Melihat ke Masa Depan - Analisis - www.indonesiana.id
x

Referensi foto saya ambil dari https://www.google.com/url?sa\x3di\x26url\x3dhttps\x253A\x252F\x252Fwww.harapanrakyat.com\x252F2020\x252F01\x252Fini-teknologi-tercanggih-masa-depan-yang-segera-terwujud\x252F\x26psig\x3dAOvVaw0r2CTfHz_HfEfzyHTpMACg\x26ust\x3d1637047755042000\x26source\x3dimages\x26cd\x3dvfe\x26ved\x3d0CAsQjRxqFwoTCLiwvKXsmfQCFQAAAAAdAAAAABAD

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Minggu, 21 Agustus 2022 22:27 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Melihat ke Masa Depan

    Salah satu ciri pemimpin adalah memiliki kemampuan melihat ke masa depan. Dia harus mampu membawa unit yang dipimpinnya menuju masa depan yang lebih baik. Bagaimana carnya melihat de masa depan?

    Dibaca : 883 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Melihat ke Masa Depan

    Bambang Udoyono, penulis buku

     

    Barangkali anda sudah pernah mendengar cerita mistis yang beredar di masyarakat tentang orang yang memiliki kemampuan melihat atau meramal masa depan.   Dalam bahasa Jawa ada kalimat Weruh sakdurungé winarah.  Melihat ke masa depan. Itulah arti kalimat tersebut, tapi saya tidak akan membahas mistik.  Saya akan membahas hal yang bisa dinalar saja. 

     

    Dulu Bung Karno di tahun 1927 pernah menulis sebuah artikel di koran Pikiran Rakyat bahwa suatu saat nanti di Asia akan terjadi benturan kekuatan antara Jepang dengan kolonialis Eropa.  Di saat itulah kita mendapat peluang untuk merdeka.  Prediksinya terbukti benar.  Apakah Bung Karno memiliki kemampuan mistis?  Saya kira tidak.  Beliau  memprediksi masa depan Indonesia dengan cara rasional.  Beliau memantau dan menganalisis perkembangan politik internasional lalu menarik kesimpulan.  Selain melakukan olah pikir saya yakin belau juga melakukan olah batin yaitu mendekatkan diri, menghambakan diri kepada Allah swt dan memohon petunjukNya.   Jadi beliau sudah sampai pada tahapan trinetra sehingga mampu melakukan prediksi dengan akurat.

     

    Alvin Toffler menulis buku Future Shock dan The Third Wave yang memprediksi perubahan drastis yang akan terjadi di masa depan.      John Naisbitt menulis buku Megatrends : Ten New Directions Transforming Our Lives  yang juga memprediksi perubahan di masa depan.  Kenichi Ohmae menulis buku Borderless World dan The End of the Nation State yang juga meramalkan perkembangan dunia yang makin menyatu.  Mereka semua mampu memprediksi perubahan yang akan terjadi di masa depan dengan akurat tanpa memakai mistik tapi dengan analisis ilmu nalar.  Apakah ada lagi orang Indonesia yang mampu memprediksi trend? Banyak.

     

    Dari obrolan ringan dengan berbagai kalangan saya sering mendapat cerita bahwa ayah atau bahkan kakek mereka sudah mampu membaca trend dengan akurat.  Di tahun 1950’an – 1960’an di kalangan orang Jawa kebanyakan memiliki anak banyak dan sumber penghasilannya dari pertanian dan peternakan.   Luas sawah dan jumlah ternak mereka kebanyakan tidak bertambah tapi jumlah keturunan bertambah.  Artinya terjadi proses pemiskinan.  Oleh karena itu mereka melihat pendidikan sebagai jalan keluar mengatasi masalah tersebut.   Pandangan ini banyak sekali saya temukan di kalangan orang biasa di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.  Terbukti mereka adalah orang orang yang memiliki visi ke depan yang akurat.   Akibatnya anak cucu mereka berlomba menempuh pendidikan dan mencari pekerjaan “kerah putih” dan meninggalkan dunia pertanian dan peternakan.

     

    Orang orang visioner itu adalah orang yang memiliki kualitas leadership.  Mereka ada di berbagai tingkatan, dari pemimpin keluarga sampai pemimpin negara.  Mereka mampu membawa anak buahnya dari suatu keadaan yang kurang ideal menuju keadaan yang lebih baik.   Pemimpin ada yang formal dan ada yang tidak formal. 

     

    Mari kita merujuk ke hadist.

    Abdullah bin Umar mengatakan, Rasulullah SAW berkata, "Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka."


    "Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia bertanggung jawab atas mereka, seorang wanita adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anaknya, dan ia bertanggung jawab atas mereka."


    "Seorang budak adalah pemimpin bagi harta tuannya, dan ia bertanggung jawab atasnya. Maka setiap dari kalian adalah adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas kepemimpinannya." (HR Abu Dawud).

     

    Jadi kita semua adalah pemimpin yang harus memiliki visi ke masa depan. Idealnya makin jauh dan makin lengkap visi ke depan kita.

     

    Kemarin saya membaca sebuah buku menarik yang meramalkan akan terjadinya banyak perubahan yang dipercepat oleh pandemi Covid 19 ini. Akan banyak terjadi perubahan eksponensial.  Akan banyak ada profesi yang sekarang belum ada dan akan banyak profesi yang hilang.  Mereka yang tidak mampu membaca trend ini akan habis dilibas perkembangan jaman.  Sebaliknya mereka yang mampu membaca trend ini akan maju dengan cepat.

     

    Bagaimana rincinya perubahan itu dan bagaimana menyikapinya?  Sila baca buku buku para pakar futurolog.  Saya bukan salesman buku lo ya.  Mungkin lain kali saya akan membuat catatan tentang itu.  Tapi kali ini saya hanya ingin menyoroti kualitas pemimpin yang harus mampu memprediksi masa depan.  Bagaimana caranya? 

     

    Paling tidak mempelajari dengan serius ilmunya para pakar futurolog tersebut.  Langkah spiritualnya ya secara singkatnya memohon petunjukNya.   Kalau mata nalar dan mata hati sudah terbuka, maka akan sampai pada tahap trinetra.  Nanti dengan sendirinya trend ke depan akan terlihat. Insya Allah.  Langkah spesifiknya setiap orang bisa berbeda sesuai petunjuk Allah swt. 

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.


    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    10 jam lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 81 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro