Memilah Sampah Menjadi Berkah - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Sampah ditengai menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Semarang (Christian Heru Cahyo Saputro)

Sastra Indonesia

Universitas Pamulang
Bergabung Sejak: 2 Juli 2022

Minggu, 3 Juli 2022 15:21 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Memilah Sampah Menjadi Berkah

    Sampah merupakan kata yang sudah tidak asing lagi untuk didengar. Sampah disebut sebagai benda yang memiliki sifat padat, tidak terpakai dan dibuang, banyak orang beranggapan bahwa sampah barang yang tidak memiliki nilai jual sehingga sebagian dari kita membuangnya secara tidak beraturan.

    Dibaca : 730 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Memilah Sampah Menjadi Berkah 

    Sampah merupakan kata yang sudah tidak asing lagi untuk didengar. Sampah disebut sebagai benda yang memiliki sifat padat serta tidak terpakai dan dibuang, banyak orang beranggapan bahwa sampah barang yang tidak memiliki nilai jual sehingga sebagian dari kita membuangnya secara tidak beraturan. Hal tersebut yang menyebabkan adanya dampak terhadap lingkungan seperti terjadinya banjir, penyumbatan aliran dan tercemarnya lingkungan. Tidak jarang dari kita yang melihat beberapa kalangan masyarakat membuang sampah pada tempat yang tidak seharusnya, dari kejadian seperti ini bisa dikatakan masyarakat belum menyadari bahwa sampah yang mereka buang ini bisa menghasilkan nilai jual ataupun berkah.

    Sampah plastik merupakan masalah sampah yang serius dan masalah nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan jumlah sampah nasional pada tahun 2021 mencapai angka 68,5 juta ton dan 17 % atau sekitar 11,6 juta ton sampah plastik. Penggunaan plastik yang berlebihan dan sebagian besar plastik yang menjadi sampah tersebut tidak dikelola secara baik. Hal tersebut terjadi penumpukan sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sebagian sampah mencemari sungai serta lingkungan sekitar. 

    Siapa sangka sampah yang kita buang bisa bernilai rupiah dan menjadi berkah. Namun demikian, tak jarang sampah yang dikelola tidak berada pada tempat yang menjamin keamanan lingkungan. Untuk itu pengelolaan sampah harus disesuaikan dengan jenis sampah tersebut, mulailah kita berupaya mengelola sampah dari rumah sendiri. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan daur ulang atau pembuangan dari material sampah. Sampah tak selalu identik dengan masalah melalui pemanfaatan dan pengolahan yang baik sampah dapat bernilai berkah, seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Gunung Batu lewat pembentukan bank sampah SMKI Insan Mulia. 

    SMKI Insan Mulia merupakan sekolah yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, lebih tepatnya di Gunung Batu, Cijantra Pagedangan. Sekolah ini  berdiri sejak tahun 1999. Lokasi sekolah ini di tengah pemukiman penduduk, dekat dengan jalan AMD desa, bebas dari macet, dan bebas polusi. Berdirinya sekolah ini di tengah pemukiman penduduk yang belum memiliki pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Untuk mengurangi sampah plastik yang berada di lingkungan masyarakat serta lingkungan SMKI Insan Mulia perlu memiliki pengetahuan dalam mengelola sampah secara benar.

    Di sisi lain, dibutuhkan peran seseorang untuk menginspirasi gerakan-gerakan yang mendukung percepatan pengeloalaan sampah secara tepat dan bertanggung jawab. Melalui bank sampah SMKI Insan Mulia yang dikenalkan oleh Hj. Siti Mahmudah S.Ag.,M.Ag. atau yang dikenal Ibu Ida selaku  guru dan yang aktif di berbagai kegiatan sosisal serta memberikan banyak  inspirasi bagi masyarakat sekitar khususnya siswa-siswi SMKI Insan Mulia. 

    Guru SMKI Insan Mulia sekaligus yang mengenalkan bank sampah Hj. Siti Mahmudah S.Ag.,M.,Ag mengatakan setiap yang kita lakukan, baik aktivitas pribadi, rumah tangga ataupun bisnis pasti menghasilkan sampah. "Sampah bukan lagi sisa konsumsi manusia yang harus dibuang tapi sampah bisa dijadikan bahan baku untuk menciptakan sirkular ekonomi yang memiliki bonus ekonomi bagi pengelola atau bagi diri kita masing-masing,” kata Ibu Ida, pengelola Bank Sampah SMKI Insan Mulia. 

    "Sampah merupakan tanggung jawab kita bersama, mengelola sampah merupakan bagian dari peduli lingkungan juga ekonomi. Pilah sampah dari rumah dan tidak dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) atau di pinggir jalan. Tetapi berdayakan, setorkan ke bank sampah SMKI Insan Mulia,”ujar Ibu Ida, pengelola Bank Sampah SMKI Insan Mulia. 

    Pendirian bank sampah ini merupakan bagian dari program Kurassaki yang dilakukan pada sekolah SMKI Insan Mulia sekaligus masyarakat di sekitarnya. Kurassaki selaras dengan 3R yaitu Reduce ( Mengurangi), Reuse ( Dipakai lagi) dan Recycle (Daur ulang). Dengan program tersebut serta pemanfaatan pelayanan bank sampah disetiap kawasan, diharapkan tidak ada lagi sampah yang bernasib sia-sia, semua dikembalikan untuk kebermanfaatan bagi manusia dan lingkungan itu sendiri. Selain itu juga memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sekitar area bank sampah, serta mengadakan workshop daur ulang sampah yang hasilnya bisa dimanfaatkan sendiri maupun dijual untuk meningkatkan ekonomi. 

    "Edukasi yang dilakukan pada siswa-siswi dan masyarakat sekitar, menimbang dan menyetorkan sampah ke bank sampah induk. Hal tersebut merupakan upaya kecil melestarikan bumi dan memanfaatkan barang yang selama ini dibuang ternyata bisa jadi uang yang berkah,” kata Ibu Ida, pengelola Bank Sampah SMKII Mulia. 

    Program bank sampah ini pertama kali dilakukan pengangkutan sampah pada tanggal 3 Februari 2022 dan sampai saat ini kegiatan tersebut masih berjalan. Program bank sampah dilakukan seminggu sekali pada hari kamis, dimana pada hari itu masyarakat sudah rutin untuk menyetorkan sampah dari rumahnya masing-masing ke bank sampah. Setelah sampah dipilah sesuai dengan jenisnya barulah kemudian sampah akan ditimbang untuk mengetahui berapa berat sampah yang dihasilkan oleh masyarakat itu sendiri dan dari situ masyarakat bisa memperoleh uang hasil menjual sampahnya tersebut, kemudian sampah siap untuk dikirim melalui mobil truk yang bertuliskan bank sampah. 

    “Sejak adanya bank sampah ini, pekerjaan saya lebih terbantu dalam hal sampah tentunya, seperti kurangnya sampah plastik dilingkungan sekolah dan sampah-sampah yang ada di lingkungan rumah pun bisa saya jual ke bank sampah ini,” kata Nuraeni, pegawai SMKII Mulia. 

    Sampai saat ini sebanyak 20 keluarga yang berada dilingkungan SMKI Insan Mulia menyetorkan sampah ke Bank Sampah SMKII Mulia. Sampah yang diterima dari nasabah bank sampah berupa plastik, botol minum, gelas plastik, kaleng, arsip kertas, botol kaca,buku-buku dan lain sebagainya. Produk-produk hasil daur ulang bank sampah SMKI Insan Mulia nantinya akan dijual atau digunakan. 

    Awal bulan Juni 2022, Bank Sampah SMKI Insan Mulia mengikuti pameran dan lomba karya inovatif dari barang bekas yang di selenggarakan oleh sekolah binaan Csr Sinarmasland. Bank sampah tersebut memamerkan pupuk kompos, Ecoenzym, Pot dari handuk bekas. Bank Sampah SMKII Mulia berhasil menjadi juara 3 pada lomba karya inovatif dari barang bekas. 

    “Kami berharap dan saya khususnya bahwa program ini dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang peduli akan sampah ini, karena sampah masih menjadi masalah besar di Indonesia, aksi dan edukasi sangat dibutuhkan ke seluruh masyarakat dan siswa-siswi. Disisi lain meningkatkan pehamannya bahwa sampah juga masih memiliki nilai ekonomi asalkan kita mengelola dengan benar," kata Ibu Ida, pengelola Bank Sampah SMKI Insan Mulia. 

    Ikuti tulisan menarik Sastra Indonesia lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.