x

Belajar dari Bola

Iklan

Sahran

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Desember 2021

Rabu, 29 Desember 2021 07:49 WIB

Belajar dari Bola

Bola bukan sekedar olah raga yang mampu menyedot jutaan mata untuk menyaksikannya tetapi lebih dari itu bola adalah miniatur kehidupan bermasyarakat yang dapat kita jadikan rujukan untuk membangun masyarakat yang baik

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Manusia sebagai makhluk sosial adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Setiap pemenuhan kebutuhan seseorang pasti membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya. Dari sinilah pentingnya memiliki banyak saudara yang saling mengerti baik saudara dari jalur keluarga, saudara dari jalur tetangga, saudara dari jalur rekan kerja, saudara dari jalur agama dan saudara dari jalur bermasyarakat.

Saudara adalah mereka yang tidak akan senang melihat saudara lainnya berada dalam kondisi terpuruk. Saudara adalah mereka yang punya kepedulian akan nasib saudaranya yang lain. Jika prinsip seperti ini dipegang oleh masing-masing orang maka kemiskinan, penderitaan, pelecehan, dan hal-hal negatif lain tidak akan muncul dan membudaya dalam masyarakat.

 Dalam menumbuhkan jiwa persaudaraan inilah penulis mengajak untuk melihat dan merenungi dunia sepak bola yang tanpa anda sadari sebenarnya memberikan pelajaran sangat berharga kepada anda. Bukan sekedar pelajaran solidaritas untuk mendukung pemain favoritnya atau sekedar persaudaraan sesama supporter tetapi lebih dari itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari sisi supporter tentu tidak diragukan lagi bahwa supporter telah menumbuhkan jiwa persaudaraan yang sangat tinggi diantara sesamannya. Bahkan terkadang untuk membela sesama supporter mereka rela saling berkorban harta dan fisik. Sebuah jiwa persaudaraan yang patut diteladani.

Tetapi tulisan ini tidak mengangkat sisi supporternya melainkan pada pemain dan stretegi permainannya. Permainan sepak bola yang dimainkan 11 pemain ini bukan hanya mempertontonkan bagaimana kemampuan atau skill para pemain yang mampu membawa bola dengan melewati pertahanan lawan yang ketat tetapi lebih dari itu. Beberapa pelajaran yang dapat anda petik misalnya :

  1. Sehabat apapun pemain dalam mengolah bola tetap tidak berguna jika dia bermain sendiri melawan 11 musuh. Setiap pemain tidak boleh egois memainkan bola sendiri dia butuh bantuan teman untuk mengiringnya. Begitu pula dalam kehidupan ini sehebat apapun anda, se sultan apapun anda, sekuat apapun anda, setampan/secantik apapun anda, sebaik apapun keturunan anda, seberkuasa apapun anda, ketahuilah bahwa anda tidak bisa hidup sendiri, anda tetap membutuhkan bantuan orang lain untuk menjadi pemain yang baik.
  2. Operan bola adalah taktik untuk mempermudah menerobos pertahanan musuh. Dari pemandangan ini anda mengambil hikmah bahwa jangan pelit atau kikir memberikan bantuan kepada saudara-saudara anda yang membutuhkan. Wahai saudaraku yang memiliki harta jangan pelit dengan hartamu, bantulah mereka yang secara ekonomi berada dalam kekurangan bahkan untuk mencukupi hidup sehari-harinya saja bingung, jika ini terwujud maka kemiskinan sudah bukan menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat anda.

Mereka yang punya ilmu jangan pelit operlah ilmu kalian untuk saudara-saudara anda yang mungkin tidak mampu menempuh pendidikan secara formal. Bukalah lembaga-lembaga belajar sesuai keilmuan untuk menampung mereka yang ingin belajar tapi tidak punya kemampuan materi.

Saudaraku yang memiliki skill di bidang tertentu operlah skill itu untuk digunakan oleh saudara-saudara anda yang lain sehingga anda bisa saling menikmati hasilnya. Yang punya semen operlah semennya untuk membangun rumah-rumah masyarakat yang belum punya rumah, yang punya besi juga demikian. Begitu pula yang punya ilmu bangunan.

Intinya operlah kemampuan yang anda miliki kepada saudara-saudara anda sehingga anda akan  melihat kebahagiaan terpancar dari raut wajah mereka. Kebahagiaan yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh mereka dan belum pernah anda rasakan dalam kehidupan anda.

  1. Ketika mengoper boleh itu artinya anda mempercayakan bola tersebut ke teman anda. Pelajarannya apa bahwa dalam hidup ini membangun kepercayaan itu sulit maka belajarlah untuk percaya kepada orang lain dan terus membangun kepercayaan. Jangan mudah berburuk sangka kepada orang lain yang pada akhirnya akan mengakibatkan keburukan pada diri sendiri.

Membangun kepercayaan pada orang lain akan berimbas pula kepada anda bahwa orang lain pun akan percayai pada setiap perilaku dan ucapan anda. Walaupun membangun kepercayaan itu tidak mudah tetapi ketika saling percaya itu tumbuh maka lihatlah perubahan besar akan terjadi dalam diri dan karier anda.

  1. Setiap permainan sepak bola selalu ada pelatih yang setia memberikan arahan dan instruksi dari luar lapangan. Begitu pula hidup akan selalu ada motivasi yang anda temukan dalam perjalanan ini, baik datangnya dari pasangan anda, keluarga, tetangga, rekan kerja, bahkan mungkin musuh-musuh anda yang tanpa sadar memberikan jalan kebaikan pada diri anda. Maka ambil dan renungkan setiap nasehat yang diberikan orang kepada anda. Begitu pula kritikan jangan dibalas dengan keburukan tetapi jadikan sebagai motivasi untuk memperbaiki diri lebih baik dan lebih baik lagi.
  2. Semangat untuk menang, setiap pemain membawa misi yang sama dan menjadi motivasi yang kuat yaitu bermain untuk menang dan mengharumkan negara atau club bermainnya. Dalam hidup setiap manusia pasti akan mengalami masa-masa yang sulit. Disinilah pentingnya terus menumbuhkan semangat untuk terus memberi manfaat dengan mimpi sederhana menjadikan diri dan orang-orang di sekitar senang dan bahagia atas kehadiran anda.

Jangan berputus asa karena permasalahan yang muncul dalam kehidupan anda karena sesungguhnya permasalahan yang menghampiri anda adalah sarana untuk membuat anda semakin dewasa dalam menjalani kehidupan.

 

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari sepak bola, semoga tulisan singkat ini menjadi motivasi untuk menjadi pribadi-pribadi yang terus belajar memberi manfaat buat diri sendiri dan masyarakat di sekitar anda.

Ikuti tulisan menarik Sahran lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler