Lulus United Tractors School, Siswa SMKN 7 Jember Meniti Karir di Jepang - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Fani Wisuda UT School

Pipiet Palestin Amurwani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Selasa, 13 September 2022 19:23 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Lulus United Tractors School, Siswa SMKN 7 Jember Meniti Karir di Jepang

    Kisah Moch. Fani Setiawan, siswa SMKN 7 Jember lolos masuk United Tractors School hingga akhirnya berkarir di Jepang.

    Dibaca : 668 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Moch. Fani Setiawan yang biasa disapa Fani kini mulai merasakan manisnya perjuangan. Setelah lulus dari United Tarctors (UT) School pada tahun 2018, siswa SMKN 7 Jember ini dapat menerapkan ilmunya di bidang mekanik. Tidak tangung-tanggung, Fani mendapat kesempatan untuk berkarir sebagai mekanik sebuah perusahaan di Jepang. Sempat tertunda dua tahun keberangkatannya ke negeri sakura dikarenakan pandemi covid, Fani mengaku pernah bekerja serabutan bahkan sebagai kuli bangunan. Sebelum akhirnya berangkat ke Jepang pada bulan Mei 2022.

    Tidak mudah untuk masuk ke UT School. Pendaftar harus mengikuti serangkaian tes seperti tes pengetahuan dasar, psikotes, wawancara dan tes kesehatan. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2008 ini memang memberikan standar tinggi pada calon siswanya. Tak sembarang orang bisa menjadi bagian dari sekolah ini. Dibantu BKK di sekolahnya, Fani mendaftar dan mengikuti rangkaian tes masuk UT School hingga akhirnya lolos.

    Mulai mengikuti pendidikan pada November 2017, siswa yang pernah mewakili sekolah sebagai anggota paskibra ini masuk dalam Batch 22. Pendidikan di UT School ditempuh dalam kurun waktu 1 tahun. Selama masa pendidikan itu para siswa mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan teknik alat berat.

    UT School menerapkan pendidikan dengan tingkat disiplin yang tinggi. Bahkan pelatih yang mendampingi para siswa ada yang berasal dari militer. Selain disiplin yang tinggi, kejujuran dan tanggung jawab juga ditekankan dalam proses pendidikan. Siswa akan mendapatkan sanksi yang cukup berat apabila diketahui melakukan perbuatan yang tidak diperkenankan seperti mencontek dan terlambat masuk kelas.

    Selama menempuh pendidikan di UT School, siswa sama sekali tidak dipungut biaya. Siswa benar-benar berkonsentrasi dalam pendidikannya. Dengan menjadi siswa UT School tidak lantas membuat mereka berada pada zona nyaman. Tiap selesai pembelajaran satu satu bidang diadakan ulangan. Menurut Fani, siswa yang selama pendidikan remedial sebanyak 3 kali maka langsung “angkat koper”.

    Setelah lulus, UT School akan mengarahkan lulusannya ke perusahaan-perusahaan yang bekerja sama. United Tractors sendiri bergerak di bidang Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan, Industri Konstruksi, dan Energi (www.unitedtractors.com). Maka para lulusannya akan diarahkan ke bidang-bidang tersebut.

    Berkarir di Jepang menjadi pilihan Fani. "Ingin mencoba tantangan baru langsung di negara produsen kendaraan roda empat," ujarnya. Sebelum berangkat ke negeri matahari terbit ini, dia masih harus mengikuti beberapa pelatihan secara daring termasuk pelatihan bahasa Jepang. Dibutuhkan semangat dan tekad kuat untuk melaluinya.

    Fani telah membuktikannya. Kebiasaan disiplin dan tanggung jawab selama sekolah menjadikannya orang yang berkarakter. Seperti yang disampaikan Siti Mawadati, wali kelas Fani sewaktu SMK, ”Anaknya aktif dan memiliki motivasi belajar tinggi. Berjiwa pemimpin dan amanah terlihat dari tugasnya sebagai bendahara kelas. Menjadi anggota paskibra di tingkat kecamatan, meski lelah tetap kembali ke sekolah setiap selesai latihan.”

     

    Ikuti tulisan menarik Pipiet Palestin Amurwani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.