x

Pemotretan Di Atap Jawa Barat (Gunung Ciremai 3078 Mdpl)

Iklan

Firmanda Dwi Septiawan firmandads@gmail.com

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 November 2021

Jumat, 19 Mei 2023 09:54 WIB

Warna dan Kepribadian Seseorang Menurut Fotografi

Warna pada diri seseorang memiliki penggambaran dalam sifat. Maka dari itu setiap warna yang terpilih atau menjadi favorit juga menjadi salah satu karakteristik yang terbentuk dalam setiap manusia.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kesukaan seseorang terhadap warna  menurut penelitian ilmu jiwa, bisa diasosiakan dengan sifat  pembawaan seseorang.

Merah : Warna yang diasosiasikan dengan api dan darah.

Seseorang yang menyukai warna merah akan menunjukkan bahwa orang tersebut bersifat ekstrover, pribadi yang integratif dengan dunia, orang yang penuh vitalitas, lebih dikuasai oleh dorongan hatinya (love&passion).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Merah juga dapat melambangkan energi, semangat dan kekuatan, sedangkan yang negatif melambangkan keagresifan, kemarahan, revolusi dan kekejaman.

Warna merah dapat dikatakan warna yang paling arogan diantara warna lain karena sifatnya yang lebih menonjol ketika dilihat mata telanjang.

Orang yang mengenakan pakaian merah kelihatan “lebih berat”.

Untuk penyakit mental/jiwa, merah diasosiasikan dengan kecenderungan yang berlebih-lebihan (maniak).

Kuning : Kuning adalah warna matahari, emas, spiritual dan inspirasi. 

Sifat positif yang menyertai kuning antara lain kebijaksanaan, optimisme, cahaya, keceriaan, hasrat dan cinta.

Sedangkan sifat negatifnya cemburu, pengecut, penipuan, kebohongan dan peringatan.

Menurut Faber Birren, diasosiasikan dengan gangguan jiwa yang ekstrem, genius atau lemah pikiran. Dengan kata lain bahwa warna kuning adalah warna intelektual.

Menyebabkan mata cepat lelah (mudah iritasi), karena lebih cemerlang dari putih.

Di Burma dan Mesir – lambang duka cita, Jepang diasosiasikan keberanian, Di India – lambang pedagang dan petani.

Hijau : Warna dari tumbuh-tumbuhan yang mengesankan kesegaran dan alami.  Karena kedudukannya sebagai warna komplemen/berlawanan dengan warna merah, warna hijau melambangkan kebalikan dari sifat warna merah ; kehidupan, harapan, kesuburan, kesuksesan, alami, harmoni, muda dan kelahiran.

Pilihan orang yang mempunyai kedudukan sosial yang tinggi, mempunyai kesempatan banyak bicara, dan selera makan tinggi. Orang yang menyukai warna hijau bila sedang dalam tekanan tidak akan merasa jadi hukuman, sebaliknya mereka akan mencari jalan luar dan mencari teman.

Selain itu warna hijau juga melambangkan ketamakan, cemburu/iri, racun, kerusakan dan kurang berpengalaman.

Di rumah sakit digunakan untuk membuat pasien rileks.

Di Arab – warna religi dan di Cina – lambang laki-laki.

Biru : Diasosiasikan ke dalam warna yang dingin, tenang dan sabar seperti langit dan laut.

Lambang dari pengetahuan, ketenangan, sejuk, kedamaian, maskulin, kesetiaan, keadilan dan kecerdasan. Juga melambangkan sifat depresi, lesu dan apatis.

Schizophrenia (penyakit jiwa). Orang yang menyukai warna biru berlebihan mempunyai kepribadian integritas ke dalam. Di bawah tekanan, orang yang suka warna biru akan menuju pelarian yang tragis dari lingkaran (DEPRESI).

Juga dapat diasosiasikan. Biru adalah simbol dari surga dan ketuhanan.

Di Cina, simbol dari anak kecil (gadis) dan di Iran lambang duka cita.

Orange : Diasosiasikan dengan musim gugur dan jeruk.

Melambangkan creatifitas, menyegarkan, keunikan, energi, semangat, stimulasi, kesehatan dan bersifat menyilaukan.

Warna yang dapat merangsang nafsu makan dan warna yang dicat dengan warna jingga/orange membuat orang berfikir dan berbicara.

Warna jingga juga mewakili aktifitas.

Orang yang ramai, ramah, creatif dan enerjik dihubungkan dengan warna jingga.

Ungu : Diasosiasikan sebagai warna bangsawan/ningrat.

Melambangkan sifat kemewahan, kebijakan, pangkat, kekayaan, keduniawian, imajinasi, inspirasi dan mistik.

Juga mempunyai sifat berlebih-lebihan dan kegilaan.

Di negara Amerika Latin melambangkan kematian, Di Thailand diapakai janda yang sedang berkabung, Di Jepang mempunyai arti perayaan dan arogan.

Ungu mempunyai sifat romantis dan feminim. Orang yang sifatnya artistik (eksotik) suka akan warna merah keunguan (purple).

Hitam : Diasosiasikan dengan malam.

Melambangkan kekuatan, berat, formalitas, keseriusan, martabat, kesunyian, misteri, ketakutan, konfensional, kematian, setan, kerahasiaan, duka cita, penyesalan, kehampaan.

Memakai baju hitam orang akan nampak lebih kurus.

Hitam membuat warna lain menjadi terang. Dan dalam terapi warna, hitam mendorong seseorang untuk percaya diri dan kuat.

Putih : Warna cahaya.

Melambangkan kesempurnaan, kesucian, kemurnian, kebaikan, kecerahan, kelembutan,  keramat, simpel, steril, mudah pecah (fragil) dan dingin.

Putih dianggap warna keberuntungan jika dipakai untuk upacara pernikahan.

Juga sering diasosiasikan dengan Tuhan dan Malaikat. Di sebagian tempat di Indonesia warna putih juga melambangkan warna duka cita (kematian).

Orang yang menyukai warna biru kehijauan cenderung mempunyai sifat narsisis.

Orang yang menyukai warna biru keunguan biasanya bersifat pemilih, sensitif, diskriminatif.

Karakter orang yang menyukai warna coklat berdasarkan psikoanalisa Freud adalah keras kepala, cermat, teliti dan seksama.

Merah maroon mempunyai sifat berdisiplin tinggi.

Orang yang agresif, ulet berjuang dan keras terbawa warna merah muda.

Ikuti tulisan menarik Firmanda Dwi Septiawan firmandads@gmail.com lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler