Konflik Sosial pada Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Keluarga Raja dan Keluarga Asia

Dhea Maysa Azizah

Mahasiswi Aktif Universitas Pamulang Semester Akhir
Bergabung Sejak: 29 Mei 2022

Minggu, 3 Juli 2022 15:32 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Konflik Sosial pada Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga

    Permasalahan Ekonomi, Cinta dan keluarga yang terjadi dalam Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga

    Dibaca : 1.077 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga merupakan sebuah film mengenai konflik dua keluarga yang kemudian dipersatukan dalam sebuah ikatan cinta.

    Kisah keluarga Raja yang diperankan oleh aktor muda Angga Yunanda dan  Asia yang diperankan oleh Putri Marino menjadi tokoh utama dalam film ini. Keduanya sama-sama harus berjuang demi bisa merawat orang tua mereka. Raja dan Asia adalah dua orang remaja yang mengorbankan cita-cita mereka demi bisa merawat kedua orang tuanya yaitu Dewa dan Linda.

    Raja adalah anak terakhir dari 3 bersaudara, kedua kakaknya sudah menikah dan tinggal bersama keluarga mereka masing-masing. Jadi Raja lah yang menjadi harapan terakhir kakaknya untuk bisa merawat dan menjaga Dewa sebelum Raja mempunyai keluarga sendiri. Lalu keluarga Asia hanya terdiri dari ia dan ibunya  saja. Film ini banyak sekali mengandung pesan terkait konflik yang biasa terjadi di dalam keluarga yaitu masalah ekonomi dan masalah percintaan yang menjadi pemanis dalam setiap kehidupan.

    Kisah percintaan dalam film ini berawal dari Raja yang mengantar Dewa kerumah sakit untuk melakukan rutinitas bulanan yaitu check up terkait kondisi Kesehatannya. Sambil menunggu Dewa, Raja bertemu Asia gadis yang unik menurutnya karena  memakai earphone sambil menari-nari di tangga Rumah Sakit dan di sisi lain Dewa bertemu dengan Linda ibu dari Asia di rumah sakit yang ingin melakukan cek kondisi Kesehatan juga. Setelah Dewa dan Linda berkenalan, mereka bertemu kembali di kelas menari milik Asia dan Linda, perkenalan mereka terus berlanjut sampai akhirnya cinta mulai tumbuh dan Linda benar-benar luluh dengan ketulusan yang diberikan oleh Dewa yang sudah mengetahui  bahwa ia memiliki kekurangan akibat penyakit yang dideritanya yaitu kanker payudara. Keduanya sepakat untuk menikah, namun di balik keputusan itu Asia anak perempuan Linda belum menyetujuinya karena ia berpikir bahwa mereka bisa hidup walaupun hanya berdua. Dengan bujukan yang diberikan oleh Raja demi bisa membahagiakan orang tuanya, akhirnya semua sepakat dengan pernikahan antara Dewa dan Linda.

    Memang menyatukan dua keluarga tidaklah mudah, apalgi sebelum mereka menikah keduanya memiliki masalah yang belum sempat terselesaikan mulai dari anak-anak Dewa masih bergantung padanya dan Asia yang terlibat banyak hutang akibat biaya pengobatan ibunya. Raja dan Asia dua orang remaja yang disatukan menjadi saudara tiri maka tak heran, jika  Seiring dengan kebersamaan yang terjadi antara keudanya perlahan benih cinta mulai tumbuh. Sampai Hasrat tersebut tidak tertahan oleh Raja dan Asia mereka kepergok Linda tengah bercumbu.

    Mengetahui hal itu Linda dan Dewa marah besar dan merasa bersalah karena sudah mengorbankan perasaan mereka demi kebahagian yang dimiliki oleh orang tuanya. Tak berselang lama konflik terjadi lagi di keluarga tersebut. 

    Dewa mengalami demensia hingga ia pergi jauh dari rumah. Sebagai laki-laki Dewa menjadi sangat lemah dan ia  Sadar bahwa penyakitnya membawa beban lagi bagi anak-anaknya dan akan merepotkan banyak orang. Dengan berat hati Dewa mengambil keputusan bahwa ia akan tinggal di panti jompo dengan Linda, berharap hal tersebut akan meringankan beban anak-anaknya dan mereka bisa melanjutkan kembali kehidupan tanpa di repotkan dengan urusan mengurus orang tua mereka yang penyakitan.

    Mengurus orang tua yang sudah lanjut usia memang tidaklah mudah, dalam film ini Raja dan Asia memberikan pembelajaran dan pengalaman yang bisa kita ikuti dalam kehidupan nantinya. Perasaan Lelah dan kesal memang sudah pasti ada, kebahagiaan untuk diri sendiri pasti sangatlah ingin dicapai. Hal tersebut harus kita pikirkan kembali karena dibalik itu kita memilki tanggung jawab yang harus di kerjakan.

    Ikuti tulisan menarik Dhea Maysa Azizah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.