Menyebarkan Kebaikan dengan Komunikasi Islam - Analisis - www.indonesiana.id
x

Cara berkomunikasi secara jujur dan berempati dengan anggota keluarga menjadi kunci komunikasi efektif pada masa pandemi

Sadamtri_

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 10:43 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Menyebarkan Kebaikan dengan Komunikasi Islam

    Berbuat dan Menyabarkan Kebaikan dengan Komukiasi Islami. Kita sebagai manusia tentu diperintahkan agar senantiasa berbuat baik. jangan menilai perbuatan dari besar atau kecilnya, selama kita ikhlas tentu itu akan sangat bernilai

    Dibaca : 279 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dalam agama Islam kita senantiasa diajarkan untuk berkomunikasi dengan baik. Bahkan agama islam menjelaskan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan sesuai dengan ajaran yaitu Komunikasi Islami. Dalam buku yang berjudul “Komunikasi Islam” (Harjani Hefni, 2015) Komunikasi Islam adalah komunikasi yang dibangun atas prinsip dalam islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan.
     
    Makna sebenarnya dari komunikasi islam sendiri adalah proses membangun hubungan antara Manusia kepada Allah SWT, dan kepada sesama manusia untuk menciptakan keharmonisan dalam hidup.
     
    Komunikasi dalam perspektif islam menekankan pada unsur pesan seperti risalah, dan nilai-nilai islam. Al-Qur’an dan Hadits pun memberikan pedoman bagi kita yaitu bagaimana cara berkomunikasi menurut islam. Komunikasi dalam Islam pun memiliki beberapa prinsip diantaranya Ikhlas, Jujur, Bersih, Positif, Fakta, dan Keseimbangan.
     
    Berbuat dan Menyebarkan Kebaikan
     
    Kita sebagai sebagai umat manusia bisa memanfaatkan perspektif komunikasi islami untuk menyebarkan kebaikan. Dalam suatu hadits Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “ Dari Bara’ bin ‘Azib berkata, seorang Badui menemui Nabi SAW dan berkata: Ya Rasulullah! Ajarkan kepadaku suatu amalan yang membuatku masuk surga. Beliau menjawab : Perintahkanlah orang pada kebaikan, dan cegahlah mereka dari kemungkaran. Jika engkau tidak mampu melakukannya, tahanlah lisanmu kecuali dari yang baik-baik.” (Syarh As-Sunnah Juz 9, h.354, hadis no.2419).
    Dari Hadits diatas jelas bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita agar senantiasa berbuat dan menyebarkan kebaikan. Banyak sekali jenis kebaikan yang bisa kita lakukan contohnya seperti memberi makan kucing liar, perbuatan tersebut terlihat sepele tetapi dampaknya besar. Kucing-kucing di jalanan tidak akan tertolong dan tidak kelaparan lagi. Bahkan dari perbuatan yang kita lakukan bisa mengispirasi banyak orang agar selalu menjaga dan merawat kucing. Contoh lain adalah ketika kita melihat ranjau dijalan lalu dengan kesadaran kita bersihkan ranjau tersebut. Tentu saja hal demikian akan menolong banyak orang agar tidak terjadi kecelakaan. ingat, Jangan melihat besar kecilnya kebaikan yang dilakukan selama dilakukan dengan ikhlas maka hal itu akan sangat bernilai.
     
    Kita pasti tau sebuah ungkapan yaitu “Sedikit-sedikit nanti akan menjadi bukit”. Kita perbanyak pebuatan baik maka tanpa disadari pahala kita akan terus bertambah. Tentu saja hal demikian dapat menolong kita di Yaumul Hisab kelak. Selain itu Allah SWT paling menyukai hambanya yang senantiasa menolong dan berbuat baik.
    Komunikasi Islam juga bisa berperan dalam merubah atau mebentuk psikologi seseorang. Saya sendiri pernah mempunyai pengalaman. Ketika itu Teman saya yang mempunyai sifat yang tidak baik seperti malas ibadah, tidak pernah bersyukur, dan pemarah. Suatu hari Ketika teman saya berada di jalan dan cuaca hujan deras. Dia melihat seorang kakek tua pedagang asongan. Di segala keterbatasannya dia tetap berusaha mencari nafkah dan pada saat itu dia melihat sang kakek memberi makan seorang tuna netra yang kelaparan. Dari hal itulah teman saya tersentuh hatinya dan akhirnya mendapat hidayah dari Allah SWT sehingga Sekarang kedihupannya jauh lebih baik.
     
    Dari kebaikan yang dilakukan kakek tersebut terdapat sebuah pesan yaitu walau ditengah keterbatasan kakek tersebut tetap menolong orang lain. Secara tidak langsung hal demikian membuat orang lain termotivasi. Si kakek pun tidak akan sadar bahwa ada pahala lain dibalik perbuatan baiknya. Maka dari itu marilah kita senantiasa berbuat dan menyebarkan kebaikan dan berkomunikasi yang baik sesuai ajaran agama Islam.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.