Budayakan Membaca Sampai Selesai - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Membaca tuntas atau membaca sampai selesai adalah upaya menghindari kesalahpahaman dari sebuah informasi.

Iklan

dudi safari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Februari 2023

Kamis, 23 Maret 2023 14:08 WIB

Budayakan Membaca Sampai Selesai

Budaya membaca sampai selesai atau tamat sebagi upaya mendapatkan informasi secara kompreshensif

Dibaca : 213 kali

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Membaca buku, artikel berita, novel apa pun itu termasuk kategori aktivitas membaca. Aktivitas yang melibatkan semua konsentrasi indra, terutama mata dan otak.

Bagi sebagian orang aktivitas membaca ini sungguh aktivitas yang menjenuhkan. Padahal saat kita tahu betapa banyak manfaat yang didapat setelah membaca rasanya semangat membaca akan meninggi kembali.

Gejala jenuh dalam membaca yakni mata mudah lelah, punggung sakit dan lengan pun terasa nyeri. Bagi orang yang tidak terbiasa membaca hal tersebut sangat mudah terjadi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Otak tidak sanggup menangkap respons yang mata berikan saat membaca kata demi kata. Jangankan membaca satu buku dengan tebal ratusan halaman, untuk sekadar menamatkan empat halaman dari sebuah artikel saja rasanya keburu mengantuk.

Kurang responsnya otak terhadap apa yang dicerna mata menjadikan otak mudah lelah lalu mengantuk.

Faktor – Faktor Penyebab Seseorang Malas Membaca

Ada beberapa faktor penyebab seseorang malas untuk membaca. Apa penyebab itu terjadi? Ternyata semua ini bisa dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor eksternal dan internal.

Ada beberapa faktor eksternal yang dapat memengaruhi kebiasaan seseorang dalam membaca, di antaranya:

1. Lingkungan sekitar: Lingkungan sekitar yang kurang kondusif, seperti kebisingan, cahaya yang kurang memadai, atau keadaan yang kurang nyaman dapat membuat seseorang malas membaca.

2. Ketersediaan buku atau materi bacaan: Jika seseorang tidak memiliki akses terhadap buku atau materi bacaan yang menarik, maka kemungkinan besar ia tidak akan membaca.

3. Teknologi: Teknologi modern dapat membuat seseorang malas membaca buku atau bahan bacaan lainnya karena lebih memilih untuk menghabiskan waktu di perangkat elektronik.

4. Kondisi kesehatan: Kondisi kesehatan, seperti gangguan penglihatan atau disleksia, juga dapat memengaruhi kebiasaan membaca seseorang.

Ada beberapa faktor internal yang dapat mempengaruhi kemalasan seseorang dalam membaca, di antaranya:

1. Kurangnya minat dan motivasi: Jika seseorang tidak memiliki minat atau motivasi yang kuat untuk membaca, maka ia mungkin merasa malas untuk melakukannya.

2. Kurangnya waktu: Seseorang yang sibuk atau memiliki jadwal yang padat mungkin merasa sulit untuk menemukan waktu untuk membaca.

3. Kurangnya keterampilan membaca: Seseorang yang merasa kesulitan membaca atau memahami teks tertentu mungkin merasa malas untuk melakukannya.

4. Kurangnya literasi atau pendidikan: Orang yang tidak terbiasa membaca atau kurang terampil dalam membaca mungkin merasa malas untuk melakukannya.

5. Stres dan kelelahan: Seseorang yang merasa stres atau kelelahan mungkin tidak memiliki energi yang cukup untuk membaca.

Banyak faktor penyebab seseorang malas membaca seperti disebutkan di atas, apalagi membaca sampai selesai satu buku atau satu artikel saja.

Kebiasaan membaca tidak sampai tamat bisa menimbulkan salah konklusi bagi si pembaca.

Kemudian dia memframing hasil bacaannya sesuai yang dia pahami, padahal sama sekali konteksnya jauh dari yang dimaksudkan penulis.

Bagaimana tips atau cara agar kita mampu membaca selesai satu tema tulisan agar tidak sesat berpikir.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda membaca tanpa merasa malas atau cepat lelah:

1. Tentukan tujuan Anda dalam membaca. Sebelum memulai membaca, tentukan tujuan Anda dalam membaca. Apakah Anda membaca untuk mendapatkan informasi, meningkatkan keterampilan bahasa, atau hanya sekadar hiburan? Dengan mengetahui tujuan Anda, Anda akan lebih fokus dan termotivasi untuk membaca.

2. Pilih bacaan yang menarik bagi Anda. Pilihlah bacaan yang menarik bagi Anda. Jika Anda tertarik dengan topik yang dibahas, maka kemungkinan besar Anda akan lebih termotivasi untuk membacanya. Anda dapat memilih bacaan berdasarkan topik atau genre yang Anda sukai.

3. Baca dalam interval yang pendek. Jika Anda merasa cepat lelah saat membaca, cobalah membaca dalam interval yang pendek. Misalnya, baca selama 10 atau 15 menit, kemudian istirahat sejenak sebelum melanjutkan membaca. Ini dapat membantu Anda untuk tetap fokus dan terhindar dari kelelahan.

4. Jangan memaksakan diri. Terakhir, jangan memaksakan diri untuk membaca jika Anda merasa terlalu lelah atau tidak termotivasi. Jangan biarkan membaca menjadi beban yang membuat Anda stres. 

Banyak Tahu dari yang Sedikit Lebih Baik daripada Sedikit Tahu dari yang Banyak

Kebiasaan membaca setengah jalan bisa membuat seseorang menjadi sok tahu, bacaan belum selesai tapi dia sudah berani menyimpulkan ke mana arah tulisan yang dia baca.

Lain halnya bagi seseorang yang profesional dalam satu disiplin ilmu tertentu, dia akan fokus pada bacaan-bacaan yang sesuai dengan minat keilmuannya.

Kematangan pemahaman dari dua orang dengan cara baca berbeda tentu menghasilkan pengetahuan yang berbeda pula.

Orang yang biasa baca setengah jalan atau sering kali tidak selesai sampai tamat akan memiliki pemahaman terhadap suatu setengah pula.

Bagi orang yang fokus membaca sampai tamat tentunya dia akan lebih memahami konteks dari bacaannya tersebut secara keseluruhan.

Bisa jadi pengetahuan orang yang membaca setengah jalan terkesan banyak, tapi sejatinya pemahaman dia terhadap bacaannya kurang kokoh.

Ada orang yang banyak tahu dari yang sedikit dia lah profesor. Sementara ada juga orang yang sedikit tahu tentang banyak hal dia lah orang keumuman.

Seorang profesor dia menguasai bidang tertentu secara luas, tetapi tidak lepas dari tema pokok disiplin ilmu yang dia pelajari.

Pentingnya Memahami Informasi Secara Lengkap dan Akurat

Sangat penting bagi seseorang untuk memahami sebuah informasi secara komprehensif dan akurat. Hal ini sebagai modal awal dari sebuah informasi yang sehat.

Informasi yang lengkap dan akurat tidak didapat dari bacaan yang kurang lengkap atau hanya sekilas.

Dia didapat dari hasil pendalaman suatu bacaan, mengkajinya lalu mampu mengeluarkan kesimpulan dari hasil bacaannya tersebut.

Akibat fatal dari kurang lengkapnya informasi dari satu bacaan di antaranya adalah:

• Membingungkan dan membuat kesalahan interpretasi

• Menyebarkan informasi yang salah atau menyesatkan

• Mengambil keputusan yang salah

• Menyebabkan kegagalan dalam tugas atau proyek

• Menghambat kemajuan dan perkembangan pribadi atau organisasi

Seseorang yang tak terbiasa selesai dalam membaca inilah rentan terhadap minimnya informasi yang didapat.

Contoh kasus sebuah artikel berita tentang kepala desa yang didemo warga dalam kasus korupsi dana bansos. Setengah informasi yang diberitakan di artikel tersebut men-judge sang kepala desa.

Saat pembaca berhenti di tengah-tengah maka informasi yang dia dapat adalah seorang kepala desa yang korupsi, seandainya dia mau saja melanjutkan sedikit lagi untuk menyelesaikan bacaannya maka informasi yang didapat akan lengkap dan tidak menyimpulkan secara subjektif.

Informasi selanjutnya di artikel tersebut mengungkapkan fakta yang sebaliknya bahwa segala tuduhan terhadap kepala desa itu ternyata hoaks.

Begitu fatal akibatnya jika kita menyimpulkan suatu berita dengan informasi yang tidak lengkap.

Untuk menghindari kesalahpahaman tentang sebuah informasi maka kita harus mulai membiasakan diri melatih untuk membangun habits atau kebiasaan membaca tuntas. Agar terhindar dari kesalahan informasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti tulisan menarik dudi safari lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Sajak Reranting

Oleh: Taufan S. Chandranegara

6 jam lalu

Dibaca : 170 kali

Terpopuler