Honor, Sang Pionir Sudut Literasi Sekolah 3T - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

julia roli sennang banurea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Desember 2021

Senin, 9 Januari 2023 07:46 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Honor, Sang Pionir Sudut Literasi Sekolah 3T

    Guru Honor juga sama bekerja dengan ASN, mengajar di sekolah 3T yang sama, kondisi daerah sama. Sehingga berharap Persekjen No.8 Tahun 2022, dikaji kembali. Agar "kuota anggaran" tahun 2023 bisa dibagi adil kepada seluruh nominasi Guru Honor 3T, meski nominal tidak penuh. Sehingga keadilan bisa tercipta di sekolah 3T, tanpa membeda-bedakan status kepegawaian.

    Dibaca : 1.138 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

                                   HONOR, SANG PIONIR SUDUT LITERASI SEKOLAH 3T

                                           oleh: Julia Roli Sennang Banurea, S.Pd,Gr.

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemdikbudristek) saat ini fokus dengan gerakan literasi. Ragam program dilaksanakan demi terlaksananya literasi nasional. Setiap jenjang pendidikan dibekali dengan pelatihan secara luring maupun daring.

    Literasi merupakan kemampuan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Atau dapat dinyatakan bahwa literasi adalah kemampuan bernalar tentang dan menggunakan bahasa.

    Sesuai skor PISA (Programme for International Student Assesment), Indonesia berada pada skor 371 dibidang membaca/literasi. Skor ini merupakan skor terendah dibandingkan dengan kemampuan matematika/numerasi pada skor 379 dan sains dengan skor 396. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi rendah. Kemampuan literasi ini harus ditingkatkan agar terjadi kemajuan di semua jenjang pendidikan.

    Tabel 1.Skor PISA  (Programme for International Student Assenment) 2018

    Kemampuan literasi ini merupakan salah satu core skills untuk kehidupan sehari-hari. Selain literasi membaca ada juga numerasi, literasi IPA, literasi TIK, literasi finansial, literasi budaya dan masyarakat.

    Literasi ini sangat krusial dalam membentuk kompetensi, berpikir kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi. Semua ini harus dibentuk untuk dapat menghadapi era globalisasi yang semakin berkembang.

    Tidak hanya di daerah perkotaan, gerakan literasi juga semakin digalakkan di daerah pelosok/pinggiran. Daerah khusus juga telah digerakkan untuk melakukan peningkatan literasi.

    Foto 1. Sudut literasi sekolah pelosok

    Seperti yang telah dilaksanakan SD N 06 Ransi Dakan, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Sekolah ini berada dalam kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Sekolah ini adalah salah satu peserta Sekolah Literasi Nasional (SLN) dari Program Organisasi Penggerak.

    Kepala sekolah dan satu orang guru mewakili sekolah dalam pelatihan. Kedua perwakilan,biasanya mengikuti pelatihan di wilayah kabupaten untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil.

    Ilmu yang didapatkan dari pelatihan didiseminasikan kepada rekan sejawat di sekolah. Kemudian guru mengembangkan gerakan literasi tersebut dengan mulai menulis. Terdapat dua guru honorer yang sangat aktif dalam upaya peningkatan kegiatan literasi di sekolah ini.

    Foto 2. Dua honor penginisiasi sudut literasi kelas

     Kedua guru tersebut adalah guru yang berdomisili asli di Desa Ransi Dakan sehingga memiliki waktu yang luang untuk melaksanakan kegiatan literasi. Guru tersebut bernama Mariya Fatimah,S.Pd dan Margareta Eva.

    Honor tersebut memiliki ide kreatif membentuk sudut literasi di kelas. Sudut literasi adalah sudut kelas yang dijadikan sebagai wahana/tempat melaksanakan aktivitas literasi/baca, belajar, observasi/mengamati benda-benda dan berinteraksi dengan teman sekelas.

    Foto 3. Sudut literasi pelosok

     

    Foto 4. Pembiasaan peserta didik untuk untuk berliterasi

    Untuk memperindah dan menambah nuansa keilmuan di sudut literasi, kedua guru tersebut mendisain pohon cita-cita. Pohon cita-cita tersebut merupakan kumpulan dari seluruh cita-cita murid di kelas.

    Pohon cita-cita tersebut juga merupakan ekspresi ilmu yang didapatkan peserta didik setelah melakukan gerakan literasi. Dengan membaca, menulis dan menggambar maka peserta didik dapat menghasilakan karya. Yakni sebuah gambar cita-cita dirinya di masa depan. Guru melaminating gambar tersebut agar tahan lama di gantung di pohon cita-cita.

    Foto 5. Pohon cita-cita di sudut literasi

    Fungsi dari pohon cita-cita tersebut adalah agar peserta didik termotivasi untuk belajar mengapai cita-cita tersebut.

    Pembiasaan peserta didik untuk berliterasi juga dilaksanakan diperpustakan. Karena keaktivan guru honorer tersebut, kepala sekolah memilih mereka sebagai petugas diperpustakan sekolah. Yakni Ibu Margareta Eva sebagai layanan pemustaka dan Ibu Mariya Fatimah sebagai layanan teknis.

    Foto 6. Kegiatan literasi di perpusatakan

    Kedua honor tersebut merupakan kebanggaan sekolah. Mereka berdua dipercaya untuk menjadi wali kelas 1 (Ibu Mariya Fatimah) dan kelas 3 (Margareta Eva). Sekolah ini kekurangan guru. Sehingga honorlah yang berpartisipasi dalam mendukung keberlangsungan sekolah.

    Sekolah tidak akan berjalan dengan lancar, tanpa honor. Honor memiliki tugas yang sama seperti guru ASN di sekolah 3T. Mereka mengajar seperti wali kelas lain, melakukan ekstrakurikuler seperti pramuka, melatih upacara, petugas perpustakaan, dan selalu ikut dalam kegiatan sekolah lainnya.

    Namun terkadang,  full nya kerja honor tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang mereka peroleh. Seperti gaji yang mereka peroleh yakni  Rp. 600.000/bulan, (diterima sekali dalam empat bulan ) untuk Ibu Margareta Eva dan Ibu Mariya Fatimah Rp. 800.000/bulan.

    Walau kesejahteraan mereka minim, mereka tetap semangat mengajar memajukan sekolah dan desa. Terkhusus Ibu Mariya Fatimah yang juga merupakan salah satu nominasi/ penerima hak tunjangan khusus, sudah memiliki kriteria, namun harus kehilangan hak tersebut, akibat kuota tunjangan khusus.

    Biasanya honor ini tiap semester, mendapatkan tunjangan khusus kurang lebih Rp.8.000.000,00. Namun akibat regulasi Persekjen No.8 Tahun 2022, yang memuat aturan “kuota/batasan” anggaran sehingga, semester lalu/tahun 2022, guru ini harus mengiklaskan tunjangan khusus tersebut.

    Hal ini tidak jauh berbeda dengan sekolah 3T lainya, di dalam 1 sekolah ada honor yang dapat tunjangan khusus, namun ada juga honor yang tidak dapat tunjangan khusus.

    Sehingga honor ini berharap agar keadilan terjadi di tahun 2023. Agar semua honor 3T yang penuhi kriteria bisa mendapatkan hak tunjangan khusus seperti ASN dan honorer terpilih lainnya meskipun dengan dana yang berkurang.

    Pembayaran tunjangan khusus tuk non-pns (honor) yang biasanya perbulan adalah Rp. 1.500.000, 00. Jika memang pagu dana kurang, dapat dilakukan secara adil, contoh: hanya 80% ( Rp. 1.200.000,00.)  Atau bahkan jika pagu dana sangat minim, bisa dikurang menjadi 60%  (Rp. 900.000,00) dengan catatan semua guru 3T yang penuhi kriteria mendapatkan meski tidak penuh.

    Tunsus ini sangat membantu honor di 3T. Karena mereka juga sama bekerja dengan ASN, mengajar di sekolah yang sama, kondisi daerah yang sama. Sehingga berharap Persekjen No.8 Tahun 2022, dikaji kembali. Agar kuota anggaran bisa dibagi adil kepada seluruh nominasi meski nominal tidak penuh.

    Sehingga keadilan sesuai sila ke lima tercipta di 3T, tanpa membeda-bedakan status kepegawaian. Salam dari guru Honor 3T.

     

    Rujukan:

    Daryanto dan Syaiful Karim. 2017. Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava   

                   Media.

    Persekjen Kemendikbudristek Nomor 8 Tahun 2022 tentang perubahan atas dasar peraturan sekretaris jendral Kemdikbudristek Nomor 18 tahun 2021 tentang petunjuk teknis pengelolaan penyaluran tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru nonpegawai negeri sipil.

     

     

    Ikuti tulisan menarik julia roli sennang banurea lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.