Teacher Center Learning vs Student Center Learning; Mana yang Lebih Efektif? - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Siswa sedang berdiskusi kelompok

Darren
Bergabung Sejak: 9 Desember 2021

Senin, 27 Desember 2021 14:25 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Teacher Center Learning vs Student Center Learning; Mana yang Lebih Efektif?

    Artikel ini membahas perbandingan antara metode pembelajaran Teacher Center Learning dengan Student Center Learning.

    Dibaca : 881 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam dunia pendidikan, kita mengenal dua pendekatan pembelajaran yaitu Teacher Centered Learning (TCL) dan Student Centered Learning (SCL). TCL adalah sebuah model pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana guru memegang kendali penuh dalam pembelajaran sebagai pemberi informasi utama. Sedangkan kegiatan pembelajaran SCL lebih berpusat kepada siswa dimana peran guru adalah sebagai motivator, fasilitator, dan evaluator.

    Pendekatan TCL saat ini sudah mulai ditinggalkan, banyak sekolah sudah beralih menerapkan SCL yang dinilai lebih esensial. Salah satu alasannya adalah karena model pembelajaran TCL cenderung mengabaikan bahwa setiap murid mempunyai kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Dalam pendekatan TCL, kegiatan pembelajaran hanya berpusat pada guru sebagai sumber pengetahuan yang melakukan ceramah berjam-jam sedangkan murid hanya mendengarkan dengan khidmat apa yang disampaikannya.

    Jika melihat dari kacamata pemikiran Paulo Freire, aktivitas belajar dari TCL disebut sebagai pendidikan gaya bank. Disebut gaya bank karena kegiatan pembelajaran digambarkan seperti menabung, dimana guru adalah penabungnya sedangkan murid adalah celengan yang terus diisi oleh pengetahuan. Freire menambahkan bahwa pengetahuan merupakan pemberian hibah dari mereka yang berpengetahuan (guru) kepada mereka yang dianggap bodoh (murid).

    Berikut ini adalah ciri dari pendidikan gaya bank yang sesuai dengan TCL:

    1. Guru mengajar, murid belajar
    2. Guru mengetahui segala sesuatu, murid tidak tahu apa-apa
    3. Guru berpikir, murid dipikirkan
    4. Guru bercerita, murid patuh mendengarkan
    5. Guru menentukan peraturan, murid diatur
    6. Guru memilih dan memaksakan pilihanya, murid menyetujui
    7. Guru berbuat, murid membayangkan dirinya berbuat melalui perbuatan gurunya
    8. Guru memilih bahan dan isi pelajaran, murid (tanpa diminta pendapatnya) menyesuaikan diri dengan pelajaran itu
    1. Guru adalah subyek dalam proses belajar, murid adalah obyek belaka

    Melihat ciri tersebut, tanpa disadari model TCL menjadi alat kekuasaan guru yang dominatif yang membatasi setiap ruang gerak muridnya. Kegiatan yang dilakukan siswa hanya sekadar menerima pengetahuan secara mentah, mencatat, dan menghafal yang diberikan oleh guru. Model pembelajaran ini pada akhirnya mengurangi atau bahkan menghapuskan daya kreasi para murid, serta menumbuhkan sikap mudah percaya.

    Model pendidikan gaya bank harus ditolak secara menyeluruh. Freire mengemukakan antitesis dari sistem pendidikan gaya bank, yang disebutnya sebagai pendidikan hadap masalah (problem-posing). Pendidikan hadap masalah menurut Freire menjawab hakikat kesadaran yakni ‘intensionalitas” akan menolak pernyataan-pernyataan serta mewujudkan komunikasi.

    Freire membawa konsep dialog dalam pendidikan hadap masalah, dimana pelaksanaan pembelajaran menuntut adanya pemecahan kontradiksi antara guru dengan murid seperti yang terjadi pada pendidikan gaya bank. Proses pembelajaran tidak terjadi secara satu arah dimana yang terjadi hanya sekadar transformasi pengetahuan dari guru ke murid, tetapi harus terdapat interaksi antara guru dengan murid. Oleh karena itu, model SCL dianggap lebih baik untuk diterapkan sebagai bentuk merdeka belajar bagi siswa supaya bisa berperan aktif dalam proses belajar yang berlangsung.

    Metode SCL merupakan proses pembelajaran berkelanjutan dari transformasi yang berfokus pada peningkatan dan pemberdayaan siswa untuk mengembangkan kemampuan kritis mereka. Siswa dapat belajar secara individu maupun kelompok untuk mengeksplorasi masalah, menjadi pihak yang aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran SCL dirancang untuk siswa memiliki kesempatan mengambil peran yang lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima pengetahuan yang pasif.

    Model pembelajaran SCL, menggunakan konsep dialog yang dibawakan Freire menjadikan proses pembelajaran menjadi dua arah dimana guru dan murid menjadi subjek yang aktif. Melalui pendekatan SCL, tidak ada lagi orang yang mengajar orang lain, atau orang yang mengajar diri sendiri. Guru tidak lagi menjadi orang yang mengajar, tetapi orang yang mengajar dirinya melalui dialog dengan siswa, yang pada gilirannya di samping diajar mereka juga mengajar. Freire mengatakan manusia saling mengajar satu sama lain, ditengahi oleh dunia, oleh objek-objek yang dapat diamati yang dalam pendidikan gaya bank hanya dimiliki oleh guru semata.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.