Memaknai Pembelajaran Sejarah dan Budaya Minangkabau di Museum Adityawarman - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Museum Adityawarman, Kota Padang

Rilda Gumala

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Sabtu, 25 Desember 2021 06:07 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Memaknai Pembelajaran Sejarah dan Budaya Minangkabau di Museum Adityawarman

    Belajar sejarah dan budaya tidak cukup hanya melalui membaca atau mendengarkan ceramah Bapak/ibu Guru di sekolah. Melihat langsung peninggalan ,simbol dalam bentuk apapun tentang peristiwa di masa lalu yang merupakan perkembangan peradaban, kebudayaan manusia di sebuah museum itu akan memberi makna yang berbeda..

    Dibaca : 828 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

               Belajar sejarah, budaya suatu daerah atau Negara bukan hanya tentang peristiwa –peristiwa beserta tanggal-tanggalnya. Mengenal perjalanan manusia dan peradabannya seperti sebuah refleksi diri. Melihatnya dalam perwujudan benda –benda peninggalan dari perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia, beragam simbol dan filosofi yang terangkum didalamnya. Begitu juga dengan sejarah dan budaya Minangkabau, Sumatera Barat, yang tak lapuk di hujan dan tak lekang oleh panas dapat ditelusuri salah satunya di Museum Adityawarman, Padang ,Sumatera Barat.

           Museum Adityawarman terletak di Jl. Diponegoro 10 Padang sekitar 500 m dari pantai Padang. Akses ke Museum Adityawarman sangat mudah karena berada di pusat kota Padang di Kecamatan Padang Barat. Museum Adityawarman telah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan yaitu sebagai sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan , melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan dan rekreasi.

             Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berkunjung kembali ke Museum Adityawarman setelah belasan tahun lalu. Terakhir saya datang ke sini membawa saudara dari Galela, Maluku Utara tahun 1996 yang ingin mengenal lebih dekat budaya Minangkabau,  Sudah jam 14.00 wib siang itu, namun masih ramai pengunjung museum yang didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Di Museum ini kita dapat melihat ragam pakaian adat , tradisi , alat memasak sejak zaman dahulu, kuliner tradisional, artefak, makna perhiasan dari logam, batu alam, manusia purba, hewan –hewan yang banyak menghuni belantara Sumatera, perkembangan ragam songket Sumatera Barat dan alat tenunnya, dan banyak lagi yang lainnya bahkan ada Museum khusus randang-makanan khas Minangkabau di bagian belakang bangunan Rumah Gadang. Pokoknya semua hal yang terkait dengan adat tradisi Minangkabau ,Sumatera Barat dapat dilihat replika atau symbol yang merepresentasikanya di Museum Adityawarman ini.

         Pengunjung yang rata-rata pelajar pada hari itu begitu asyik memperhatikan semua yang terpampang di depan mata mereka. Di mata awam, pakaian adat dan perlengkapannya mungkin hanya dapat menangkap keindahan  coraknya namun setelah mengunjungi museum ini akan tahu bahwa setiap symbol memiliki nilai filosofi tersendiri. Antusiasme pelajar-pelajar itu, menghadirkan kenangan buat saya, betapa dulu ketika belajar sejarah saya diajak ke museum ini oleh Guru menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Saya merasakan betul bahwa makna tersirat dari perjalanan sejarah manusia tergambar dari berbagai peristiwa yang terpampang nyata di hadapan kita dalam bentuk sebuah museum. Seperti itu juga mungkin yang dirasakan para remaja itu, dengan celetukan-celetukannya yang terkadang membangun kita para Guru bahwa memaknai pelajaran sejarah dan budaya Minangkabau Sumatera Barat dapat dilakukan salah satunya di Museum Adityawarman ini.

             Kenalan yang saya ajak berkunjung ke Museum Adityawarman kali ini begitu antusias apalagi ketika memasuki area Museum Randang. Wow, museum randang sebuah bangunan di sisi belakang bangunan utama Museum. Di sini pengunjung akan disuguhi kisah randang, makanan khas Minangkabau dan replikanya. Dari ragam randang, bumbu-bumbunya ,replikanya yang benar –benar membuat pengunjung ingin mencicipinya. Ada randang daging, randang lokan, randang telur , randang jariang/jengkol dan ragam randang lainnya. Randang memang sudah mendunia.

           Bagian lain yang juga mengundang decak kagum adalah museum songket, nah di sini kita akan disuguhi beragam songket asli Minangkabau. Hampir semua daerah kabupaten/kota memiliki ragam corak songket dengan keunikkannya masing-masing. Betapa kayanya budaya kita, sejarah kita. Minangkabau hanyalah satu dari  beragam  suku yang menghuni Negeri Tercinta ini.

              Sorepun jatuh, tak bisa berlama-lama lagi di sini, mematut diri tentang peristiwa di masa lalu yang menjadi dan membentuk sejarah budaya suatu massyarakat khususnya Mssyarakat Minangkabau. Perjalanan Memaknai sejarah budaya Minangkabau tak melulu di atas kertas atau ceramah sang Guru tapi dapat melalui perjalanan menikmati nuansa dan auranya di sebuah museum, salah satunya di Museum Adityawarman.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.