Semangat Hanya Sebuah Kata, Tetapi ... - Hiburan - www.indonesiana.id
x

nyawa atau ekonomi

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 24 April 2022 17:37 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Semangat Hanya Sebuah Kata, Tetapi ...

    Mendengarkan kembali Lagu SEMANGAT, yang saya tulis pada 14 April 2019, dari Youtube Supartono JW, saya benar-benar terus SEMANGAT untuk terus melakukan segala sesuatu yang saya mampu, khususnya untuk diri saya sendiri, dan semoga bermaslahat bagi orang lain. Sebab, setelah melewati dua fase ibadah Ramadhan 1443 Hijriah, saya jadi tahu, siapa diri saya.

    Dibaca : 763 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mendengarkan kembali Lagu SEMANGAT, yang saya tulis pada 14 April 2019, dari Youtube Supartono JW, saya benar-benar terus SEMANGAT untuk terus melakukan segala sesuatu yang saya mampu, khususnya untuk diri saya sendiri, dan semoga bermaslahat bagi orang lain. Sebab, setelah melewati dua fase ibadah Ramadhan 1443 Hijriah, saya jadi tahu, siapa diri saya.

    Kini di hari kedua fase 10 hari ketiga ibadah Ramadhan (pembebasan dari api neraka), Lagu SEMANGAT, membikin saya terus semangat untuk melintasi sisa bulan Ramadhan, dengan sikap dan perbuatan yang semoga selalu terjaga, di jalanNya. Aamiin.

    Apa semangat?

    Kamus Besar Bahasa Indonesia, menyebut bahwa makna semangat adalah roh kehidupan yang menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati. Juga bermakna seluruh kehidupan batin manusia, Makna berikutnya adalah isi dan maksud yang tersirat dalam suatu kalimat (perbuatan, perjanjian, dan sebagainya), pun bermakna kekuatan (kegembiraan, gairah) batin, perasaan hati, dan nafsu (kemauan, gairah) seperti untuk bekerja, berjuang, dan sebagainya.

    Sesuai makna tersebut, maka saya pun menulis lirik lagu SEMANGAT sesuai dengan kedekatan maknanya. Dan, sejak lirik-lirik itu saya tulis, maka dalam setiap langkah, saya selalu mengingatnya.

    SEMANGAT, by Supartono JW (14042019)

    KAU HANYALAH SEBUAH KATA KEHADIRANMU MEMBUATKU SLALU TERJAGA DARI TIDUR PIKIR AKALKU DALAM SETIAP GERAK LANGKAHKU KEKAL BERSEMAYAM di RELUNG JIWA

    MESKI HANYA SEBUAH KATA NAMUN SETIA MENUNTUN MATAHATIKU MENGUSIK JIWAKU TERPACU MENGGERAK JEMARI MENARI MENYAMBUT HARAPAN dan IMPIAN

    Reff.

    MESKI HANYA SEBUAH KATA KAULAH URAT NADI NAFASKU MESKI HANYA SEBUAH KATA KARNAMU KU TERUS TERJAGA

    KAU KAN SELALU ADA SETIA TEMANI DALAM SUKA dan DUKA

    Bila lirik itu saya parafrase, saya ungkap dalam bentuk tata bahasa, kalimat, atau pernyataan dengan menggunakan diksi yang lebih sederhana tanpa mengubah makna dari lirik tersebut, maka:

    Bait pertama: Semangat hanya sebuah kata, tetapi membuatku selalu terjaga, bangun, tidak tidur. Akal, pikiran tidak malas. Selalu waspada, sadar, membaca, melihat, menonton, mendengar, menyerap, imajinatif, kreatif, inovatif, mencipta, berkarya, menjadi penemu. Bukan menjadi peniru, plagiat, penjiplak (copypaste) pemakai produk orang lain, bangsa lain. Semangat menjadi pelecut dalam setiap gerak dan langkah, karena semangat tertancap dan terus bersemayam dalam hati, dalam relung jiwa.

    Bait kedua: Semangat hanya sebuah kata. Tetapi setia menuntun matahatiku. Matahati itu mampu membedakan mana yang baik dan mana buruk. Kata semangat mengusik, menyadarkan, memompa jiwa, akal pikiran hati terus terpacu. Menggerakkan jari-jemari, tangan untuk terus menari-nari, bekerja, berkarya, membikin sesuatu yang selalu baru, dari kolaborasi kecerdasan intelegensi, sosial, emosional, analisis, kreatif-imajinatif-inovatif-iman (Iseaki). Menyambut harapan dan impian. Sehingga harapan dan impian benar-benar terwujud.

    Bait ketiga: Semangat, meski hanya sebuah kata, menjadi urat nadiku, pembuka jalan utama nafas, langkah-langkahku dan selalu membuatku terjaga, bangun, tak tidur untuk terus berkarya.

    Semangat akan selalu ada. Setia. Menemani. Dalam keadaan suka mau pun duka. Di segala suasana, segala cuaca, termasuk di bulan Ramadhan 1443 Hijriah. Meski banyak hal di negeri ini tak duduk pada tempat yang semestinya. Rakyat susah akibat ulah para manusia yang tak amanah!

    Sadar diri

    Dari parafrase tersebut, terbayangkah bila dalam setiap langkah gerak kehidupan di di dunia, terutama ibadah di bulan Ramadhan ini, kita jalani tanpa kata semangat?

    Menyadari siapa diri saya, maka langkah sekecil apa pun, tanpa adanya semangat, maka mustahil sebuah harapan dan impian saya akan terwujud.

    Menyadari siapa diri saya, maka bila suatu ketika, ada langkah saya yang terhambat, bermasalah, bahkan sampai gagal, maka semangat akan memulihkan kondisi Iseaki saya. Untuk kemudian bangkit dari langkah yang terhambat, bermasalah, atau bahkan gagal.

    Semangat akan membangkitkan saya dari kegagalan, keterpurukan. Bila saya berhasil mewujudkan harapan dan impian, semangat akan melipatgandakan hal positif dalam kecerdasan Iseaki saya, untuk terus melangkah, berkarya, inovatif di jalan yang maslahat bagi diri, orang lain, hingga bangsa dan negara di dunia, pun akhirat. Aamiin.

    Apa saya semangat di fase 10 hari ketiga ibadah Ramadhan ini? Lagu SEMANGAT, telah menjawabnya.  



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.