Hubungan Sosiologi Sastra dan Masyarakat - Analisis - www.indonesiana.id
x

image: ACR

Alifia Nabila

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Juni 2022

Senin, 20 Juni 2022 19:09 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Hubungan Sosiologi Sastra dan Masyarakat

    apakah yang dimaksud dengan sosiologi sastra? dan apa hubungan sosiologi satra dan masyarakat? Hubungan karya sastra dengan masyarakat, karya sastra mempunyai tugas penting, baik dalam usahanya untuk menjadi pelopor pembaruan, memupun memberikan pengakuan suatu kejadian maupun gejala kehidupan di masyakat. coba Anda bayangkan hubungan karya sastra dan masyarakat kenapa termaksud dalam golongan sosiologi sastra, pada artikel ini akan membahas mengenai sosiologi sastra

    Dibaca : 241 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Apakah yang dimaksud dengan sosiologi sastra? dan apa hubungan sosiologi satra dan masyarakat? Hubungan karya sastra dengan masyarakat, karya sastra mempunyai tugas penting, baik dalam usahanya untuk menjadi pelopor pembaruan, memupun memberikan pengakuan suatu kejadian maupun gejala kehidupan di masyakat. Coba Anda bayangkan hubungan karya sastra dan masyarakat kenapa termaksud dalam golongan sosiologi sastra, pada artikel ini akan membahas mengenai sosiologi sastra

    Sosiologi sastra atau sosiokritik dianggap sebagai ilmu displin baru yang berdiri sendiri lahir abad -18 ditandai dengan tulisan Madame de stael yang berjudul De la litterature cinsideree dans ses rapports les institutions sociales (1800). Sosiologi sastra berkembang dengan pesat sejak penelitian dengan memanfaatkan teori strukturalisme dan dipicu oleh kesadaraan bahwa karya sastra harus difungsikan sama dengan aspek kebudayaan lainnya, maka salah satu cara adalah mengembalikan karya sastra ke tengah-tengah masyarakat dan memahaminya sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan sistem komunikasi secara keseluruhan. (Nyoman Khuta Ratna, 2004: Teori, Metode, dan Tehnik Penelitian Sastra, H.331-340)

    Pandangan Wolff, sosiologi sastra merupakan disiplin ilmu yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi-studi empiris dan berbagai cobaan pada teori yang agak lebih general, yang masing-masingnya hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan hubungan sastra dengan masyarakat. Sosiologi sastra adalah cabang penelitian yang bersifat reflektif. Penelitian ini banyak diamati oleh peneliti yang ingin melihat sastra sebagai cermin kehidupan masyarakat. Hal terpenting dalalm sosiologi sastra adalah konsep cermin. Dalam kaitan ini, sastra dianggap sebagai tiruan masyarakat. Kendati demikian, sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau khayalan dari kenyataan. Dari sini tentu saja sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara mentah, melainkan kenyataan yang telah ditafsirkan. (Suwardi Endraswara, 2003: Metodologi Penelitian Sastra, H.77-95)

    Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan mengapa sosiologi sastra memiliki kaitan erat dengan masyarakat dan demikian harus diteliti dalam kaitannya dengan masyarakat, sebagai berikut:

    1. Sastra ditulis oleh pengarang dan selanjutnya di ceritakan dan disalin. Tiga hal tersebut dilakukan oleh kegiatan kemasyarakatan
    2. Karya sastra berkembang dan hidup di tengah-tengah bagian masyarakat, dengan menyerap isi karya sastra dengan beberapa aspek kehidupan dalam bermasyarakat.
    3. Media sastra berupa lisan maupun tulisan dilakukan oleh masyarakat
    4. Mengandung masalah-masalah kemasyarakatan dalam karya sastra terdapat estetika, etika, dan juga logika.
    5. Karya sastra hakikat intersubjektivitas dengan masyarakat menemukan citra dirinya dalam suatu karya sastra.

    Hubungan karya sastra dengan masyarakat, karya sastra mempunyai tugas penting, baik dalam usahanya untuk menjadi pelopor pembaruan, maupun memberikan pengakuan suatu kejadian maupun gejala kehidupan di masyakat, karya sastra yang cenderung memantulkan keadaan masyarakat yang menjadikannya sebagai salah satu bagian dari saksi zaman yang berlalu. dalam fungsi karya sastra dapat berbeda-beda dari zaman ke zaman hal ini terjadi karena penulisan karya sastra sesuai dengan kondisi dan keadaan yang terjadi di sekitarnya.

    Dengan pertimbangan bahwa sosiologi sastra adalah analisis karya sastra dalam kaitan dengan masyarakat maka model analisisnya dapat dilakukan meliputi tiga macam, sebagai berikut.

    1. Menganalisis masalah yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dalam penulisan karya sastra pada umumnya disebut sebagai aspek ekstrinsik dengan memperhatikan model hubungan yang terjadi disebut refleksi.
    2. Menganalisis masalah yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dalam penulisan karya sastra dan menemukan hubungan antarstruktur masyarakat dengan model hubungan yang bersifat dialektika.
    3. menganalisis karya sasta dengan memperoleh informasi yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, model analisis ini yang pada umumnya menghasilkan penelitian karya sastra sebagai gejala kedua.

    Dalam perkembangan penelitian karya sastra, penelitian kedualah yang dianggap lebih releavan dengan dibandingkan dengan model penelitian yang pertama dan kegiatan dalam model penelitian kedua karya sastra bersifat aktif dan dinamis sebab keseluruhan aspek karya sastra ikut berperan.

    kebabasan sekaligus kemampuan karya sastra untuk memasukkan hampir seluruh aspek kehidupan manusia menjadikan karya sastra sangat dekat dengan masyakat hal ini membuat adanya hubungan masyarakat dan karya sastra yaitu sosiologi sastra.

    Ikuti tulisan menarik Alifia Nabila lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Adiatman

    4 hari lalu

    Bernalar Kritis

    Dibaca : 593 kali