x

Ilustrasi remaja galau. Pxhere.com

Iklan

SALMA NANDHA AULIYA

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Februari 2023

Selasa, 7 Februari 2023 08:42 WIB

Kurangi Kecemasan Melalui Terapi Butterfly Hug  

Tidak bisa dipungkiri di zaman era digital seperti sekarang, masalah kesehatan mental tidak hanya dialami oleh orang dewasa. Tetapi, anak-anak sampai remaja sudah mengalami gangguan mental seperti gangguan kecemasan yang bisa tiba-tiba timbul dan disebabkan oleh beberapa faktor. Artikel ini memberikan salah satu tips agar anda bisa mengurangi rasa kecemasan yang timbul.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kurangi kecemasan melalui terapi Butterfly Hug

Masalah kesehatan mental akhir-akhir ini banyak mempengaruhi remaja diantaranya depresi, kecemasan dan gangguan perilaku, yang seringkali merupakan respon langsung terhadap apa yang terjadi dalam hidup mereka. Kesehatan mental bagi remaja adalah hal yang sangat penting, namun sering sering kali diabaikan dan dianggap remeh. 

Satu dari tiga generasi remaja di Indonesia memiliki masalah kesehatan mental yang signifikan, sedangkan satu dari 20 orang memiliki gangguan mental dalam 1 tahun terakhir. Angka ini sama seperti 15,5 juta dan 2,45 juta remaja. Temuan itu didapat dari hasil survei National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang mengukur angka kejadian gangguan mental pada remaja 10 – 17 tahun di Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berbagai potensi kondisi psikologis dan gangguan kesehatan mental memang mulai ditunjukkan pada usia kritis remaja. Seperti pada kasus bunuh diri mahasiswa di Yogyakarta beberapa hari menjelang Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober – menambah urgensi masalah kesehatan mental anak muda di Indonesia. Seorang mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) ditemukan tewas di halaman Hotel Porta di Jalan Colomba, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta Sabtu 8 Oktober 2022.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, tewas bunuh diri dengan cara lompat dari rooftop salah satu hotel di kawasan Colomba. Mahasiswa berjenis kelamin laki-laki serta masih berumur 18 tahun tersebut ditemukan ditempat kejadian dalam keadaan sudah meninggal dunia. Dari surat keterangan yang ditemukan di dalam tas milik korban, korban diduga mengalami gangguan kesehatan mental.

Dari kasus bunuh diri mahasiswa UGM tersebut dapat disimpulkan remaja di Indonesia mengalami kecemasan karena merasa sendirian, dan tertekan karena kondisi lingkungan sekitar. Butterfly Hug atau pelukan kupu-kupu bisa menjadi stimulasi mandiri untuk meredam rasa cemas. Sehingga, rasa cemas akan berubah menjadi rasa tenang. Siapa yang tidak tahu drama Korea yang berjudul It’s Okay to Not be Okay, dalam drama tersebut tokoh ko moon-young yang memiliki masalah mental traumatis juga mempraktikkan terapi Butterfly Hug ini jika dia merasa cemas.

Terapi Butterfly Hug bisa kamu terapkan secara mandiri. Berikut adalah panduan cara melakukan terapi Butterfly Hug:

1.   Posisikan dirimu di tempat yang nyaman.

2.   Silangkan kedua tangan di depan dada. Posisikan tangan dengan senyaman mungkin.

3.   Letakkan ujung jari berada di lengan atas.

4.   Atur napas sambil memejamkan mata dan fokuskan pikiran selama melakukan Butterfly Hug.

5.   Lakukan gerakan menepuk-nepuk tangan dengan perlahan sampai kedua tanganmu terlihat seperti sayap kupu-kupu yang mengepak. 

6.   Kamu bisa melakukan gerakan ini selama 30 detik atau sampai kamu merasa tenang.

7.   Berhentilah jika perasaanmu sudah cukup baik dan tubuh sudah terasa rileks.

Terapi Butterfly ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Namun, disarankan untuk memilih tempat yang aman dan nyaman serta tidak terlalu ramai agar tidak mudah terasa terganggu dan kamu cepat merasa tenang. Metode terapi ini mengajak kamu agar mencintai diri sendiri dan memeluk diri sendiri sebelum mencoba memeluk orang lain atau ingin dipeluk orang lain.

Butterfly Hug ini tidak hanya bisa diterapkan oleh remaja tetapi anak-anak dan orang tua bisa melakukan terapi Butterfly Hug ketika sedang merasa cemas karena emosi yang meluap-luap. Butterfly Hug bisa memberikan sugesti kepada diri sendiri agar merasa lebih baik. Hal ini juga dibuktikan pada saat menolong korban yang selamat dari bencana alam di Meksiko tahun 1998 untuk mengurangi perasaan traumatis yang dialami.

Selain menerapkan terapi Butterfly Hug ketika sedang merasa cemas dan tertekan. Cara lain yang dapat kamu terapkan untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan:

1.   lebih terbuka dengan orang lain, sehingga masalah yang sedang kamu pikul dapat terasa lebih ringan.

2.   Luangkan waktu setidaknya 10 menit dalam sehari untuk pergi keluar rumah dan berjalan diruang terbuka untuk menghilangkan sedikit stress dan mengisi kembali energi dalam tubuh.

3.   Istirahat yang cukup juga dibutuhkan untuk mewujudkan kesehatan mental yang optimal.

Selain itu kamu juga harus meningkatkan iman dengan rajin beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masalah dan kecemasan yang sedang kamu hadapi dapat mudah kamu jalani. Selalu bersyukur dan memiliki pikiran yang positif juga akan mengurangi dampak kesehatan mental. Jika masalah kesehatan mental yang ada dalam dirimu terasa begitu berat, jangan takut pula untuk konsultasikan ke psikolog.

 

Ikuti tulisan menarik SALMA NANDHA AULIYA lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini