x

Iklan

Firmanda Dwi Septiawan firmandads@gmail.com

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Rabu, 12 April 2023 20:04 WIB

Jejak Historis Perbudakan di Benua Amerika hingga Perang Saudara

Sejarah perbudakan yang berlangsung di Amerika sudah terjadi sejak wilayah itu menjadi koloni Inggris dan berlangsung selama dua setengah abad sekitar tahun 1619 sampai 1865. Di Amerika Serikat sikap orang kulit putih terhadap perbudakan antara orang – orang utara berbeda dengan orang – orang selatan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Awal Mula Perbudakan 

Sejarah perbudakan yang berlangsung di Amerika sudah terjadi sejak wilayah itu menjadi koloni Inggris dan berlangsung selama dua setengah abad sekitar tahun 1619 sampai 1865. Di Amerika Serikat sikap orang kulit putih terhadap perbudakan antara orang – orang utara berbeda dengan orang – orang selatan. Pada masa itu, penduduk digolongkan dengan kelas yang berbeda-beda. Soetopo (2010:3), menjelaskan golongan-golongan tersebut antara lain: Golongan teratas, atau yang biasa disebut dengan golongan aristokrat, terdiri dari para pedagang dan pemilik kebun yang kaya raya dan menguasai kehidupan ekonomi, politik, agama, dan perilaku panutan. Golongan kedua, sebagian besar dari penduduk Amerika  terdiri dari petani merdeka, pemilik toko, seniman dan pengrajin, dan profesional. Golongan ketiga adalah para pekerja harian, buruh tani, dan pembantu rumah tangga. Diluar itu masih ada para budak Negro.

Amerika Serikat tumbuh secara cepat dalam wilayah dan penduduk, yang terjadi antara tahun 1800-1870, Soetopo (2010 : 31). Maka dari itu di tahun 1860 Amerika Serikat terpecah menjadi beberapa negara bagian bebas , dalam Black (2004 : 189) “ 18 negara bagian ‘bebas’ terutama di Utara dan 15 negara bagian ‘budak’ terutama di Selatan”. Di wilayah utara menentang sistem perbudakan sedangkan wilayah selatan pro terhadap sistem perbudakan dan masalah perbudakan inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab meletusnya Perang Saudara di Amerika Serikat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masalah perbudakan menjadi sebuah focus perdebatan politik yang sengit di antara kedua wilayah tersebut. Sikap orang kulit putih di utara yang anti-perbudakan itu menggunakan alasan, diantara bahwa perbudakan sesama umat manusia bertentangan dengan Declaration of Independence. Semua manusia berhak mendapat hak yang sama dalam memperoleh sebuah pendidikan, politik, agama, ekonomi, sosial, maupun budaya. Demikian juga dengan hak – hak kemerdekaan berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Sedangkan sebagian besar orang kulit putih di wilayah selatan yang pro dengan perbudakan, menganggap bahwa bahwa orang-orang Negro yang bekerja di perkebunan-perkebunan kehidupannya lebih baik daripada kebebasan yang diberikan kulit putih di utara. Rakyat kulit putih di bagian selatan yakin bahwa perbudakan penting untuk menjamin supremasi orang-orang kulit putih dan merupakan sumber penghasilan negara yang didasarkan atas sistem perkebunan yang memerlukan tenaga kerja yang banyak.

Konstitusi Amerika Serikat mengamanatkan kepada seluruh warganya untuk hidup berdemokrasi tanpa memandang ras, status sosial, kepercayaan maupun bahasa yang digunakan dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Praktik – praktik kehidupan rakyat Amerika Serikat di negara – negara bagian di wilayah selatan dalam memperlakukan orang – orang Negro telah bertentangan dengan prinsip – prinsip demokrasi. Rakyat wilayah utara tidak menginginkan orang Negro tetap menjadi budak tanpa pendidikan, sebaliknya ingin memberikan hak – hak sebagai warga negara seperti halnya orang – orang kulit putih.

Peran Presiden Abraham Lincoln

Sebelum menjadi presiden, Abraham Lincoln telah meniti berbagai karir di dalam pemerintahan. Dia berasal dari Partai Republik, sebagai partai baru setelah mengalami berbagai perubahan, terpilih sebagai anggota badan legislatif di wilayah Illinois dan beberapa tahun sebelum diadakan pemilihan presiden, ia dikenal sebagai sosok yang sangat anti terhadap perbudakan. Karir Abraham Lincoln sendiri sangat nampak pada hal diplomasi dan menekankan pentingnya untuk tetap mempertahankan bentuk pemerintahan federal sesuai dengan konstitusi.

Pada awal tahun 1860, dia pernah berdebat dengan senator Bernama Douglass dari negara bagian Virginia yang cenderung menyetujui perbudakan dan hal ini bertentangan dengan makna konstitusi dan demokrasi. Abraham Lincoln menyerukan pada Pemerintahan Federal dan Kongres harus mengalahkan kaum kolonis dan pembesar – pembesar setempat yang menghendaki pemisahan.

Berkat karir politik yang menanjak, Abraham Lincoln dicalonkan oleh Partai Republik sebagai calon presiden Bersama dengan Douglass, sedangkan kubu Partai Demokrat mencalonkan Thomas Bell dan Buckinridge. Dalam pemilihan presiden pada akhir 1860 dan Lincoln terpilih menjadi Presiden Amerika. Segera setelah Lincoln menempati Gedung Putih pada Maret 1861, dengan berani presiden tersebut menyatakan anti terhadap perbudakan dan berjanji demi mempertahankan Persatuan dalam Negara Federal Republik Amerika.

Referensi :

  1. Renata Eley Long. 2015. "The British Foreign Office and the American Civil War". Naval Institute Press, Maryland.
  2. Jay Sexton. 2005. "Debtor Diplomacy Finance and American Foreign Relations in the Civil War Era 1837–1873". Oxford University Press, Oxford.
  3. Albornoz, Facundo, Hauk, Esther, Civil War and U.S. Foreign Influence, Journal of Development Economics (2014).

 

Ikuti tulisan menarik Firmanda Dwi Septiawan firmandads@gmail.com lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler