x

Iklan

Anjeli Pramudita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Januari 2022

Jumat, 15 Juli 2022 22:49 WIB

Etika Penggunaan Teknologi Internet dalam Berkomunikasi dalam Pandangan Islam


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pada di zaman era digitalisasi yang sangat canggih ini setiap manusia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teknologi internet semua orang pasti menggunakan internet untuk kebutuhan sehari-hari, bahkan sudah tidak bisa lepas lagi dengan Internet. Internet adalah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer dengan fasilitas komputer di seluruh dunia. Jaringan ini tersusun dan terorganisir melalui telepon atau satelit. Sedangkan menurut ahli Onno W. Purbo, internet adalah media yang memungkinkan sebuah proses komunikasi berlangsung efisien dengan menyambungkannya dengan beragam aplikasi.

Seperti yang kita ketahui teknologi internet ini salah satu fasilitas untuk mencari sebuah informasi yang di inginkan dan juga berkomunikasi dengan orang lain bahkan dengan adanya internet ini menjadi lebih dekat dengan orang jauh. Internet bisa memberikan dampak positif ataupun negatif tergantung pada penggunanya.  Menurut pandangan Perspektif Islam sejalan dengan perkembangan IPTEK. Faktanya, segala sesuatu yang tersebutlah telah disediakan semua apa yang tidak manusia ketahui dalam Al-Qur'an. Padahal, Allah SWT mengetahui segalanya. Etika Islam mendorong umat Islam untuk menjalankan semua aspek kehidupan Hiduplah sebanyak yang Anda bisa, bahkan ketika melakukan pekerjaan terkait Komputer dan semua teknologi terkait.

Dalam teknologi internet terdapat sebuah fasilitas untuk mempermudah berkomunikasi dan mencari sebuah informasi yaitu media sosial. Media sosial (medsos) secara sederhana dapat diartikan sebagai sarana atau sarana bagi masyarakat untuk berkomunikasi secara sosial. Harus termasuk TV, radio, surat kabar dan majalah. Namun, secara khusus ditafsirkan untuk tanggapan berbasis Internet, pertukaran pesan, interaksi rawan masalah dan media komunikasi. Seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, Zoom, dan lainnya. Untuk kenyamanan komunikasi manusia modern, media sosial memiliki banyak keuntungan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dilansir pada Tinewss.com Ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022. Tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 73,7 persen dari total populasi pada awal tahun 2022. Sedangkan pengguna media sosial di Indonesia saat ini Ada 191,4 juta pengguna media sosial di Indonesia pada Januari 2022. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia pada awal tahun 2022 setara dengan 68,9 persen dari total populasi.seteknologi internet sendiri telah memberikan banyak manfaat kepada seluruh umat manusia sejak dikenalkan, tetapi pada zaman sekarang banyak manusia menayalah gunakan pada teknologi internet seperti menyebarkan pornografi, mendapatkan berita hoax dan lain – lain.  

            Dalam pandangan Islam terdapat sebuah etika dalam menggunakan teknlogi internet seperti media sosial karena Islam sebagai agama yang menuntun umatnya untuk selalu mengutamakan berbuat baik dalam setiap sisi kehidupan memiliki batasan-batasan bagi umatnya dalam menggunakan media sosial secara bijak. Islam tidak memiliki pandangan antimainstream dengan perkembangan teknologi. Islam mendukung dengan tetap memperhatikan etika yang mengawal moral dan akhlak pada jalur yang benar.

Jadi kita harus menerapkan etika dalam menggunakan internet yaitu sebagai berikut. Yang pertama gunakanlah internet dengan sebaik – baiknya agar komunikan menerapkan informasi yang positif dan tidak menjerumus pada sisi negatif seperti yang tadi dibahas banyak zaman sekarang menggunakan internet hanya untuk sisi negatifnya saja. Yang kedua ini adalah yang paling penting kita harus mengingat hisab dalam segala perbuatan, karena di akhirat nanti timbangan baik maupun buruk merupakan penentu keberadaan manusia surga atau neraka. Anda juga perlu menjaga kesadaran akan perhitungan ini  saat menggunakan media sosial. Segala sesuatu yang Anda lakukan di media sosial  akan menjadi catatan amal yang dapat dipahami di masa depan.

Yang ketiga yaitu Tabayun atau yang bisa disebut berpikirlah dan di periksa kembali  sebelum memberikan pendapat di media sosial. Karena Ini bisa menjadi sumber kesalahpahaman jika pesan yang ditampilkan hanya dimaksudkan untuk mencari popularitas dan kebaikan dari pembaca dan tidak memperhitungkan kebenaran atau tuduhan palsu yang ditimbulkannya, seperti dalam Al – Quran surat Al isra ayat 53 Allah Berfirman “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang paling baik (benar). Sesungguhnya, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Q.S Al-Israa` Ayat 53).

