x

Gambar oleh Tri Le dari Pixabay

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 30 Maret 2022 19:07 WIB

Kenangan Masa Kecil

Kenangan masa kecil sangat berpengaruh kepada karakter anak. Kenangan itu membentuk karakternya menjadi baik atau sebaliknya. Artikel ini dengan singkat membahas topik ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

Ada apa dengan kenangan masa kecil?  Ternyata masa kecil adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan manusia.  Apa yang masuk dalam pikiran dan perasaan akan terekam selamanya dan menentukan karakter dan perilaku manusia.  Oleh karena itu pastikan anak anak Anda menerima kasih sayang tulus dari orang tuanya.  Sejak dalam kandungan, bahkan sejak ibunya belum hamil,  kasih sayang sudah harus terpancar. Artinya pernikahan kedua orang tuanya juga harus ideal.

Kasih sayang tulus akan melahirkan tindakan yang baik.  Hanya kata kata baik, sopan, halus dan positif yang keluar dari lisan orang tuanya.  Sopan santun harus dicontohkan, bukan diperintahkan.   Meskipun  demikian tidak perlu orang tuanya lantas kromo inggil dengan anaknya.  Kejadian terbalik ini sering saya lihat.  Banyak juga saya lihat orang tua yang salah ucap.   Mereka katakan ‘jatuh lo’  sedangkan yang mereka maksudkan agar anaknya jangan sampai jatuh.  Jadi lebih baik katakan saja ‘main di sini saja / main ini saja yang aman’.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Banyak orang tua mengatakan ‘kalau tidak rajin belajar mau jadi apa kamu’.  Ini sih makian, bukan memotivasi.  Ini pantangan buat orang tua.    Sama sekali tidak boleh orang tua memaki anaknya.  Bahkan memberi nama julukan juga harus baik.  Jadi alih alih berkata pedas, orang tua lebih baik menceritakan seseorang yang berhasil, tanpa mengharuskan anaknya menjadi seperti orang lain.  Istri saya sering bercerita bahwa dia termotivasi menjadi apoteker karena almarhumah ibunya sering bercerita tentang seorang Belanda yang menjadi apoteker di Kediri, jatim, dulu di jaman kolonial.  Agaknya beliau memang memotivasi anaknya agar rajin belajar.

Awalnya kenangan masa kecil ini hanya dirasakan saja oleh anak.  Pada saat mereka belum paham bahasa orang tuanya mereka sudah merasakan ayom dan ayem  (tenang, teduh) dalam gendongan ibu bapaknya.  Setelah mereka paham bahasa maka selain hati pikiran mereka juga akan tersentuh bahasa yang penuh kasih sayang.  Ini ibarat pupuk yang menyuburkan tapi untuk jiwa dan raga.    

Meskipun demikian kasih sayang orang tua jangan sampai kebablasan sampai memanjakan.  Sudah saya tulis artikel tentang Lesmono Mondro Kumoro, yang intinya kiat menghindari tindakan memanjakan anak.  Karena akibatnya buruk untuk anak.  Anak yang dimanja akan menjadi negatif karakternya.  Kompetensinya juga akan rendah. 

Masa kecil adalah masa pembentukan karakter.  Apa yang masuk di masa ini akan menentukan karakternya sepanjang hidupnya. Kenangan masa kecil yang indah karena penuh kasih sayang orang tua akan membentuk karakter yang baik.  Anak anak akan berperilaku baik. Ucapan dan tindakannya akan baik. Karakter anak terbentuk di masa kecil. Maka keluarga orang tuanya harus harmonis agar ucapan dan tindakan orang tua selalu baik.  Pendidikan anak di masa kecil didominasi oleh contoh kedua orang tuanya. Orang tua yang rajin beribadah dan bekerja akan dicontoh oleh anak anaknya. Orang tua yang halus dan sopan bahasanya akan memengaruhi anak anaknya menjadi halus dan sopan juga. Demikian juga sebaliknya.

Jadi monggo ciptakan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah,  atau dalam bahasa Inggrisnya home sweet home.  Inilah keluarga yang penuh cinta kasih.  Semua anggotanya saling mencintai, saling menyayangi.  Maka semua kata kata yang terucap sopan dan baik.  Semua tindakannya juga baik dan bermanfaat untuk keluarga itu sendiri dan liyan.

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler