x

Ilustrasi Perkuliahan. Karya Gerd Altmann dari Pixabay.com

Iklan

Fidelia Simamora

Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi UPJ yang mencoba berbagi sedikit cerita.
Bergabung Sejak: 16 Desember 2022

Kamis, 27 April 2023 07:18 WIB

Suka dan Duka Anak Penerima Beasiswa

Siapa yang mau jadi anak beasiswa? Kuliah gratis dan menikmati fasilitas kampus secara gratis? Ternyata jadi enak beasiswa itu memiliki suka duka tersendiri, loh.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Melanjutkan kuliah itu mungkin merupakan impian banyak orang. Faktor ekonomi menjadi penghalang untuk melanjutkan kuliah. Banyak anak yang harus menguburkan impiannya dalam-dalam untuk kuliah. Namun sekarang banyak lembaga swasta atau pemerintah menyediakan bantuan biaya kuliah atau beasiswa ke anak-anak, Tentunya jadi anak beasiswa tidak semudah dan seenak yang dibayangkan oleh banyak orang. 

Ada beberapa yayasan yang memberikan bantuan beasiswa penuh atau setengah harga. Beberapa yayasan seringkali bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi swasta untuk membantu anak-anak. Tentunya untuk mendapatkan beasiswa harus melewati seleksi yang ketat. Walaupun setelah mendapatkan beasiswa ada kewajiban yang harus dilaksanakan. 

Setiap yayasan penyalur beasiswa dan perguruan tinggi memiliki persyaratan yang ketat. Ketika seseorang mendapatkan beasiswa akan ada surat perjanjian di awal yang harus ditaati selama pada masa perkuliahan. Persyaratan yang dibutuhkan di awal bisa berupa kelengkapan dokumen dan sertifikat pendukung. Persyaratan setelah mendapatkan beasiswa yang sesuai dengan kesepakatan dan pastinya harus aktif dalam perkuliahan. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Hal yang didapat sekarang adalah bentuk hasil kerja keras berulang dari sebelumnya” Rektor UPJ

Suka dan duka jadi anak beasiswa, apa aja, sih ? 
Hal yang yang menjadi kebahagiaan itu yang pastinya rasa senang dapat melanjutkan perkuliahan. Ada rasa bangga yang dirasa ketika mendapatkan predikat anak beasiswa dan tidak membuat orang tua pusing mencari uang yang banyak untuk biaya kuliah. Hal duka ? Kayaknya tidak ada, mungkin karena tuntutan beasiswa harus aktif di dalam perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri. Batasan ipk minimum untuk menerima beasiswa yang membuat harus fokus dan pintar bagi waktu untuk belajar, bermain, dan berorganisasi. 

Waktu yang dimiliki oleh setiap orang di dunia ini sama yaitu 24 jam. Tidak ada orang yang memiliki waktu tambah atau memiliki kekuatan untuk menghentikan waktu sejenak. Anak beasiswa harus memiliki semangat tinggi untuk memotivasi diri sehingga terus berprestasi. Academic adjustment menjadi kunci penting bagi mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan tekanan dan lingkungan kuliah. Walaupun sebagai manusia kita harus mempertimbangkan kemampuan fisik dan healing menjadi jawaban dari suntuk kuliah.

Ikuti tulisan menarik Fidelia Simamora lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler