x

Iklan

Kintan Nazhavira

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Oktober 2022

Rabu, 26 Oktober 2022 11:50 WIB

Diplomasi Pertahanan Korea Selatan: Wajib Militer

Di samping budaya hallyu dan aspek aspek soft diplomacy Korea Selatan yang telah mendunia, sangat menarik untuk membahas lebih lanjut mengenai kebijakan wajib militer Korea Selatan di era transformasi global ini yang mana batasan-batasan negara sudah tak lagi relevan. Wajib militer dalam hal ini dipercaya sebagai upaya Korea Selatan untuk terus melestarikan rasa nasionalisme dan kecintaan tanah air bagi masyarakatnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Jika kita membicarakan mengenai Korea Selatan, yang langsung teringat bagi masyarakat luas adalah bagaimana soft diploamacy-nya yang bisa dibilang sangat berpengaruh dalam transformasi global di era ini. Baik dari budaya musik, bahasa, gaya berpakaian, makanan, hingga gaya hidup yang seringkali dijadikan kiblat khususnya bagi remaja-remaja internasional.

Di luar kemasifan soft diplomasi yang diterapkan Korea Selatan, ada aspek lainnya yang cukup menarik dan cukup disoroti dari negara Korea Selatan, yaitu budaya wajib militer yang dijalani warga laki-laki di Korea Selatan. Tujuan dari diterapkannya wajib militer ini adalah untuk membentuk dan memelihara rasa nasionalisme dan cinta tanah air sebagai bentuk pengabdian terhadap negara mereka. Maka dari itu budaya wajib militer ini sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut, mengingat masih jarang disorotinya isu-isu pertahanan di Negara Korea Selatan.

Korea Selatan adalah sebuah negara pecahan dari negara yang dulunya disebut sebagai Semenanjung Korea dan sudah merdeka pada tanggal 15 Agustus 1945 oleh Syngman Rhee. Semenanjung Korea terpecah akibat perang yang terjadi antara kedua pihak yang sekarang dinamakan Korea Selatan dan Korea Utara di tahun 1950.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perpecahan ini terjadi karena perbedaan pendapat dan keyakinan dimana pada saat itu sedang terjadinya perang dingin antara Uni Soviet dengan Amerika Serikat. Akibat banyaknya negara yang terpaksa harus memilih antara blok Barat dan blok Timur, hal serupa juga terjadi dengan Korea Utara dan Korea Selatan. Pada saat itu, Korea Utara memihak blok Timur atau Uni Soviet sementara Korea Selatan lebih pro-Barat. Bahkan pada 27 Juli 1953, perang ini sudah menjatuhkan sebanyak lima juta korban jiwa. Namun tidak ada penyelesaian yang damai dari konflik ini sehingga secara teknis, Korea Utara dan Korea Selatan masih terlibat perang.

Wajib militer yang dikenal orang-orang saat ini, sebenarnya sudah dijalankan sejak masih era dinasti kuno di Korea Selatan demi mengantisipasi serangan dari dinasti Joseon. Pada 25 Juni 1950, Korea Utara yang pada saat itu perkembangannya sudah pesat karena dukungan dari Uni Soviet melakukan serangan ke Korea Selatan dan menang telak. PBB pun mengambil Tindakan atas perang tersebut dan menganggap hal yang dilakukan oleh Korea Utara sebagai invasi lalu mengirim pasukan ke wilayah tersebut untuk menghentikan peperangan.

Korea Utara yang dulunya terpengaruh oleh ideologi-ideologi komunis membuat Korea Selatan ikut terkena dampaknya. Namun, pada tahun 1962, Korea Selatan mulai meminjam dana kepada negara lain untuk mengakomodasikan kegiatan industrinya dan akhirnya Korea Selatan pun mulai maju hingga saat ini. Melihat bagaimana persaingan yang sengit tantara Korea Utara dan Korea Selatan, dapat disimpulkan bahwa kedua negara ini adalah musuh yang alami. Bahkan hingga saat ini, keduanya masih berusaha untuk mendominasi satu sama lain. Namun realita bahwa Korea Utara adalah salah satu negara yang terkuat bahkan menduduki peringkat ke-4 dunia dari segi kekuatan militer. Membuat Korea Selatan tidak boleh lengah dan harus memperkuat pertahanan negaranya. Pada 15 Agustus 1948, Korea Selatan menetapkan kebijakan yang sah yang mewajibkan warga negaranya sebagai elemen pertahanan nasional. Hal ini ditetapkan dalam UUD Pasal 2 Butir 39 yang berisi “warga laki-laki negara Republic Korea melakukan dinas militer dengan itikad baik seperti yang ditentukan dalam konstitusi dan hukum”. Selain itu, warga yang pernah terjerat hukum penjara lebih dari 6 tahun mereka tidak diperbolehkan untuk mengikuti wajib militer dan Namanya akan dicoret dari kedinasan.

Durasi dari wajib militer itu sendiri berbeda-beda tergantung bidang yang mereka ambil. Di antaranya angkatan darat (21 bulan), angkatan udara (24 bulan), angkatan laut (23 bulan), polisi (21 bulan), dan pemadam kebakaran (23 bulan). Dulunya, pada era dinasti Joseon, wajib militer ini sempat ditiadakan namun masyarakat harus memberi imbalan berupa kain pada pemerintah. Namun, hal ini dirasa memberatkan sehingga wajib militer pun tetap diadakan walaupun keadaan sedang damai. Setelah Jepang menginvasi Korea pada tahun 1952, persyaratan untuk wajib militer pun diperluas hingga ke pegawai swasta. Pada Juli 1907 Undang-Undang tentang perekrutan pun disahkan lalu pada Agustus 1908 peraturan pendaftaran ditetapkan. Hingga saat ini, peraturan tentang wajib militer di Korea Selatan berbasis kepada UU yang sudah ditetapkan pada tahun 1965.

Sistem wajib militer ini bersifat paksa kepada warga negara Korea Selatan sebagi bentuk aksi bela negara. Sesuai dengan UU yang sudah ditetapkan, laki-laki yang usianya sudah memenuhi syarat selanjutnya akan mengikuti tes fisik dan mental baru kemudian bergabung ke kegiatan wajib militer sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Walaupun di era globalisasi ini perhatian global sudah berpindah hampir sepenuhnya pada isu-isu non tradisional tetapi wajib militer seperti yang diterapkan negara Korea Selatan perlu diapresiasi dan dijadikan contoh bagi negara-negara lain agar nilai-nilai nasionalisme tidak hilang di setiap generasi. Selain untuk menjadi pertahanan Korea Selatan di bidang militer, wajib militer ini juga berguna sebagai pertahanan ekonomi Korea Selatan. Karena wajib militer dapat menambah armada perang di Korea Selatan tanpa harus memberi bayaran yang tinggi. Untuk Batasan usia, apabila seorang warga negara laki-laki di Korea Selatan Sudah mencapai usia 18 tahun maka ia sudah wajib untuk mengikuti kegiatan wajib militer dan untuk usia maksimalnya adalah 28 tahun. Akhir-akhir ini, berkat sebuah boygroup yaitu BTS yang berhasil merevisi UU tentang wajib militer di Korea Selatan tentang usia maksimal yaitu menjadi 30 tahun.

Referensi

https://suarasalatiga.com/musik-update/kabar-musik/12433/berkat-bts-aturan-batas-akhir-usia-wajib-militer-direvisi-jadi-30-tahun/

https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/14840/4/T1_372013901_BAB%20IV.pdf

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20141112160638-106-11067/asal-mula-pemberlakuan-wajib-militer

Irwindi Famega, “Pendekatan Ideologi dalam Hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara”, 2018

https://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Korea-Selatan_35053_p2k-unkris.html

Ikuti tulisan menarik Kintan Nazhavira lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan