Andika, Difabel penuh Karya - Humaniora - www.indonesiana.id
x

News BM3

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 2 Maret 2022

Selasa, 26 April 2022 15:39 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Andika, Difabel penuh Karya

    Andika, Difabel penuh Karya

    Dibaca : 737 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tidak semua orang diberikan kondisi fisik yang normal dalam menjalani hidupnya. Banyak dari teman-teman kita tidak mendapatkan sebuah keistimewaan memiliki kondisi fisik yang sehat dan normal. Penyandang disabilitas contohnya, harus bertahan menghadapi tantangan zaman dengan berbagai kebutuhan khusus yang harus mereka penuhi dankerap sekali mendapatkan pengecualian dari orang lain pada umunya.

    Namun tidak semua disabilitas harus menjadi tanggungan orang lain seutuhnya. Tidak jarang juga kita temui disabilitas yang mampu menorehkan prestasi melampaui orang normal. Bahkan banyak ilmuan dunia yang menyandang disabilitas, sebut saja Thoma Alva Edison dan Stephen Hawking.

    Hal serupa juga terjadi kepada Andika (22), seorang difabel yang terjerat dalam kekurangan fisiknya namun pikiran dan kreatifitasnya mengalir tanpa henti. Andika mengalami penyakit yang mengakibatkan fisiknya menjadi rentan dan hanya dapat duduk di kursi roda.

    Namun dengan begitu tidak menghambat Andika dalam meningkatkan kualitas dirinya. Ia meningkatkan kemampuannya dalam bidang seni digital. Dalam proses perjalananya ia belajar design grafis sejak tahun 2018 tahun silam. Meski tidak melanjutkan jenjang pendidikan tapi ia terus bergelut dalam bidang ia senangi.

    Semangat dalam belajarnya adalah sebagai buah dari pesan ayahnya sewaktu dulu. Ayahnya berharap Andika dapat menjadi seniman yang terkenal meski keadaan fisik yang tidak normal. Sehingga Andika belajar mengoperasikan komputer dan mengaktuliasikan kemampuannya di alat tersebut.

    Hingga pada akhirnya Andika dapat menjadi kontribtor logo multinasional. Produk ia ciptakan sering dibeli oleh perusahaan-perusahaan luar negeri. Sejak tahun 2020, Andika telah menghasilkan jutaan rupiah dari hasil buah karyanya dan telah memenangkan puluhan kontes desain logo.

    “Saya belajar design pertama kali itu di pondok multimedia pada tahun 2018, ya meski pondoknya untuk umum tapi tetap menerima difabel seperti saya selagi masih bisa mandiri. Pada tahun 2020 saya sudah dapat penghasilan tetap dari hasil design saya, dan sudah memenangkan puluhan kontes sampai saat ini”.

    Andika juga telah dapat membantu keluarga dan membayai adik-adiknya. Ia juga ingin berkontribusi dalam membantu kebutuhan keluarga.

    “Alhamdulillah, sudah dapat membantu keluarga, ngirimin uang ke rumah setiap bulan dan bantu kebutuhan adik,” ungkap Andika.

    Tentu banyak selain Andika sebagai difabel yang inspiratif dan tangguh dalam kemandiriannya. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga banyak di luar sana yang tidak terpandang oleh mata. Bahwa mereka, difabel yang tidak begitu beruntung hidupnya. Harus hidup di jalanan atau terkurung murung di dalam pingitan kamar.

    Maka dengan itu Baitul Maal Merapi Merbabu membuka kesempatan untuk membagi kebahagian bagi mereka yang tidak bernasib baik. Melalui Baitul Maal Merapi Merbabu dengan menitipkan donasinya, kita telah menyalamatkan harapan hidup seseorang dari sebuah keterpurukan. Semoga yang tersisihkan oleh kita menjadi amal jariyah dan penghantar menuju surga.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.