x

Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

Iklan

Desi Campugi (221010202233) Desi Campugi (221010202233)

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Desember 2022

Sabtu, 17 Desember 2022 07:09 WIB

Sarapan di Jam yang Tepat Dapat Mengoptimalkan Metabolisme Tubuh

Desi Campugi (NIM 221010202233) Sherly Afriliana (NIM 221010202243) Tugas Bahasa Indonesia (Pertemuan 14) Dosen : Muhammad Fajar., S.pd Universitas Pamulang

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Sarapan merupakan salah satu hal terpenting dalam kegiatan sehari–hari, yakni kegiatan makan dan minum yang dilakukan di pagi hari. Jenis sarapan pun bisa berbeda waktunya tiap negara, kota maupun wilayah. Tentu saja sarapan bisa disesuaikan menurut lidah masing–masing.

Sarapan memiliki fungsi sebagai penunjang untuk kebutuhan gizi harian antara 15 – 30%. Di Indonesia sudah ada Pekan Sarapan Nasional (Pesan) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari. Ini diharapkan sebagai hari istimewa bagi masyarakat untuk mengingat bahwa sarapan merupakan momen penting baik untuk kesehatan.  

Bernatal Saragih, Guru Besar Bidang Pangan dan Gizi di Universitas Mulawarman serta Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia Kalimantan Timur, pernah menyimpulkan dalam paper yang berjudul Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 Untuk Kebaikan Gizi dan Kemandirian Pangan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam paper beliau disebutkan mengapa sarapan dirasa penting, karena:

  1. Menjaga agar tubuh tetap sehat dan kuat,
  2. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat,
  3. Meningkatkan prestasi belajar,
  4. Mencegah jajan sembarangan, dan
  5. Melatih disiplin dan Kebersamaan,
  6. Tidak Sarapan, melahirkan generasi lemah, rentan sakit dan masa depan suram.

Sarapan yang sehat justru harus memenuhi seperempat dari kebutuhan nutrisi harian, yakni menu dalam sarapan harus mengandung karbohidrta, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Dan mineral untuk membantu proses pencernaan, menjaga energy dan dapat membantu konsentrasi terhadap daya ingat yang membutuhkan kadar oksigen.

Berikut merupakan berbagai jenis sarapan dari berbagai Negara:

  1. Indonesia

Masyarakat Indonesia cenderung memilih sarapan dengan jenis makanan yang berat agar dapat membuat tubuh merasa lebih fit dan dapat membuat perut kenyang kebih lama. Sarapan yang biasa dijumpai di Indonesia seperti:

  • Nasi uduk
  • Bubur ayam
  • Nasi kuning
  • Ketupat sayur
  • Bubur sumsum

 

  1. Korea selatan

masyarakat korea selatan memiliki selera makanan yang cenderung berbumbu dan pedas, sering jumpa dijumpai aneka jajanan ala streetfood dengan berbagai pilihan makanan ringan, seperti:

  • Galbi
  • Kongnamul Bap
  • Chamchi gimbap
  • Jeon
  • Gyeran mari

 

  1. Amerika

Warga amerika cenderung menyukai sarapan yang simple dan praktis, namun memiliki kandungan gizi yang komplit, seperti:

  • Sereal
  • Oatmeal
  • Omelet
  • Waffle
  • Sandwich

 

  1. Swiss

Warga Negara di swiss juga lebih sarapan ringan sebagai asupan makanan untuk menunjang kegiatan sehari – hari, namun untuk gizinya sudah sangat cukup untuk kebutuhan. Seperti:

  • Rosti
  • Bircher Muesli
  • Tartiflette
  • Risotto Saffron
  • Cheese Fondue

 

  1. Jepang

Masyarakat jepang yang termasuk Negara asia cenderung memilih makanan berat dan nasi putih merupakan salah satu yang dipilih sebagai makanan untuk sarapan. Jepang dengan berbagai makanan khas nya yang sudah menyebar di seluruh dunia tentunya memiliki perpaduan hidangan sarapan yang lezat serta menyehatkan. Seperti:

  • Nasi Sup Miso
  • Tamagoyaki
  • Sushi
  • Onigiri
  • Gyudonse

Disaat bangun tidur sistem pencernaan kita kosong karena sudah terurai dan termetabolis oleh tubuh menjadi beberapa gizi penting. Maka dari itu saat bangun di pagi hari ada baiknya kita mempersiapkan hal hal sehat seperti olahraga ringan dan bermeditasi. Kemudian memulai sarapan dengan porsi gizi komplit untuk mensuplai energi harian, tentunya dengan makan sarapan dengan porsi pas dan tidak berlebihan agar tidak terjadi mengantuk. 

Selain itu, dengan sarapan dapat membantu suasana hati menjadi lebih baik dan meningkatkan mood yang bagus, karena sesungguhnya jika tubuh dalam kondisi perut kosong dapat mengakibatkan otak lelah dan dan menurunkan mood untuk belajar, maka untuk beraktifitas pun akan terasa kurang bersemangat ataupun emosi. 

Ikuti tulisan menarik Desi Campugi (221010202233) Desi Campugi (221010202233) lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu