Pengaruh Globalisasi terhadap Perkembangan Pendidikan di Indonesia

Jumat, 23 Desember 2022 07:40 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Globalisasi merupakan proses tatanan masyarakat yang berkembang secara global. Proses ini berlangsung melaliui dimensi ruang dan waktu seperti bidang ekonomi, politik, ideologi, dan pendidikan. Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi merupakan faktor pendukung utama dalam globalisasi. Kehadirannya tidak dapat dihindari, terutama dalam dunia pendidikan. Beberapa tahun belakangan ini banyak sekolah yang melakukan gobalisasi dalam sistem pendidikan contohnya, menerapkan bahasa inggris dan bahasa mandarin sebagai mata pelajaran wajib. Sekolah jenjang menengah hingga perguruan tinggi juga membuka program kelas internasional. Diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar dunia dengan adanya globalisasi pendidikan.

Pendahuluan

          Globalisasi merupakan proses tatanan masyarakat yang berkembang secara global. Proses ini berlangsung melaliui dimensi ruang dan waktu seperti bidang ekonomi, politik, ideologi, dan pendidikan. Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi merupakan faktor pendukung utama dalam globalisasi. Kehadirannya tidak dapat dihindari, terutama dalam dunia pendidikan. Beberapa tahun belakangan ini banyak sekolah yang melakukan gobalisasi dalam sistem pendidikan contohnya, menerapkan bahasa inggris dan bahasa mandarin sebagai mata pelajaran wajib. Sekolah jenjang menengah hingga perguruan tinggi juga membuka program kelas internasional. Diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar dunia dengan adanya globalisasi pendidikan.

          Peningkatan kualitas pendidikan dapat menunjang persaingan untuk menciptakan negara yang dapat bersaing dalam bidang ekonomi. Peningkatan ini hendaknya selaras dengan kondisi masyarakat Indonesia. Memerlukan biaya yang cukup besar untuk dapat menikmati pendidikan dengan kualitas yang baik. Hal ini menjadi penyebab globalisasi pendidikan belum dirasakn oleh semua kalangan masyarakat. Akibat ketidakadilan ini peningkatan kualitas pendidikan yang sudah tercapai akan sia-sia.

Pembahasan

          Perkembanga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan globalisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat secara beriringan. Untuk menghadapi globalisasi maka kebijakan sistem pendidikan harus dapat menigkatkan mutu pendidikan, baik akademik maupun non-akademik, dan memperbaiki manajemen pendidikan agar lebih produktif dan efesien serta memberikas akses yang luas merata bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

        Ketidaksiapan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan bermoral menimbulkan dampak positif dan negatif dari pengaruh globalisasi dalam pendidikan. Kemudahan mengakses informasi pendidikan  secara tidak langsung dapat meningkatkan  kualitas tenaga pendidik dan juga pelajar. Hadirnya situs penyedia buku dalam bentuk digital atau e-book yang dapat diunduh secara gratis dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran. E-book dapat mempermudah pegguna untuk membacanya dimana saja dan membantu melestarikan alam karena menghemat pemakaian kertas.

          Meningkatnya sarana pembelajaran menjadikan pembelajaran yang awalnya bersifat sederhana kini berubah menjadi metode pendidikan yang berbasis teknologi dikarenakan pesatnya arus globalisasi. Hal tersebut dapat menigkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi antara pendidik dan peserta didik. Kini dengan adanya teknologi, pendidik dan pelajar dapat mengakses berbagai macam sumber pembelajaran.

          Adanya program pertukaran pelajar menjadi salah satu bentuk kerjasama antara pendidikan dalam negeri dan luar negeri  pada era globalisasi. Pelajar diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikannya di luar negeri atau sebaliknya. Pelajar yang berkesempatan mendapatkannya dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru serta mengetahui budaya-budayanya, sehingga pelajar diharapkan memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas sebelum melakukan pertukaran pelajar.

          Selain dampak positif, selalu ada dampak negatif yang beriringan pada efek kemajuan teknologi untuk penggunannya yang menggunakannya dengan tidak bijak. Dunia maya sebagai sarana mengakses informasi internet juga dapat memberikan dampak negatif bagi siswa. Misalnya pornografi, kebenciann, rasisme, kejahatan,kekerasan, dan sejenisnya. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedofilia dan pelecehan seksual pun mudah di akses oleh siapapun, termasuk pelajar. Barang-barang seperti alkohol dan narkoba juga banyak ditawarkan melalui internet. Barang penunjang pembelajaran seperti komputer dan smartphonetersebut dapat menyebabkan kecanduan pada diri siswa dan pengajar. Sehingga pengajar dan siswa terkesan tak bersemangat dalam proses pembelajaran jika tanpa alat-alat tersebut.

          Pendidikan bermutu itu mahal, itulah kalimat yang terlontar di kalangan masyarakat. Mereka menganggap begitu tingginya biaya untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Mahalnya biaya pendidikan dari taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi membuat masyarakat kurang mampu tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah atau berhenti bersekolah hingga jenjang yang tinggi. Semakin tingginya biaya pendidikan sekarang tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Karena itu, komite sekolah yang merupakan bagian MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. Anggapannya, pengusaha mempunyai akses atas modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah komite sekolah terbentuk, segala pungutan disodorkan kepada wali murid sesuai keputusan komite sekloah.

          Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin membutuhkan biaya yang sedikit, tetapi pertanyaannya siapa yang seharusnya membayar biaya yang banyak tersebut? Kewajiban pemerintahlah yang menjamin pendidikan setiap warganya dan menjamin akses masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya pemerintah justru ingin berkilah dari tanggungjawabnya. Pendidikan di Indonesia bahkan terkesan jauh dari kata baik, mutu pendidikan di pelosok desa tidaklah sama dengan mutu pendidikan di kota. Dari beberapa takaran dan ukuran di dunia pendidikan, pendidikan Indonesia belum siap menghadapi globalisasi. Belum siap dalam hal ini tidak berarti bangsa kita akan hanyut dalam arus globalisasi tersebut. Harus disadari bahwa indonesia masi dalam masa transisi dan memiliki potensi yang besar untuk memainkan peran dalam globalisasi khususnya konteks regional. Inilah salah satu tantangan dunia pendidikan kita yaitu menghasilkan sumberdaya manusia yang kompetitif dan tangguh.

Penutup

          Globalisasi merupakan suatu hal wajar yang pasti akan dialami oleh setiap lembaga pendidikan, baik pada peserta didik yang maju, peserta didik berkembang, maupun peserta didik yang masih rendah taraf hidupnya. Dalam era global, suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat menghindar terhadap proses globalisasi. Jika suatu lembaga pendidikan menutupi diri dari globalisasi, dapat dipastikan akan tertinggal oleh zaman serta terpuruk pada era keterbelakangan dan kebodohan. Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap lembaga pendidikan inilah yang telah membawa perubahan-perubahan besar terhadap berkembangnya sistem pendidikan di Indonesia ini.

Daftar Pustaka :

Salim, Kalbin. 2014. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pendidikan. Kepulauan Riau: Research Gate.  https://www.researchgate.net/publication/271205216_PENGARUH_GLOBALISASI_TERHADAP_DUNIA_PENDIDIKAN_Oleh

Hargo, Dody Usodo. 2017. Pengaruh Globalisasi Terhadap Peserta Didik Seskoad. Bandung: Seskoad. https://seskoad.mil.id/admin/file/kajian/54%20Pengaruh%20Globalisasi.pdf

Saripudin, Didin. 2017. Pembangunan Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Bandung: Upi Edu. http://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/pembangunan-pendidikan-dan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia/

Lestari, Sedari. 2018. Peran Teknologi Dalam Pendidikan Di Era Globalisasi. Banyuwangi: Edureligia. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/edureligia/article/download/459/319

Bagikan Artikel Ini
img-content
Tussina Bilqis

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler