Sforeuita - Fiksi - www.indonesiana.id
x

Okty Budiati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2022

Kamis, 22 September 2022 15:15 WIB

  • Fiksi
  • Topik Utama
  • Sforeuita

    Tidak ada suara apapun, bahkan suara binatang yang melewati tempat ini. Sunyi dan kemerahan, itu memang pertanda; waspada. Gemuruh menyambar lima orang dari tim sybjre bs ivpgbel secara asimetris. Tubuh lima orang dari tim tersebut tersayat begitu sempurna, dan mati. Kini, mereka hanya tersisa tujuh orang saja. Panah kompas jaringan monetisasi kembali mengeluarkan kelip dua kali dan suasana masih hening. Kali ini, Cnyyn tetap mematung. Perlahan, ketujuh tubuh mereka berubah laksana embun.

    Dibaca : 197 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    IV

     

    Kita bisa membuat beberapa ruang pertahanan di sini. Besok mulai membuat stasiun bumi.”

    Tapi, tempat ini teramat kosong. Saya tidak melihat yang aman. Kosong ini, bukanlah sesuatu yang kita harapkan. Kosongnya terlalu ekstrim!”

    Bedebah! Hilangkan pikiran itu, kau dan kita semua butuh tidur, itu pasti.

    Bagaimana bisa dia kehilangan kosmiknya. Kita semua tahu, kosong berarti bencana. Apa dia gila?

    Sudahlah, mungkin dia benar, kita semua telah lepas angin saat angin gila itu membuat kita semua menjadi debu. Aku akan mencari pohonan yang bisa dijadikan terminal untuk beristirahat semalam. Aku harus mengingat lagi tehnik tua itu.”

    *

    Gelombang perlahan surut, warna pasir merubah suasana yang berkabut menjadi coklat kemerahan. Tapi, surya masih tetap tertahan oleh pembatas yang digenapkan menjadi rimba baja oleh para tetua mereka. Satu-satunya menuju wilayah surya, hanya dengan mengganti peralatan mereka dan masuk ke kedalaman kulminasi bawah hingga menemukan bungker yang tertutup bukit-bukit ciptaan.

    Tidak ada suara apapun, bahkan suara binatang yang melewati tempat ini. Sunyi dan kemerahan, itu memang pertanda; waspada.

    Tim sybjre bs ivpgbel yang berjumlah tiga belas orang dengan perlengkapan drone, silet laser, serta atlas optik yang lebih menyerupai jala rambang sesungguhnya tidak terlalu menjaga keamanan tim tersebut. Namun, pertahanan anatomi mereka sudah dikenal, sebagai pertahanan tubuh yang sangat berbahaya jika berhadapan dengan mereka, sebagai musuh.

    Cnyyn, seseorang yang terlatih dalam pendidikan internal dari tehnik yang dikembangkan Domma saat dirinya hidup dalam kapal selam, dan Cnyyn pun telah menguasai keterampilan dari juru kunci Ei45. Dirinya menjadi semacam leader di tim yang sedang berada cukup jauh dari gedung Ei45.

    Pusat sirkuit yang menghantam otak Amma telah menggagalkan seluruh agenda kerja penelitian persiapan blackout menuju masa 2077. Entah siapa yang mampu membuat chipcode yang begitu canggih? Pasti dibutuhkn dana yang sangat besar, sedangkan persediaan tembaga telah menipis. Ini semua sangat tidak pernah terpikirkan sebagai strategi cadangan oleh Amma sendiri.

    Dirinya, terbaring koma, dan tim terbaiknya meninggalkan Gedung Ei45 untuk misi yang tidak ada dalam agenda kerja, bahkan prediksi rangka masa depan kehidupan di laut Atineu.

    *

    Baik. Saya akan mulai bangun pilarnya tengah malam.

    Bagaimana dengan keadaan Amma?”

    Kami berangkat, keadaannya masih sama, namun ruang kerjanya telah terisolasi baik. Penjagaan di kamar ICCU juga sudah tepat. Saya rasa, Amma akan tetap aman.”

    Saya akan berangkat menuju Gedung Ei45 untuk melihat jejak yang tersisa, setelah itu akan pergi ke rumah sakit untuk menemaninya. Saya akan berangkat sebelum neptunus melintas malam ini.”

    Baik. Saya akan maksimal untuk rangka stasiun bumi.”

    *

    Terdengar suara air yang terguyur dengan memekik telinga. Seluruh tim sybjre bs ivpgbel seketika berkumpul dan bersimpu melingkar di tebing tempat mereka berada saat ini. Seluruh mata mereka pun tertutup rapat, bahkan tidak terdengar desah nafas yang halus sekalipun. Kedua telapak tangan mereka menapak campuran pasir dan kerikil serta tanah merah yang kering.

    Terasa dingin dan aroma buih yang tidak pernah mereka kenali memenuhi udara di sekitar mereka. Namun seluruh tim tetap tidak menggerakkan anggota tubuhnya, mereka seakan berubah menjadi arca balsa sintesis dalam posisi yang begitu tenang.

    Gemuruh menyambar lima orang dari tim sybjre bs ivpgbel secara asimetris. Tubuh lima orang dari tim tersebut tersayat begitu sempurna, dan mati. Kini, mereka hanya tersisa tujuh orang saja. Panah kompas jaringan monetisasi kembali mengeluarkan kelip dua kali dan suasana masih hening.

    Kali ini, Cnyyn tetap mematung. Perlahan, ketujuh tubuh mereka berubah laksana embun.

     

    (Bersambung)

    Ikuti tulisan menarik Okty Budiati lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.