Hadapi Thailand U-23, Hindari Penyakit Lama Garuda Muda - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Timnas U-23 di Sae Games 2022 Vietnam. PSSI.org

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 19 Mei 2022 08:10 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Hadapi Thailand U-23, Hindari Penyakit Lama Garuda Muda

    Penyakit Timnas Indonesia adalah selama ini sering tampil anti klimaks karena istirahat panjang usai fase grup. Pemain kerap seperti bermain dari nol lagi, dan gagal meneruskan tren yang sedang naik. Jika ini berhasil diatasi, Garuda Muda bisa kembali mengalahkan Thailand seperti SEA Games 2019 lalu.

    Dibaca : 847 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Cara menghargai hasil proses dan perjuangan adalah jangan pernah mengulang dari nol, hindari atau singkirkan yang menghalang, berpondasi cerdas intelegensi dan personality.

    (Supartono JW.18052022)

    Dalam perkembangan sepak bola yang semakin moderen, catatan sejarah head to head dan catatan matematis pertemuan antara kedua tim, kini sering diabaikan. Pasalnya, catatan-catatan tersebut sudah tak signifikan dengan hasil akhir laga. Saat ini siapa pemenangnya lebih ditentukan oleh kesiapan dan perkembangan tim terakhir sebelum laga. Terutama kesiapan TIPS pemain dan startegi pelatih.

    Inilah yang juga akan terjadi pada laga semi final sepak bola SEA Games Vietnam 2021 antara Timnas Indonesia U-23 versus Timnas Thailand U-23 di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Vietnam, Kamis, 19/5, pukul 16.00 WIB nanti. Dari perkembangan kedua tim saya meyakini Garuda Muda akan unggul dari Thailand. Catatannya, Shin Tae-yong (STy) haru meracik tim dan menerapkan strategi yang cerdas dan tepat, meski dipastikan Asnawi Mangkualam tak akan bisa turun karena akumulasi kartu kuning.

    Trend positif dan barisan penyerang Garuda

    Sesuai catatan Garuda rutin dikalahkan Thailand. Tetapi dalam SEA Games kali ini pasukan Garuda diisi pemain yang menjanjikan. Apalagi dalam pertemuan terakhir kedua tim di SEA Games 2019, Indonesia sukses mengalahkan Thailand dengan skor 2-0.

    Meski dalam fase Grup Thailand mencatatkan diri sebagai tim terproduktif karena mampu melesakkkan 12 gol, unggul 1 gol dari Indonesia, saya sebut barisan penyerang pasukan STy tetap lebih garang dibanding pasukan Gajah Perang.

    Sesuai perkembangan khusus selama fase Grup, meski sama-sama kalah di laga pembuka, kualitas skuad Indonesia di SEA Games 2021 lebih mumpuni. Ini karena keberadaan sederet pemain yang mentas di manca negara, seperti Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Asnawi Mangkualam, dan Saddil Rhamdani. Mereka pun didukung barisan gelandang dan bertahan yang terus menunjukkan perkembangan signifikan.

    Asalkan penyakit tak cerdas, sikap egois, sikap kampungan tak muncul lagi, maka publik sepak bola nasional akan diberikan garansi kemenangan oleh STy. Ini membuat target meraih emas semakin dekat.

    Tak hadirnya Asnawi, tentu akan mengurangi kekuatan tim Garuda dalam bertahan dan menyerang terutama dari sektor kanan. Namun STy masih punya pemain pelapis yang dapat diandalkan. Atau STy akan menempatkan pos yang ditinggal oleh Asnawi kepada pemain yang lebih berpengalaman, bukan kepada Rio Fahmi yang sering menjadi titik lemah Timnas U-23. Kalau Rio dimainkan, Thailand akan memanfaatkan posisi yang ia jaga untuk menggedor Indonesia.

    Namun, saya yakin, STy tak akan melakukan perubahan instan, apalagi menghadapi laga krusial, partai semi final. STy tak harus mengubah pola 4-3-3 menjadi pola lain, gara-gara tak ada Asnawi. Juga tak harus coba-coba pemain untuk mengisi pos Asnawi. Percaya saja kepada para pemain yang selama fase Grup sudah dipercaya turun. Sebaliknya, pemain yang dipercaya turun juga wajib menjaga kepercayaan STy dengan tampil cerdas TIPS.

    Kesiapan Thailand

    Tak diunggulkan oleh banyak pihak, pelatih Timnas U-23 Thailand Alexandre Polking (AP) kabarnya akan menggunakan taktik khusus untuk melawan Indonesia. AP melihat Indonesia adalah tim terkuat pada SEA Games kali ini. Sumber kekuatan Timnas U-23 Indonesia ada di para pemain yang memiliki pengalaman bersama skuad senior di Piala AFF 2020.

    Dikutip dari Zing News, AP menyebut, "Indonesia adalah tim yang kuat. Mereka berlatih bersama selama enam minggu sebelum SEA Games dan banyak pemain yang sebelumnya tampil di Piala AFF 2020. Mereka adalah pemain muda tetapi sudah bermain dengan kostum tim nasional. Oleh karena itu mereka sangat kuat di turnamen U-23."

    Menyadari kekuatan Timnas Garuda AP pun merasa perlu menyiapkan taktik khusus untuk melawan pasukan STy. Mereka akan memainkan permainan yang bagus untuk menang plus kepercayaan diri yang tinggi. Selama ini penampilan Thailand apik di fase grup hingga menjadi juara Grup B, meskipun sempat kalah 1-2 dari Malaysia di laga pertama. Mereka mengoleksi sembilan poin dari empat laga

    AP menjanjikan akan meladeni Indonesia dengan gaya bermain sendiri. Mereka akan tetap menekan, mengatur permainan, dan mempertahankan posisi. Ingat, catatan matematis tak signifikan mendampak pada hasil di partai sekrusial babak semi final.

    Sikap merendah AP itu jangan sampai membuat STy dan pasukannya jadi jemawa. Juga jangan sampai anggapan Indonesia tim terkuat jadi bumerang. 

    Penyakit Timnas Indonesia selama ini sering tampil anti klimaks karena istirahat atau libur panjang usai fase Grup. Bila fase Grup timnas tampil setiap dua/tiga hari sekali, maka menunggu partai semi final, pasukan STy istirahatnya lebih panjang. Istirahat panjang ini sering menjadi masalah tersendiri bagi Garuda. Permainan jadi seperti mengulang dari awal. Pemain tak panas lagi seperti penampilan di fase Grup. Buntutnya racikan tim dan strategi cerdas pelatih pun gagal terealisasi di lapangan.

    Kondisi ini jangan diremehkan. Jangan sampai permainan turun seperti saat babak kedua melawan Vietnam yang menyebabkan kita diganjar gelontoran 3 gol.

    Semoga para pemain bisa melanjutkan tren naik secara urutan setelah menggebuk Timor Leste, Filipina, hingga Myanmar. Para pemain di semua lini pun harus cerdas TIPS, bahu membahu, tak ada yang egois mau hebat sendiri dan mau cetak gol sendiri. Para peain jangan bersikap kampungan yang dapat merugikan tim dan menerima hukuman kekalahan.

    Para pemain agar tetap membumi dan tak jemawa. Mereka wajib mengingat catatan sejarah pertemuan Indonesia vs Thailand dalam ajang SEA Games. Ingat, sepanjang sejarah pertemuan Indonesia lawan Thailand di SEA Games sejak 1977, tim Garuda selalu kesulitan.

    Ingat, Indonesia kalah 17 kali dalam 22 kali pertemuan melawan Thailand di ajang SEA Games. Sisanya, Indonesia hanya mampu menang dua kali dan meraih hasil imbang tiga kali. Thailand selalu menjadi momok bagi Indonesia.

    Lebih miris, Indonesia juga pernah dibantai Thailand dalam beberapa kesempatan. Seperti pada SEA Games 1983, Indonesia kalah 0-5. Pada 1985 Indonesia tumbang 0-7. Lalu SEA Games 2003, Indonesia kalahkan 0-6. Dan, 2015, Indonesia kalah 0-5.

    Agar lebih aktual dan melihat kondisi tim terkini, berikut head-to-head Timnas U-23 Indonesia vs Thailand U-23 di SEA Games dalam 5 pertemuan terakhir: 1. SEA Games 2013, Indonesia vs Thailand, (penyisihan grup), 1-4 2. SEA Games 2013, Indonesia vs Thailand (final), 0-1. 3. SEA Games 2015: Indonesia vs Thailand, (semifinal) 0-5. 4. SEA Games 2017: Indonesia vs Thailand, 1-1 5. SEA Games 2019: Indonesia vs Thailand, 2-0.

    Jadi, sebelum laga semi final SEA Games 2021, Indonesia telah menggebuk Thailand di pertemuan SEA Games terakhir 2019.

    Bila semua berjalan lancar dan ikuti alur permainan yang trennya naik, Garuda akan mengulang sukses SEA Games 2019. Garuda kembali menggebuk Thailand, meski pun unggul 1-0 misalnya, dan lolos ke final. Aamiin.

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.