x

Iklan

sarah putri pratama

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 April 2022

Sabtu, 23 April 2022 06:21 WIB

Perkembangan Emosional Pada Masa Remaja

Masa remaja adalah masa yang berapi-api, dimana di masa ini emosi yang dimiliki baru mulai beradaptasi untuk mencari jati diri yang sebenarnya. Emosional yang dimiliki pun banyak pengaruhnya, seperti pengaruh hormon, lingkungan keluarga, masyarakat, dll.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu pula manusia. Manusia selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis.

Menurut Karl E Garrison Pertumbuhan adalah perubahan individu dalam bentuk ukuran badan, perubahan otot, tulang, kulit, rambut, dan kelenjar (otot). Sementara, Perkembangan adalah hasil dari pada tindakan yang saling berkaitan antara perkembangan jasmani dan pembelajaran.

Adapun tahap pertumbuhan manusia, yakni bermula dari janin - bayi - balita - anak-anak - remaja - dewasa - lanjut usia (lansia).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perkembangan manusia ditandai oleh meningkatnya atau menurunnya kemampuan berbicara, emosional, kecerdasan, dan ketangkasan. Pada perkembangan ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa setiap periode usia manusia memiliki kemampuan yang berbeda. Kemampuan tersebut bisa berasal dari faktor genetik serta faktor usia perkembangannya.

Mari kita bahas perkembangan emosional pada masa remaja.

Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan emosional, selalu mengalami perubahan pada setiap masanya. Peralihan emosi paling signifikan terjadi pada masa anak usia 12-17 tahun atau perpindahan masa sekolah dasar dengan sekolah menengah keatas. Pada masa ini emosi anak tidak stabil, terkadang cenderung seperti anak-anak terkadang seperti anak dewasa.

Masa remaja merupakan puncak emosional, karena masa anak tersebut adalah masa dimana anak tersebut memulai merasakan emosi yang baru. Emosi yang dirasakan seperti berikut:

  • Amarah, meliputi sensitif, ngamuk, tersinggung.
  • Kesedihan, meliputi kesepian, melankonis, depresi.
  • Malu, meliputi menyesal, rasa bersalah.
  • Cinta, meliputi kasmaran, kasih sayang.
  • Ketakutan, meliputi gugup, cemas, waswas.
  • Kenikmatan, meliputi Bahagia, gembira, ngeri.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan emosinal pada remaja, seperti:

  1. perubahan jasmani, diakibatkan hormon.
  2. pola interaksi lingkungan,

- lingkungan keluarga sangat berpengaruh pada emosional remaja, jika remaja tersebut memiliki keluarga yang baik, maka akan terbentuk suatu emosi yang terkontrol. Begitupun sebaliknya jika remaja memiliki keluarga yang memiliki sifat keras, akan berdampak negatif pada emosi anak tersebut.

- lingkungan sekolah, interaksi pertemanan yang berubah mengakibatkan emosional seseorang akan berubah mengikuti lingkungan tersebut.

  1. perubahan pandangan luar, globalisasi yang terjadi sangat terpengaruh oleh internet. Dari internet ini semua perlakuan atau sudut pandang dari berbagai macam manusia bertemu. Serta, para pengguna remaja tersebut cenderung mengikuti apa yang ia sukai.

 

Ikuti tulisan menarik sarah putri pratama lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu