Wawancara sebagai Alat Seleksi Kepegawaian - Urban - www.indonesiana.id
x

pembinaan pegawai KUA Banguntapan

Muhammad Zidane Ramadhan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 8 Desember 2022

Kamis, 8 Desember 2022 12:42 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Wawancara sebagai Alat Seleksi Kepegawaian

    Artikel ini dibuat untuk memberikan informasi seputar wawancara kepegawaian untuk membantu perusahaan dalam menyeleksi calon pelamar yang cocok dengan kualifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk suatu pekerjaan.

    Dibaca : 1.355 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Muhammad Zidane Ramadhan (201011201226)

    Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

    Universitas Pamulang

    Wawancara Sebagai Alat Seleksi Kepegawaian

    Wawancara adalah sebuah prosedur seleksi yang dirancang untuk meramal kinerja jabatan masa depan berdasarkan tanggapan lisan pelamar terhadap penyelidikan lisan (Dessler, 1997). Sasaran dari wawancara kepegawaian adalah untuk menilai apakah seorang pelamar cocok dan layak untuk mengisi suatu jabatan dan bekerja dalam perusahaan tersebut (Leslie Rae).

    Umumnya pewawancara melakukan wawancara dengan berdasarkan trial and error. Namun demikian harus diusahakan reliabilitas dan validitas yang tinggi dari wawancara seleksi, sebenarnya mewawancarai adalah suatu skill yang dapat dipelajari. Banyak buku-buku yang dapat menunjang kemampuan seseorang dalam mewawancari terutama dari aspek psikologi, pewawancara yang ahli dan berpengalaman akan dengan cepat mengakhiri game-playing yang dilakukan oleh sang pelamar (misal: pelamar tidak menjawab pertanyaan dengan jujur) saat wawancara.

    Secara umum, tujuan dari wawancara adalah :

    1. Untuk mengetahui kepribadian seorang pelamar;
    2. Untuk mendapatkan informasi pelamar yang relevan dengan jabatan yang akan diisi;
    3. Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan;
    4. Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar yang layak untuk diberikan kesempatan kerja;
    5. Memberikan informasi mengenai seputar pekerjaan, organisasi, dan kondisi kerja.

    Menurut James G. Goodale ada dua hal penting untuk mencapai wawancara yang sukses, yaitu : content dan conducting

    1. Content

    Content mengacu pada topik dan pertanyaan-pertanyaan yang akan termasuk dalam wawancara. Pewawancara harus mengetahui dengan benar apa objektif yang ingin dicapai dan selanjutnya mengembangkan rencana untuk mencapai objektif tersebut. Berhubung tujuan utama dari wawancara seleksi adalah untuk memilih individu yang paling memenuhi kualifikasi untuk mengisi suatu pekerjaan, maka pengetahuan pewawancara seputar pekerjaan tersebut sangatlah penting. untuk melihat potensi pelamar dalam melaksanakan pekerjaan tersebut dengan sukses dan menjadikan wawancara tersebut sebagai keputusan seleksi yang valid.

    Seorang pewawancara bisa memulai dengan analisis jabatan dan mendeskripsikan beberapa tanggung jawab utama dari pekerjaan tersebut. Akan lebih mudah jika perusahaan tersebut telah memiliki job description. Tiap tanggung jawab tersebut bisa dijadikan sebagai standar acuan dimana tiap pelamar akan dievaluasi.

    Setelah mengetahui objektif dari wawancara, kita bisa mempertimbangkan pendekatan umum dan gaya dari wawancara yang akan digunakan (apakah akan formal atau tidak, wawancara dilakukan dengan terstruktur atau tidak).

    1. Conducting

    Conducting mengacu pada bagaimana cara pewawancara mengemas konten (misal: dengan membuat individu yang diwawancarai serius, proses wawancara dikemas seperti percakapan formal, pewawancara mengetahui dengan pasti kapan ia harus mendengarkan dan kapan harus berbicara). Pewawancara harus mengemas dengan baik topik yang dibicarakan dan menanyakan pertanyaan yang tepat agar wawancara menjadi sukses

    Conducting Wawancara Seleksi:

    1. Persiapan Wawancara

    - Review kembali berkas lamaran, dengan tujuan untuk mencari informasi umum yang bisa digunakan untuk menjalin hubungan istimewa pada awal wawancara

    - Siapkan informasi yang akan disediakan untuk pelamar, karena yang juga menjadi tujuan dari wawancara adalah memberikan informasi mengenai seputar pekerjaan, organisasi, dan kondisi kerja . Jika dilakukan dengan baik, maka akan meningkatkan ketertarikan pelamar kepada perusahaan dan pekerjaan yang akan diisi.

    1. Selama Wawancara

    Secara umum, format dari wawancara adalah sebagai berikut:

    1. Establish rapport

    Dimulai dengan pewawancara memperkenalkan diri dan menerima pelamar dengan hangat, memulai wawancara dengan percakapan ringan yang membuat pelamar merasa tenang pada awal wawancara.

    1. Set the agenda

    Akan sangat berguna jika pewawancara menetapkan terlebih dahulu outline dari rencana wawancara. Tujuannya adalah untuk menolong pelamar agar merasa tenang dan membiarkannya mengetahui apa yang akan terjadi nanti dan tujuan berikutnya adalah agar pewawancara memiliki pedoman yang harus diikuti dan menjadi control bagi dirinya.

    1. Gather information

    Ini adalah diskusi dengan cukup mendetail mengenai masa lalu pelamar yang akan menolong pewawancara untuk menentukan apakah pelamar tersebut cocok untuk pekerjaan tersebut atau tidak. Disinilah tujuan utama dari pewawancara dan dari pelamar akan terlihat.

    1. Describe the organization, department job, and condition of employment

    Pada bagian ini pewawancara berusaha memberi informasi mengenai hal-hal yang positif dan realistis mengenai organisasi, departemen pekerjaan, dan lingkungan kerja dengan tujuan untuk menarik minat karyawan.

    1. Answer Questions

    Pada tahap ini, pewawancara memberi kesempatan kepada pelamar untuk mengajukan beberapa pertanyaan, dan tugas seorang pewawancara adalah untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan sebaik-baiknya.

    1. Terminate

    Untuk mengakhiri wawancara. Ucapkan terima kasih kepada pelamar untuk waktu yang telah disediakan dan katakana kepadanya apa yang akan terjadi selanjutnya (misal: keputusan penerimaan akan diberitahukan dalam 1 minggu mendatang melalui gmail pelamar).

    Saran dari penulis : Menurut saya, wawancara tidak bisa sepenuhnya dijadikan sebagai standar acuan bagi seorang pelamar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik di masa yang akan mendatang, Oleh karena itu, dalam menyeleksi calon pegawai ada baiknya perusahaan juga memberlakukan tes-tes lain yang dapat membantu perusahaan untuk memberikan penilaian kepada seorang pelamar (misal: dengan memberlakukan tes tulis, tas lapangan, praktik, dll).

    Ikuti tulisan menarik Muhammad Zidane Ramadhan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 465 kali