang baik. Masalah ini akan dapat teratasi jika siswa SMK mampu mengembangkan bakat, minat serta kemampuannya sesuai jurusan masing-masing.

    Lembaga pendidikan khususnya SMK hendaknya dapat mengembangkan segala potensi yang ada dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan bakat dan minat serta kemampuan agar mempunyai potensi yang tinggi. Usaha yang dapat dilakukan sekolah untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didiknya adalah melalui proses penyaringan peserta didik baru (PPDB).

    Pemetaan potensi siswa saat PPDB di sekolah sangat besar sekali manfaatnya, mengingat kedepannya seorang siswa SMK saat lulus nantinya dituntut harus mempunyai keterampilan dan karakter yang baik untuk menunjang masa depan mereka.

    Pemetaan Bakat dan Minat Siswa
    Sekolah menengah kejuruan termasuk salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak lulusan yang mempunyai keterampilan, berkarakter baik serta mampu bersaing di dunia kerja. Persaingan lulusan SMK dalam memperoleh kesempatan kerja atau melanjutkan di tingkat perguruan tinggi menuntut SDM pendidik di Indonesia untuk lebih giat lagi dalam memperbaiki karakter serta meningkatkan skill sesuai jurusan masing-masing. Lulusan SMK dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan untuk menggapai impian masa depan, khususnya dalam memilih jurusan yang tepat dan meniti karier.

    Masalah penting yang menjadi perhatian pemerintah dari dulu hingga sekarang adalah isu pengangguran. Lulusan SMK menjadi salah satu penyumbang terbesar masalah pengangguran di negara ini. Tiap tahunnya, lulusan SMK yang menganggur selalu meningkat. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah data hasil penelitian pada tahun 2014 bahwa jumlah pengangguran lulusan SMK sebesar 18,39%, dan mengalami peningkatan 6,35% pada tahun 2018 sebesar 24,74%.

    Menurut data yang sama, persentase pengangguran dari lulusan SMK pada tahun 2018 terus bertambah. Beberapa jurusan di SMK yang menjadi penyumbang pengangguran terbesar antara lain teknik otomatif, teknik mesin, komputer dan informatika, administrasi dan teknik ketenagalistrikan. Kontribusi pengangguran yang terbesar dari jenis kelamin laki-laki adalah dari jurusan teknik otomotif, sedangkan jurusan administrasi menjadi penyumbang pengangguran terbesar dari jenis kelamin perempuan (Khurniawan, 2019).

    Hasil penelitian selama dua tahun dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui perusahaan Tech Incubator, memiliki data lebih dari 400.000 siswa di Indonesia mengalami kebingungan setelah lulus dari SMA/SMK. Data yang didapat sebesar 92% siswa bingung dan tidak tahu akan kemana setelah lulus, serta 45% mahasiswa merasa salah dalam mengambil jurusan (Skystar Ventures, 2018).

    Berdasarkan data diatas, penting bagi orang tua untuk mengenali minat dan bakat anaknya sejak dini, karena sangat bermanfaat bagi anaknya dimasa depan. Apalagi dengan pemberian arahan secara tepat dan sesuai dengan usia sang anak, sehingga minat dan bakat seorang anak akan menjadi sebuah life skill atau kemampuan khusus untuk bertahan hidup dan menjadi berhasil jika diasah dan di terapkan dengan baik. 

    Pengembangan bakat dan minat siswa SMK agar menghasilkan potensi yang unggul bisa dicapai menggunakan lima tahapan, diantaranya; (1) memberikan stimulus kepada siswa yang didapat dari guru dan orang tua, (2) bereksplorasi terhadap diri sendiri dan lingkungan, (3) memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenal berbagai jenis kegiatan seperti mengajak siswa untuk menonton berbagai pertandingan olah raga, melihat pertunjukan musik, dan berbagai jenis kegiatan yang dapat memicu perkembangan minat dan bakat siswa diluar sekolah, (4) Dukungan positif dari orang tua untuk siswa. Hal ini diperlukan untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. Bukan hanya dari lingkungan keluarga saja, dukungan positif juga bisa siswa dapatkan dari guru, tetangga maupun teman, serta (5) memperhatikan faktor kecerdasan siswa sejak dini juga sangat penting dilakukan agar potensi dan bakat siswa yang terpendam dapat diketahui. Bakat dan minat seorang siswa tidak bisa dipaksakan kehendaknya karena akan berdampak buruk bagi siswa sendiri, baik dari segi mental mapun kemampuan yang dapat mempengaruhi aktivitas mereka sehari-hari.

    Jika kelima tahapan tersebut bisa dilakukan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan pemetaan potensi bakat dan minat siswa di lingkungan sekolah akan tercapai secara optimal dengan berbagai langkah dan kebijakan yang sudah dibuat, misalnya dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah dan kegiatan assesment yang dilakukan sekolah saat pendaftaran siswa baru dan sebelum kelulusan.

    Penguatan Bakat dan Minat Berbasis STEAM 
    Pemetaan bakat dan minat siswa SMK mengunakan lima tahapan pada penjelasan sebelumnya akan lebih maksimal jika didukung oleh penguatan bakat dan minat siswa berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic). Metode STEAM tidak hanya sekedar metode “calistung” (baca, tulis dan berhitung) saja, melainkan metode sains hingga teknologi (School of Parenting, 2020).

    Pendekatan atau model pembelajaran yang memadukan lima disiplin ilmu secara harmonis untuk melengkapi, dan sebagai dasar dari model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) merupakan ciri khas metode STEAM.

    Siswa dapat memecahkan sebuah masalah atau tugas dari guru secara baik dan efisien jika didukung oleh penguatan model pembelajaran berbasis STEAM dalam mengembangkan bakat, minat, serta kemampuan siswa. Disamping itu siswa juga dituntut mampu menganalisis dan berpikir kritis untuk menyelesaikan sebuah masalah saat pembelajaran berlangsung, baik pembelajaran daring maupun luring. 

    Pembelajaran daring yang di lakukan sekolah menuntut siswa untuk belajar ekstra keras dalam memahami sebuah pelajaran, tugas dan penggunaan teknologi. Hal ini di lakukan sebagai dasar untuk menggali potensi diri siswa, sejauh mana pemetaan bakat dan minat siswa terpenuhi melalui kemampuan memahami bidang ilmu yang dipelajari saat pembelajaran berlangsung.

    STEAM termasuk metode pembelajaran aktif, inovatif dan berpikir kritis yang melibatkan siswa secara penuh dalam menggali dan mengembangkan potensi diri siswa untuk mampu bereksplorasi serta berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas belajarnya, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator saat pembelajaran daring berlangsung. 

    Pengembangan potensi diri siswa melalui pembelajaran daring menggunakan metode STEAM akan berjalan dengan baik bila didukung peran serta yang positif dari orang tua. Saat pembelajaran daring berlangsung, orang tua diminta untuk terlibat aktif dalam aktifitas pembelajaran siswa, seperti bertanya, berpikir kreatif, mendorong siswa bereksplorasi, menguji solusi, dan menemukan cara baru saat siswa mendapatkan sebuah tugas atau pekerjaan dari guru. Sehingga penggalian potensi diri berupa pengembangan bakat dan minat siswa akan terarah 
    dan jelas.

    Dukungan penguatan metode pembelajaran berbasis STEAM dalam mengembangkan bakat dan minat serta kemampuan siswa akan menghasilkan korelasi yang positif antara orang tua, guru dan teman serta lingkungan secara langsung terhadap keberhasilan siswa selama menempuh belajar di tingkat sekolah menengah kejuruan.

    Bagaimana Memilih Jurusan Yang Tepat?
    Tidak sedikit siswa lulusan SMK di Indonesia banyak yang salah dalam memilih jurusan, baik saat masuk di SMK maupun saat masuk di perguruan tinggi. Banyak dari mereka tidak menyadari dan mengetahui bakat serta minat yang mereka miliki untuk mengambil sebuah langkah yang tepat kedepan, apakah mau melanjutkan kuliah atau bekerja. 

    Kurangnya informasi dan hanya sekedar mengikuti teman merupakan salah satu faktor mengapa peserta didik bisa salah jurusan, sehingga kebanyakan dari siswa baru menyadari saat sudah diterima disalah satu sekolah atau perguruan tinggi karena salah masuk jurusan. Akibatnya, saat diterima masuk di SMK atau perguruan tinggi, banyak peserta didik yang kurang minat, malas dalam belajar, kecewa saat menjalani dan bahkan tidak sedikit pula yang mengundurkan diri dan 
    pindah tempat.

    Faktor lain yang membuat peserta didik salah jurusan adalah karena dorongan dan paksaan dari orang tua untuk memilih jurusan di sekolah tertentu atau perguruan tinggi, serta tidak adanya minat dari siswa sendiri dalam memilih sekolah atau perguruan tinggi yang dituju saat pendaftaran murid atau mahasiswa baru. Terlebih siswa berdalih ingin membahagiakan kedua orang tua dan melanjutkan impian orang tua mereka. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekolah turut mempengaruhi potensi bakat dan minat siswa, agar tepat dalam memilih sekolah 
    atau perguruan tinggi dan tepat dalam meniti karier didunia kerja saat lulus nantinya.

    Melihat contoh permasalahan tersebut, penting kiranya lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah menengah kejuruan membantu menyiapkan dan memfasilitasi siswa yang “galau” dalam menentukan jurusan yang tepat saat kuliah. Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa ditingkat SMK bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang termasuk dalam dimensi kreatif dari profil pelajar pancasila (PPP) yang merupakan implementasi dari projek penguatan profil pelajar pancasila dan budaya kerja (P5BK) yang dicanangkan oleh menteri pendidikan Nadiem Makarim saat ini, melalui direktorat SMK, dirjen pendidikan vokasi, kementerian pendidikan dan kebudayaan.

    Melalui pengembangan bakat, minat serta kemampuan siswa dengan cara mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, dan mengikuti kegiatan sistematik (assesment) saat penerimaan siswa baru dan assesment sebelum lulus, diharapkan siswa dapat melihat potensi dirinya terhadap program studi yang dipilih, peta karier dan profesi yang ada.

    Penggalian potensi diri melalui pengembangan bakat dan minat serta kemampuan merupakan hal yang penting dilakukan oleh siswa SMK. Seorang siswa akan mengetahui sejauh mana potensi dirinya dalam mengambil keputusan serta tidak membuat dirinya kebingungan untuk mempersiapkan karier dimasa depan.

    Mengenali potensi diri bagi siswa merupakan hal yang wajib dilakukan, karena akan memudahkan dalam mengambil keputusan serta tidak membuat diri sendiri kebingungan dalam merencanakan masa depan. Potensi diri yang dikembangkan siswa saat menempuh pendidikan di tingkat SMK merupakan langkah awal untuk meraih kesuksesan, sehingga tidak ada kata terlambat dalam proses mengenali potensi diri yang bisa berlangsung seumur hidup.

    Manfaat yang bisa didapat dari menggali potensi diri melalui pemetaan potensi bakat dan minat serta kemampuan siswa SMK antara lain membantu memahami diri sendiri dengan baik, memanfaatkan potensi yang dimiliki, mempercepat proses belajar, dan mendapatkan informasi yang terarah terkait pendidikan dan karir yang diharapkan, serta membentuk personal branding siswadalam dunia kerja dan bisnis.

