Akhir Malam 2021 - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Revi Wina Adelline

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2021

Sabtu, 8 Januari 2022 06:37 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Akhir Malam 2021

    Sebuah puisi yang didedikasikan gadis kepada ayah nya dan seluruh dunia tentang rumitnya menjadi seorang dewasa.

    Dibaca : 625 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hari berganti bulan

    Bulan berganti tahun

    Tahun berganti cerita

    Terasa begitu cepat 

    Ucap seorang gadis dengan senyum nampak dari wajahnya yang berderai air mata

    Kala memandangi sebuah rekaman video

    Bagaimana teman-temannya menghabiskan malam tahun baru 2021

    Indah bukan?

    Iya. Ucap pikirnya.

    Namun tidak, ucap hatinya.

    Mengapa tidak jujur saja? 

    Pikiran yang selalu mendesak untuk selalu jujur.

    Namun hati sulit berdamai dengan keadaan.

    Terlanjur sedih, sedih sudah 2021 itu.

    Kenangan demi kenangan

    Sudah tak bisa ia tampung dalam jejak rekaman memorinya

    2021 terlalu mengiris hati

    Terlalu banyak menyita pikiran dan jiwanya

    Terlalu banyak hadir dalam mimpi dan derasnya air mata

    Saat malam tahun baru 2021

    Kembang api memeriahkan gelap gulitanya akhir tahun itu

    Semua berlomba menyalakan dan melihatnya malam akhir tahun itu

    Namun tidak dengan gadis itu. 

    Pertama kalinya, ia melewati akhir tahun

    Benar-benar hanya dalam kamar tidurnya

    Sorak sorai bersahutan

    Tidak membuat jiwanya ikut terpanggil untuk berkata

    'Ayolah, akhir tahun hanya sekali. Lepaskan penatmu terlebih dahulu. Kamu terlalu kaku dan serius'.

    Sama sekali tidak.

    Akhir tahun 2021, berakhir dengan baik namun terlampau perih jika diingat, terlampau perlu diperbaiki.

    Akhir tahun 2021, mengajaknya untuk berpikir lebih runut

    Usianya yang mulai menginjak 21 tahun. Terlalu sulit untuk ia langkahi. 

    Tapi tekad kecil dalam hatinya, tetap tersemat kata " semangat untuk berjuang, apapun itu bentuknya, apapun itu jalannya."

    Ayah dengan 1000 lembar bukunya berkata

    Dewasa itu sulit. Teramat sangat sulit.

    Namun kata "sulit" akan tergantikan dengan kata "bisa", jika kita mau berdamai dengan keadaan dan hati kita. 

    Takut itu wajar, sedih itu wajar, marah itu wajar

    Akan tetapi, ingat semua itu ada batasannya.

    Jangan terlalu larut, bahagia kamu adalah milikmu.

    Jangan samakan dengan orang lain.

    Sama akan terasa lebih menyenangkan, namun tidak sama akan jauh lebih menenangkan.

    Karena kamu kenal dirimu lebih baik.

    Ayo lewati tahun 2022.

    21 tahun mendatang nanti, coba terlebih dahulu.

    Gagal itu akan selalu ada. Buat gagal menjadi indah dengan proses-prosesnya yang luar biasa.

     

     

     

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.