Pengaruh Teknologi dalam Kehidupan, Bisa Membuat Anxiety - Urban - www.indonesiana.id
x

kevin Rizki

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Desember 2022

Selasa, 20 Desember 2022 10:33 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Pengaruh Teknologi dalam Kehidupan, Bisa Membuat Anxiety

    Nama saya kevin rizki anbiansyah, akrab dikenal dengan kevin sky. Saya adalah mahasiswa unma (universitas majalengka) prodi informatika, saya memang menyukai menulis. menulis itu tidak terbatas, kita bebas menceritan cerita apapun, dengan sudut pandang yang kita mau.

    Dibaca : 1.008 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Perubahan teknologi dimulai ketika muncul pandemi Covid-19 pada 2020. Saat  itu virus yang tidak diketahui manusia muncul di Wuhan, China. Semua orang yang tidak memunyai pilihan hiburan dan harus tetap diam dirumah akhirnya memilih untuk terus-terusan bermain media sosial.

    Banyak media sosial yang sering digunakan oleh orang-orang diseluruh dunia termasuk negara Indonesia. Salah satu sosial medianya adalah sebagai berikut: Instagram, youtube, twitter, dan tiktok.

    Bahkan orang-orang tidak hanya bermain media sosial secara cuma-cuma. Tetapi mereka sampai ada yang membuat konten, entah itu di platform tiktok, ataupun youtube karena saking tidak ada hal yang harus dikerjakan, yang disebabkan peraturan pemerintah untuk tetap diam dirumah. Yang biasa kita sebut dengan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).

    Dampak sosial media pada masyarakat Indonesia adalah banyak orang-orang yang gampang percaya pada berita bohong atau hoax, yang kebenaranya belum pasti. Selain itu juga masyarakat jadi kebiasaan joget-joget ketika diputarkan salah satu musik yang viral. Dampat selanjutnya adalah banyak anak muda yang senang nongkrong, dan mereka selalu mengeluhkan bahwa ketika mereka nongkrong, teman-temannya selalu fokus ke handphone masing-masing bukannya mengobrol dan menikmati waktu bersama.

    Berbicara perihal kecanduan media sosial, banyak artikel berita yang mengangkat berita terkait orang-orang yang suka membuat konten tiktok menjadi kecanduan berjoget. Tidak hanya berjoget Ketika membuat konten mereka menjadi sering berjoget Ketika mendengar musik viral ditiktok yang diputarkan, badan mereka ini reflek untuk berjoget.

    Sadar atau pun tidak dampak dari internet juga mempengaruhi mental. Setiap orang sekarang pasti mempunyai akun sosial medianya masing-masing, untuk karena itu kehidupan kita dihabiskan untuk menonton hal yang dirasa tidak penting, semuanya kita tonton, dimulai dengan drama perselingkuhan artis, skandal influencer, perempuan yang berpakaian minim berjoget, dan terakhir berita persidangan pejabat yang tidak kunjung usai. Seakan kita tidak mempunyai batasan tontonan, memang benar bahwasanya kita mempunyai hak kita untuk bersosial media. Padahal kita juga harus memikirkan tentang Kesehatan metal diri sendiri. Dampak terhadap mental kita selanjutnya adalah: kita menjadi lebih sering membandingkan diri kita, dengan orang lain yang dianggap lebih, orang lain sudah menikah sedangkan kita masih berkuliah, orang lain sudah lulus dan sarjana tepat waktu lagi, dan orang lain sudah keterima diperusahaan ternama. Semua hal kita bandingkan dengan orang lain, padahal tolak ukur untuk kebahagian tidaklah seperti itu.

    Ada yang bernama proses, proses itulah yang menuntun kita kepada tujuan, proses yang mendewasakan kita untuk jauh lebih baik dari hari sebelumnya.

    Tidak ada hal yang kejadian dalam semalam terkecuali sebuah ide, tahukah kalian ada lelaki dari india, Bersama istrinya yang sedang sekarat karena sebuah penyakit, mereka berjalan menuju sebuah rumah sakit di kota, namun dipertengahan jalan menuju kota sebuah gunung kecil menghalangi jalan, pada akhirnya istrinya itu meninggal. Suatu hari pria itu terfikirkan untuk membelah gunung tersebut dan merubahnya menjadi jalan dengan mengandalkan cangkul dan alat seadanya, apa yang akan kalian fikirkan kepada pria tersebut? Gila, aneh. Pasti kata itulah yang akan muncul dikepala kalian, tapi si pria itu tetap melakukan apa yang dia Yakini yaktu: membelah gunung dan merubahnya menjadi jalan, berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Dia tetap melakukannya hingga pada akhirnya apa yang dia kerjakan selesai. Tapi nahasnya beberapa tahun setelahnya, pria tersebut meninggal dunia.

    Tapi jasanya untuk warga desa tetap membekas dan sering digunakan untuk jalan menuju kota. Proses dan konsisten yang terus dilakukan oleh si pria tersebut, kesimpulannya adalah berhenti untuk membandingkan kamu dengan orang lain, tetapi buktikan bahwa kamu mempunyai value dalam dirimu! Kasih tau bahwa kamu adalah yang terbaik dari yang baik.

     

    Dampak lain kepada mental kita adalah kita bisa saja menjadi anxienty. Menurut Wikipedia anxiety adalah gangguan kecemasan atau gangguan Kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan khawatir, cemas, atau takut yang cukup kuat untuk mengganggu aktivitas sehari-hari. Contohnya: gangguan kecemasan yaitu serangan panik, gangguan obsesif-kompulsif, dan gangguan stres pascatrauma.

    apa hubungannya? Internet dengan masalah-masalah mental. Kita sebagai manusia memang sebagai mahluk yang rentan, salah satunya mental kita. Dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat, ratusan video, foto, informasi terupload ke internet dalam hitungan detik, tanpa tersaring. Yang memberikan kemudahan untuk mencari informasi, hal-hal yang kita butuhkan, issue-isue terbaru, dll.

    Semua hal kita cerna, semua hal kita tonton baik itu penting atau tidak penting, semua hal kita baca. Hingga pada akhirnya ada hal yang seharusnya kita tidak ketahui, namun karena kita tidak terbiasa mencerna sebuah informasi, pada akhirnya kita menjadi kelelahan dan hal-hal tersebut menjadi kita fikirkan terus, anak muda jaman sekarang menyebutnya dengan overthinking. Banyak hal yang bisa mempengaruhinya salah satunya dengan diawali oleh overthinking kemudian menjadikannya stres.

     Lalu kita akan merasa cemas, takut, gelisah. Mungkin impactnya akan mengganggu terhadap kegiatan sehari-hari dan lebih ingin untuk mengurung diri dikamar sendiri, dan menurut satu artikel bahwa rasa cemasnya juga akan berlangsung dalam waktu yang Panjang.

    Ada banyak dampak penggunaan internet terhadap mental, kita sebagai manusia yang rapuh ini akan gampang sekali untuk dibohongi atau dijebak oleh orang jahat di internet, kurangnya literasi baca danedukasi terhadap internet. Beberapa hari yang lalu juga ramai seorang oknum mengatas namakan seorang kurir paket, kronologinya adalah dia mengechat si korban lewat pesan whatsapp. Setelah si korban bertanya "maaf paket apa ya"? Lalu si pelaku akan mengirimkan sebuah file aplikasi yang diberi nama dengan "ini bukti fotonya" lalu si korban akan mengklik file tersebut karena mungkin penasaran. Lalu data dari handphone tersebut akan terkirim kepada si pelaku pembobol, dimulai dengan email, akun sosial media, mungkin juga dengan akun mobile banking, dll yang ada di handphone tersebut.

    Berita tersebut viral di Instagram setelah salah satu akun menguploadnya di Instagram, dan ternyata sudah banyak juga yang menjadi korban. Tapi, ketikan jempol netizen juga sangat lah cepat satu grup di aplikasi facebook, yang berisi chat pelaku pembobolan data yang mengatas namakan paket itu terbongkar difoto hasil screen capture itu berisi chat-chat sipelaku yang membongkar trick membobol datanya. Dimulai dari pembuatan file aplikasi yang digunakan sebagai jebakannya, terus cara meyakinkan si korban.

    Begitu banyak kejahatan yang terjadi di internet, begitu banyak dampak yang terjadi kepada kita baik diri sendiri atau dengan lingkungan pertemanan dan juga keluarga, kita semangkin akungkuh. Seharunya nongkrong dihabiskan dengan mengobrol atau menghabiskan waktu Bersama teman-teman, tapi anak muda jaman sekarang lebih sering menghabiskan waktu nongkrongnya dengan main bareng game online, dalam hal bekerja juga sekarang sudah ada istilah baru yaitu hybrid. bekerja di dua tempat, dikantor dan di rumah. Pandemi covid memang merubah banyak hal terhadap kita dalam penggunaan internet. Baik buruknya berselancar di internet kita yang control, kita juga yang mengontrol penggunaan internet. Jika dirasa sudah lelah, istirahatkan dirimu, lalu  pergi dan temui teman-teman sungguhan mu, tinggalkan dunia yang penuh kepalsuan.

    Ikuti tulisan menarik kevin Rizki lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Mulia Zachrie

    Jumat, 13 Januari 2023 21:58 WIB

    Digital Marketing di Era 4.0

    Dibaca : 450 kali