Lalu yang terakhir jangan mengumbar riya dalam bersosial media karena Misi dan tujuan terjadi hanya  satu arah dan benar-benar jujur ​​dengan pemilik kehidupan. Belum lagi penghakiman, Anda tidak dapat melihat niat seseorang. Kami memulai misi untuk menikmati manfaat dari hadiah itu, tanpa mengharapkan pujian untuk meningkatkan popularitasnya. Itu akan menjadi dasar bagi kami untuk menjaga semuanya tetap positif.

Seperti yang kita ketahui Komunikasi merupakan proses pemindahan pesan dari komunikator kepada penerima/ komunikan. Namun, dalam proses tersebut, terdapat unsur, konsep, proses, dan tujuan yang mesti dipahami dalam berkomunikasi. komunikasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia karena  segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi Komunikasi yang baik antar  manusia menjadikan hidup rukun, aman, tentram dan damai. Berdasarkan informasi dari Al-Qur'an dan As sunnah, komunikasi Islam bertujuan untuk menjalin hubungan dengan diri sendiri, Sang Pencipta, dan orang lain untuk membawa kedamaian, kebaikan dan keamanan bagi diri sendiri dan lingkungan dengan cara tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Komunikasi yang terjalin dengan prinsip komunikasi islam akan menghadirkan kedamaian dan keselamatan, baik untuk diri komunikan maupun untuk masyarakat secara umum. Jika umat islam melakukan komunikasi dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan kualitas hubungan positif dengan sesama manusia, maka mereka akan mendapatkan pahala akhirat. Pesan – pesan kesilaman yang disampaikan dalam komunikasi islam meliputi seluruh ajaran islam, meliputi akidah (iman), syariah (islam), dan akhlak (ihsan). dalam surah Ar – Rahman ayat 1-4 menjelaskan bahwa setiap manusia yang berkomunikasi diharuskan untuk beretika dimana Allah SWT berfirman :

“Tuhan yang maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al – Quran, Dia menciptakan manusia, Mengajarkan pandai berbicara” (Q.s Ar – Rahman:1-4) dengan kesimpulan kita sebagai manusia dikodratkan untuk pandai berbicara dimulai dari kita semenjak lahir. Maka dari itu dalam kita berkomunikasi dengan orang lain kita harus menerapkan sebuah etika  Ada beberapa cara agar etika berkomunikasi kita bisa sesuai dengan ajaran Al Qur‘an yakni seperti selalu berkomunikasi di dasarkan kebenaran dan kejelasan informasi, selalu melakukan tabayyun setiap menerima informasi baru, menghindari saling mengolok, selalu berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan terdapat nilai kebaikan . Dalam menurut pandangan islam terdapat prinsip komunikasi islam yang wajib diterapkan kepada seluruh umat manusia dalam berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, dijelaskan yaitu ada Qoulan Baliigha, Qoulan Sadiidah, Qoulan Layyina, Qoulan Ma’rufa, Qoulan Masyura, Qoulan Karima. Qoulan Baliigha sendiri Kata baligh berarti tepat, lugas, fasih, dan jelas maknanya. Qaulan Baligha artinya menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah (straight to the point), dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele. yang kedua Qaulan Sadiidah berarti pembicaran, ucapan, atau perkataan yang benar, baik dari segi substansi (materi, isi, pesan) maupun redaksi (tata bahasa). Yang ketiga Qoulan Layyina berarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati.yang keempat Qaulan Ma’rufa merupakan ucapan yang menyenangkan hati, mudah dimengerti dan tidak menimbulkan kemarahan atau kesedihan orang lain. Salah satu penggunaan kata ini dalam AlQur'an adalah ketika Allah swt berbicara tentang kewajiban orang-orang kaya terhadap orang miskin. Maka Qaulan Ma'ruufa berarti juga pembicaraan yang bermanfaat, memberi tambahan pengetahuan, mencerahkan pemikiran dan memberi pemecahan masalah. Lalu yang kelima ada Qaulan Masyura Yakni mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata yang mudah dimengerti, gampang dipahami maksudnya, mudah dicerna, disampaikan dengan lemah lembut dan penuh empati. Dan yang terakhir Qaulan karima : Yakni pengungkapan sesuatu dengan kata-kata yang indah dan santun, penuh dengan kebaikan, kemuliaan dan keutamaan. Membuat orang yang mendengarkannya merasa dihormati dan dimuliakan. 

Dalam istilah moral seperti di atas, umat Islam harus memiliki moralitas oleh Al . Al-Qur'an, jalankan semua perintahnya dan jauhi semua larangan, dan etikanya Islam (akhlak) mendorong umat Islam untuk menjalankan semua aspek kehidupan Hiduplah sebanyak yang Anda bisa, bahkan ketika melakukan pekerjaan terkait Komputer dan semua teknologi terkait.

Ikuti tulisan menarik Anjeli Pramudita lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler