Menyatukan Akal dan Hati untuk Satu Arah agar Menjadi Hamba yang Saleh - Analisis - www.indonesiana.id
x

Daffa Akmal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 September 2022

Selasa, 27 September 2022 13:11 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Menyatukan Akal dan Hati untuk Satu Arah agar Menjadi Hamba yang Saleh


    Dibaca : 561 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Oleh : Mochamad Daffa Akmal
    Akal dan hati pada hakikatnya tidak perlu dipisah-pisahkan, seperti gambaran pikiran kita, sebab sebagaimana dalam Q.S. Al-Hajj ayat 46  لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ maka ada suatu pesan tersirat di ayat tersebut bahwa jadikan qalbu itu sebagai server, khazanah, sumber berpikir. 
    Dalam Quran ada dua ayat yang menjelaskan menyatukan hati dan pikiran, yang satu ayat mengenai sindiran pada Q.S. Al-A'raf ayat 179 dan satunya berupa pujian pada Q.S. Al-Hajj ayat 46.
    Selama ini, kita berpikir itu sumbernya apa yang terbaca atau apa yang terlihat, tetapi kalau orang yang berpikir sumbernya, yaitu mereka jadikan qalbu sebagai dasar, asas, marja' (marjik), bertafakur maka akan indah diskusinya, sebab qalbu itu tempat adab karena Allah SWT selalu menatapnya. Namun, seandainya seseorang tanpa qalbu maka hilanglah adabnya.
    Adab kalau ngaji itu kirim fatihah kepada mushonif. agar yang berasal dari akal maka kita kembali yg liar ini dikembalikan ke rumahnya (qalbu) itu merupakan rahasia sebelum ngaji mungkin kita berdoa belum pakai qalbu, barang kali. Maka itu yg membuat kita ngaji dan gurunya siapa aja dan tidak bisa memilah nanti. 
    Maka masuklah rumah melalui pintunya, dan masuk pintu ada assalamualaikumnya sehingga untuk membuka qalbu maharnya adalah al-fatihah. 
    Dengan demikian, kita tidak menangkapnya dengaan akal, maka akal tersebut dalam neurologi, hanya 10%, seperti reptil, kalau lihat orang baru akan melawan.
    Jika kita lahum qulubuy ya'qiluna biha dengan mahabbah,  ukhuwah, dan husnuzon. Lain halnya yang disebutkan dalam Q.S. Al-A'raf ayat 179 
    لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ mereka punya qalbu, tetapi qalbunya tidur dan tidak digunakan.
    Kesimpulannya bahwa agar menjadi hamba yang saleh adalah hamba yang selalu taat dan takwa kepada Allah dan Rasul-Nya yaitu menyatukan akal dan hati menjadi satu arah, caranya dengan berpikir melalui hati, sebab hati tempat berpikir mengenai hal-hal baik.

    Ikuti tulisan menarik Daffa Akmal lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.