Mati Suri - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi Kematian. Ilustrasi oleh Tumisu dari Pixabay.com

sucahyo adi swasono

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474
Bergabung Sejak: 26 Maret 2022

Selasa, 23 Agustus 2022 16:23 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mati Suri

    Di atas tumpukan budi pekerti yang mati suri, bilakah kita bangkitkan lagi?

    Dibaca : 647 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tampilan perilaku kesadaran

    Perangai, watak dan ahlak tergerus seiring guliran waktu

    Apakah karena hadirnya sang tirani?

    Mengangkangi bahtera kehidupan yang baru bersemi

    Mengombang-ambing seluruh penghuni anak negeri

    Selepas dari kungkungan penindas berabad-abad

    Melepas tawa ceria sejenak dalam buaian angan dan cita

    Menggapai pulau surgawi 

    Perlahan seiring guliran waktu, menjadi bisu tertutup palsu

    Haru biru tak terelakkan, meledak sampailah kini

    Di atas tumpukan budi pekerti yang mati suri

    Bilakah kita bangkitkan lagi?

    Memberi arti kepada seantero anak negeri

    Agar tersenyum, tertawa ceria kembali

    Kembalilah, kembalilah, kembalilah, wahai budi pekerti!

    Kunanti engkau di pangkuan ibu pertiwi

    Karena kami sudah tak tahan lagi ... 

     

    Kota Malang, Agustus di hari kedua puluh tiga, Dua Ribu Dua Puluh Dua.

    Ikuti tulisan menarik sucahyo adi swasono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.