Tak Ada yang Mampu Meredupkan Sinar yang Memancar dari Dalam - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi anak dan orang tua. Freepik.com/Prostoleh

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Sabtu, 30 April 2022 19:08 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Tak Ada yang Mampu Meredupkan Sinar yang Memancar dari Dalam

    Sinar yang memancar dari dalam adalah metafora. Kutipan dari Maya Angelou ini mengandung makna yang dalam. Apalagi kalau dikaitkan dengan parenting. Ingin tahu bagaimana kaitannya? Silahkan baca terus agar Anda tercerahkan.

    Dibaca : 756 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku.

    Indah, puitis dan penuh makna. Itulah kalimat mutiara dari seorang penulis kondang dari negri Paman Sam yang bernama Maya Angelou.  Mari kita belajar dari kalimat mutiaranya.

    Nothing can dim the light that shines from within (Maya Angelou) 

    Tak ada yang mampu meredupkan cahaya yang memancar dari dalam.  Inilah kalimat mutiara dari Maya Angelou, seorang penulis kondang dari Amerika Serikat.  Kalimat mutiara yang indah dan sarat makna.  Satu hal yang sangat penting adalah relevansinya dengan parenting.   Apa maksudnya?  Mari kita bahas.

    ‘Cahaya yang memancar dari dalam’  memang mungkin bisa ditafsirkan bermacam macam.  Saya menafsirkannya sebagai kualitas pribadi seseorang.  Dengan kata lain segenap potensi yang ada dalam diri seseorang.  Tatkala semua potensinya berkembang maka seseorang akan memiliki kemampuan atau kompetensi dalam satu bidang tertentu.  Bahkan ada juga orang yang mampu mengembangkan kompetensi di banyak bidang.  Sosrokartono misalnya.  Dia adalah kakak kandung pahlawan nasional Kartini.  Almarhum Sosrokartono adalah seorang polyglot,  seorang yang memiliki kemampuan bahasa asing yang sangat baik dan tidak hanya satu bahasa tapi banyak bahasa asing. Bayangkan dia memiliki kemampuan seperti itu di masa ketika sebagian besar orang Indonesia masih berpendidikan rendah.  Dia juga seorang wartawan untuk sebuah koran Amerika yang ditugaskan di Eropa. Masih banyak lagi contoh orang hebat dari Indonesia.  Kalau saya tulis semua daftarnya akan panjang sekali.  Dia juga dikenal sebagai seorang spiritualis.  Terbukti dia mampu mengembangkan banyak kompetensi. Pertanyaannya, bagaimana dia melakukannya?  Pertanyaan lebih spesifik sebagai orang tua, bagaimana mengembangkan kemampuan anak anak kita?

     

     

    Dalam artikel sebelumnya saya sudah membahas potensi anak yag sebenarnya sudah ada di dalam dirinya.  Allah swt sudah memberi bekal berupa bakat, minat dan kecerdasan.  Mungkin hanya satu tapi ada juga orang yang diberi banyak bakat dan kecerdasan.  Saya juga perlu mensitir pendapat Einstein dan Michio Kaku.  Pada intinya mereka mengatakan perlakuan orang tua yang salah bisa meredupkan potensi anak anaknya.  Jadi orang tua harus mampu menemukan cara agar semua potensi anaknya berkembang.

     

     

    Selain itu ornag tua juga wajib berupaya ‘menyalakan cahaya dari dalam’ tersebut dengan membangkitkan semangat juang anak anaknya alias memotivasi mereka.   Orang tua juga mesti berupaya membangkitkan disiplin intrinsik pada anak anaknya.  Disiplin intrisik adalah disiplin yang melekat di dalam diri seseorang, beda dengan disiplin ekstrinsik alias disiplin yang ditimbulkan oleh otoritas dari luar diri seseorang.  Bagaimana caranya? 

    Secara singkat orang tua harus mengamati potensi anak anaknya. Setelah itu kembangkan segenap potensinya. Biarkan mereka memilih bidang yang disukainya. Tidak perlu memaksa mereka belajar dan bekerja di bidang yang tidak mereka sukai. Kalau Anda bersama mereka sudah menemukan renjana (passion) mereka maka akan lebih mudah membangkitakn disiplin intrinsik, alias disiplin yang melekat dalam diri mereka sendiri.

     

    Manakala potensi anak sudah ditemukan, motivasi sudah dibangkitkan, disiplin intrinsik sudah ditegakkan, maka nanti ‘cahaya dari dalam’ diri anak anak akan ‘menyala’.  Apalagi nanti semua potensi itu akan bersenyawa dengan peluang yang ditawarkan oleh keadaan maka insya Allah dia akan tumbuh kembang maksimal.

     

     

    Seperti kata Maya Angelou ketika ‘sinar itu sudah menyala’ maka jangan kuatir dengan tantangan yang dihadapi. Persaingan ketat, kondisi yang menurun karena pandemi dsb, insya Allah akan teratasi dengan bimbingan Allah swt dan dengan modal kemampuan tadi.  Jadi mari kita terus menerus momohon bimbinganNya dan jangan bosan belajar.  Antara lain dengan banyak membaca dan berdiskusi.  



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.