Sampah Masuk, Sampah Keluar - Analisis - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 9 Mei 2022 14:31 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sampah Masuk, Sampah Keluar

    Lingkungan sosial memiliki pengaruh baik dan buruk. Jaga keluarga Anda dari pengaruh buruk. Jangan biarkan pengaruh buruk masuk. Pastikan hanya pengaruh baik saja yang masuk agar anak anak Anda memiliki karakter baik.

    Dibaca : 564 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Garbage in, garbage out.  Sampah masuk, sampah keluar.  Itulah arti harafiah frasa tersebut. Apa maksudnya?  Mari kita bahas.

    Frasa itu merujuk pada pengaruh buruk yang membentuk pikiran dan hati manusia.  Kalau yang masuk pada pikiran dan hati kita adalah kata kata, video, perbuatan yang kasar, tidak bermoral, melanggar tata krama, etika, agama, maka demikian juga apa yang keluar dari kita.  Pikiran, ucapan, tulisan dan tindakan kita juga akan kasar, tidak sopan, pokoknya buruk.  Dengan kata lain pikiran dan hati manusia itu dibentuk oleh apa yang didengar, apa yang dibaca, apa yang ditonton, dan apa yang dimakan dan diminum.  Ucapan orang akan mempengaruhi kita terutama di usia muda. 

    Demikian juga bacaan.  Tindakan orang yang dilihat juga.  Tontonan dari tv , video, film juga membentuk pikiran dan hati kita.    Makanan dan minuman juga akan membentuk kita.  Kalau haram maka hati akan gelap dan kotor sehinga tidak mampu menangkap petunjuk Allah swt.  Hati yang kotor itu ibarat antena yang rusak. Ia tidak berfungsi sebagai penangkap sinyal.  Akibatnya layar tv tidak menampilkan gambar yang jernih.  Pikiran dan hati yang kotor dan sakit hanya akan mengeluarkan ucapan, tulisan dan tindakan buruk.

    Oleh karena itu dalam perspektif parenting Anda harus memastikan anak anak anda tidak dipengaruhi oleh masukan yang buruk yang diibaratkan sampah.  Jaga gawai mereka dengan piranti lunak parental control.  Jaga juga jumlah waktu mereka memelototi gawai. Jangan sampai terlalu lama.

    Pastikan lingkungan sosial mereka baik agar memberi pengaruh baik. jangan ijinkan bergaul dengan ‘orang beracun’ yang berpengaruh buruk. Artinya Anda bersama anak juga harus memilih sekolah yang tidak hanya membangun kemampuan intelektual tapi juga mental spiritual mereka.

    Pemberian orang tua yang berupa pendidikan total – rumah tangga dan sekolah – inilah yang akan membentuk kepribadiannya, karakternya, kemampuan intelektualnya.  Itulah pemberian yang lebih berharga daripada harta.

    Pastikan apa yang diterima anak anak anda adalah pengaruh baik agar apa yang keluar juga baik semuanya.  Maka mereka akan berkembang maksimal menjadi ulul albab.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.