    Banyaknya manfaat dari pemetaan potensi diri inilah akan menjadikan siswa SMK, bisa dan mampu merencanakan masa depannya disaat membuat keputusan besar dalam berkarir setelah lulus. Menggali potensi diri bisa dilakukan dengan mengenali bakat, minat dan kemampuan diri siswa, yang didukung oleh penguatan metode pembelajaran berbasis STEAM dengan cara mengikuti assesment dan kegiatan ekstrakurikuler yang ada disekolah dan didukung peran positif dari orang tua, guru, teman dan lingkungan sekitarnya.

    Pengembangan potensi bakat, minat dan kemampuan siswa SMK tidak hanya bisa dilakukan lewat assesment dan kegiatan kreatifitas saja, melainkan bisa dilakukan secara manajerial dan struktural oleh sekolah, misalnya dengan cara membuat aturan tertulis yang jelas mengenai kebijakan yang dilakukan, membangun komunikasi yang baik antar semua lini di lingkungan sekolah, dan memberikan pengarahan akan pentingnya potensi dan penanaman karakter pada siswa. 

    Pemberian motivasi, peningkatan dan pengawasan serta dukungan terhadap siswa juga penting dilakukan oleh seorang guru sebagai fasilitator pendidikan, sehingga akan terbentuk potensi diri dan karakter peserta didik yang baik. Selain itu, peningkatan motivasi dan kesadaran diri dengan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan di sekolah juga wajib dilakukan oleh siswa, dengan tetap semangat dalam menuntut ilmu serta mengasah keterampilan di manapun dan kapanpun.

     

    Solichudin, S.Pd (Guru SMKN4 Semarang)

     

    Referensi

    Ebook:

    Eka, R., Siti, I., Suardiman, P., Ayriza, Y., Hiryanto, P., & Kusmaryani, R. E. (2007). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta. Penerbit: Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta.

    Ericsson, K., Hoffman, R., Kozbelt, A., & Williams, A. (2018). Expertise and Expert Performance. In The Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance (Second Edition). New York: Cambridge University Press.

    Gunarsa, S. D. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (13th edition; Y. S. Singgih D. Gunarsa, Editor). Jakarta: Gunung Mulia.

    Maunah, B. (2014). Psikologi Pendidikan (1st edition; A. Zahroh, Editor). Tulungagung: Lingkar Media.

    O’Shea, M. V. (1926). Gifted Children: Their Nature and Nurture (1st edition; M. V. O’Shea, Editor). Norwood, Missouri, USA: Norwood Press.

    Ummai, F. V. (2017). Anak Berbakat dan Dunia Pendidikan. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 2(2), 1–5.

    Jurnal:
    Ari Sofia, M. G. A. (2014). Hubungan Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Moral. Jurnal Pendidikan Progresif, 4(1), 133–141.

    Khurniawan, A. (2019). Profil Lulusan SMK Terhadap Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2018 2019. ResearchGate, 1(12), 1–24.

    Magdalena, I., & Pratiwi, A. D. (2020). Cara Mengembangkan Bakat Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Dan Sains, 2(12), 278–287.

    Nauta, M. M. (2010). The Development, Evolution, and Status of Holland’s Theory of Vocational Personalities: Reflections and Future Directions for Counseling Psychology. Journal of Counseling Psychology, 57(1), 11–22. 

    Website:
    School of Parenting. (2020, 1 December). Kenalan Yuk dengan Metode Belajar STEAM bagi Si Kecil. Retrieved December 1, 2021, from website: https://schoolofparenting.id/kenalan-yuk-dengan-metode-belajar-steam-bagisi-kecil/

    Skystar Ventures. (2018, 14 April). Youthmanual: Angka Siswa yang Salah Pilih Jurusan Masih Tinggi. Retrieved December 1, 2021, from website: https://www.skystarventures.com/youthmanual-angka-siswa-yang-salahpilih-jurusan-masih-tinggi/

     

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.