x

Iklan

Rowosari Desa Wisata

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Juli 2022

Senin, 29 Agustus 2022 06:06 WIB

KKN Kolaboratif 203 Optimalkan Potensi Desa dalam Bentuk Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat

Upaya mahasiswa KKN Kolaboratif 203 untuk mengoptimalkan potensi alam desa Rowosari berupa kopi sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Desa Rowosari merupakan bagian dari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Desa ini juga masuk dalam kawasan lereng kaki Gunung Raung. Panorama yang ditawarkan tidak main-main bagaimana tidak, ketika memasukinya mata akan disuguhkan bentangan alam gagahnya Gunung Raung hamparan persawahan hijau yang membidik mata wisatawan, sehingga tergiur untuk mengabadikannya. Suasana pedesaan yang sejuk juga mampu menyegarkan kepenatan pikiran. Ditambah lagi dengan akses jalan yang mendukung menambah poin plus tersendiri.

Pertama masuk kawasan desa kita disambut oleh patung durian dan alpukat di atas gapura tinggi yang menandakan ucapan selamat datang. Rowosari sudah cukup dikenal masyarakat sebagai kawasan desa wisata dan penghasil durian terbesar di Kabupaten Jember. Wisata yang sudah banyak mencuri banyak minat wisatawan yaitu air terjun tujuh bidadari. Masyarakatnya memenuhi kebutuhannya dengan mengandalkan lapangan pertanian. Lambang patung durian dan alpukat sebagai penanda bahwa desa ini memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan. Terletak di dataran tinggi Rowosari juga penghasil beras merah dan kopi yang cukup luas. Kesuburan tanah menjadi faktor pendukung berjalannya roda ekonomi lewat pertanian.

Mahasiswa merupakan agent of change yang mana berperan sangat besar pada perubahan bagi lingkungan sekitar juga termasuk masalah yang ada di dalamnya. Oleh karenanya program Kuliah Kerja Nyata atau yang lazim disebut dengan KKN yaitu kegiatan untuk mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan Pengajaran Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat. Bekal ilmu yang sudah dipelajari selama di ruang kelas akan diterapkan sebagai salah satu sumbangsih mahasiswa bahwa mampu melakukan peran secara aktif untuk menjadi agent of change.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terbentuknya KKN Kolaboratif Periode II yang dicanangkan oleh Bupati Jember yaitu Bapak Hendy Siswanto membuka ruang kerja sama baru antarperguruan tinggi se-Kabupaten Jember. Inovasi ini adalah bentuk sinergi anatar mahasiswa sehingga mampu untuk melakukan kolaborasi yang positif untuk pemberdayaan desa.

Kelompok KKN 203 kolaborasi antara mahasiswa Universitas Jember dengan STIKES Bhakti Al Qodiri melakukan kontribusi berupa pengabdian pada masyarakat di Desa Rowosari Kabupaten Jember. Bentuk kontribusi tersebut dituangkan dalam beberapa program kerja yang telah disusun berdasarkan pemetaan kondisi pada desa. Pemetaan yang dimaksud adalah pemetaan kondisi geografis sumber daya manusia potensi desa serta keadaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa program yang dijalankan kelompok mahasiswa KKN 203 adalah mengenai DTKS, Pembentukan UMKM sebagai Bentuk Pemberdayaan Ibu-ibu, dan Pelatihan Pengoptimalan Kopi sebagai Potensi Desa yang Melimpah. Adanya ketiga program tersebut membantu peran mahasiswa KKN 203 dan masyarakat agar tepat sasaran sesui kondisi lyang ada di lapangan. Apabila permasalahan dan solusi sudah ditemukan maka kegiatan realisasi program KKN akan berjalan dengan lebih terarah.

Program pertama yang dijalankan mahasiswa KKN 203 adalah DTKS sebagai tugas yang diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jember. DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial adalah data yang digunakan pemerintah untuk memotong angka kemiskinan sehingga masyarakat dapat terberdayakan. Tugas langsung dari Pemkab pada mahasiswa sendiri dengan tujuan untuk memverifikasi ulang data agar tepat sasaran. Mahasiswa KKN Kolaboratif 203 menjalankan tugas DTKS dengan melakukan kunjungan pada setiap rumah, kemudian pendataan pun dilakukan sesuai arahan yang telah disosialisasikan oleh Pemkab. Proses tersebut dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada responden yang digolongkan ke dalam lima aspek. Terdapat 1.547 Kartu Keluarga di Desa Rowosari yang sudah masuk dalam data DTKS. Dari jumlah keseluruhan mahasiswa KKN Kolaboratif 2023 mampu mencapai jumlah total sebanyak 444. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor salah satunya yaitu waktu yang terbatas.

Program kerja mahasiswa KKN Kolaboratif 203 yaitu pembentukan UMKM sebagai bentuk upaya pemberdayaan pada masyarakat desa. Pembentukan UMKM berfokus pada peningkatan perekonomian. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan kopi sebagai potensi desa yang diolah menjadi keripik kopi. Inovasi yang digagas oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 203 kemudian direalisasikan melalui beberapa langkah kegiatan yang meliputi pembentukan kelembagaan, pelatihan, dan monitoring proses produksi. Program ini memfokuskan pada ibu-ibu yang masuk dalam kategori ekonomi rendah. Inovasi olahan dari kopi ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan bubuk kopi yang masih rendah sehingga belum mampu bersaing lebih. Dengan kata lain, masyarakat belum mampu mengolah bubuk kopi menjadi produk ekonomi yang tinggiMaka dari itu inovasi kreatif mahasiswa KKN Kolaboratif 203 berupa keripik kopi mampu meningkatkan harga jual produk menjadi lebih tinggi dan mampu bersaing di pasaran. Selain itu, olahan keripik kopi mampu menjadi salah satu branding Desa Rowosari sebagai Desa Wisata yang dapat dibawa pulang oleh wisatawan.

Masih berhubungan dengan kopi sebagai potensi desa yang melimpah KKN Kolaboratif 203 memiliki program kerja yaitu, Pelatihan Pengoptimalan Tanaman Kopi. Melihat kopi yang dapat dibilang sebagai komoditas utama Desa Rowosari, namun pemeliharaan sampai pada pemasaran masih tergolong belum maksimal. Pada pelatihan pengoptimalan kopi ini, mahasiswa mendatangkan Bapak Shaleh sebagai instruktur yang akan memberikan materi mengenai perawatan tanaman kopi. Tak hanya memberikan teori saja, beliau langsung mengajarkan para petani kopi di kebun kopi milik salah satu kepa dusun Pering Paddhu yaitu Bapak Khalid. Pelatihan diikuti oleh perangkat desa dan beberapa petani kopi Hasil yang dituju yaitu petani kopi Desa Rowosari mampu menghasilkan biji kopi yang bagus sehingga mendorong harga jual produk menjadi lebih tinggi dan mampu bersaing dengan kopi daerah lain

Mahasiswa KKN Kolaboratif 203 menyempatkan untuk mewawancarai untuk menanyakan pendapat kepada beberapa masyarakat terkait kinerja mahasiswa KKN dan juga program kerjanya. Menurut Ibu Titan selaku ketua dari UMKM Bidari yang memproduksi keripik kopi ini cukup terbantu dengan adanya program kerja pembentukan UMKM Keripik Kopi ini. Hal ini dikarenakan, dapat sedikit membantu perekonomiannya. Selain itu, beliau juga berharap perekonomian masyarakat yang ada di Desa Rowosari ini dapat meningkat dengan adanya UMKM ini. Di sisi lain, menurut Bapak Maksum selaku sekretaris desa berharap pada KKN selanjutnya dapat mengangkat program kerja mengenai TIK (Teknologi Informasi Komunikasi), dikarenakan semua orang harus memahami TIK seiring perkembangan zaman. Beliau juga mengatakan bahwa KKN pada semester ini terlalu sebentar dan berharap pada KKN selanjutnya dapat lebih lama lagi masa kerjanya.

Desa Rowosari memiliki banyak potensi alam yang harus terus dioptimalkan dan dikembangkan. Program kerja yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif 203 harus terus dikembangkan oleh masyarakat, serta harapannya semoga perguruan tinggi yang akan melakukan KKN dapat menjadikan Desa Rowosari salah satu tempat untuk mahasiswa melakukan KKN di tahun-tahun yang akan datang.

 

Ikuti tulisan menarik Rowosari Desa Wisata lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu